Geliat Cinta di Pekatnya Kawasan Kerja..

Sepulang kerja hari ini aku sempatkan untuk maen bola bersama operatorku di kampung sekitar kawasan industriku. Walau ngos-ngosan tapi puas juga karena bisa salurkan hobi olahraga. Aje gile kalau seminggu full tanpa olahraga.. bisa mateng stress kerja. Pulang dari lapangan dan nongkrong sejenak di tempat operatorku hari sudah menjelang malam, akupun memilih rute yang tidak sama dengan keberangkatanku karena jalanan itu kini rawan dengan perampokan atau tepatnya pembegalan motor. Hemh.. masih jiper juga guwe, sudahlah.. aku memilih mampir dulu belanja di minimarket di sudut Cikande.

Lirak-lirik di minimarket dengan gadis manis yang masuknya bareng denganku tak terasa menambah berat keranjang belanjaanku, biar lamaan saling liriknya.. ah dasar pria.. Tapi karena mengingat isi dompet di tanggal tua, mau tak mau harus segera menghentikan kecentilanku di tempat itu. Setelah selesai transaksi dengan mbak kasir kaburlah aku pulang. Karena pilihan ruteku, aku melewati  kawasan industri  tetanggaku. Semoga masih ingat coretanku tentang si kecil penantang maut. Aku pastinya hafal liku2 jalanan di kawasan ini karena aksesku keluar masuk peradaban (begitu kami mengistilahkan kalau keluar mess pabrik untuk belanja). Read more…

Kali ini saya cuma minta satu saja Tuhan..

Mei 22, 2012 2 komentar

Lewat satu hari dari usia lamaku.. Dan sekarang aku menjalani nafas, olah pikir dan rasa, serta gerakan jemari di tuts Aspire ini dalam dimensi usia yang baru. Lebih tua memang.. dan semakin pantas dengan banyaknya uban di rambut ini. Akan tetap kali ini aku secara khusus ingin berbagi rasa yang kunikmati di pergantian usia dengan kalian sahabat.. Terserah mau dibilang eksis, curcol, galau, labil, atau apapun.. Baca saja, jika berkenan ya diterima, jika tidak ya kebangetan.. hahaha..

Ulang tahun yang kesekian terus terang tidak saya rayakan dengan orang yang spesial, bahkan yang paling dekat sekalipun juga sudah saya tutup prosesnya karena harus menunggu kata “Ya, mari menikah” yang entah kapan terbitnya. Hemh.. seperti di coretan saya sebelumnya bahwa saya sekarang cenderung efisien dan tak luwes dalam menjalani yang namanya cinta. Kenapa.. kalau kata temen-temen karena faktor “U”, yah benar itu alasannya. Aku tak mau bermain lagi dengan sang waktu untuk  memilih dia yang pantas menjadi sandaran hidupku. Jika ada komitmen maka  tentu terlihat dari awal.. menurutku lho.. Setuju?? Read more…

Ketika Cinta Ibarat Mencuci Piring dan Baju…

Sahabat.. masih ingat filosofi cinta seperti membuat karamel versi Ibuku? Nah.. kali ini ada lagi versi lain menurut beliau, saat aku menikmati liburan panjang kali ini di rumah Lampung. Semula hanya rutinitas kecil belaka, saat menjelang sore kubantu beliau mencuci piring dan baju, serta beberapa kain dekor pengantin seusai malamnya beliau merias di kampungku. Tak ada yang aneh awalnya, kulakukan semua dengan sewajarnya, mulai dari mencuci, membilas, hingga meletakkan piring dan gelas di raknya atau pakaian dan kain di tali jemuran. Tapi menjadi ‘sesuatu’ ketika kusadari sepasang mata beliau mengawasi setiap gerakanku..

Kenapa bu? Ada yang salah ya?” tanyaku mengejar penasaranku.

“Enggak.. cuma agak kaku keliatannya, mungkin karena Mas sekarang jarang melakukannya” tukas beliau. Jelas lah.. wong ada si teteh di mess yang mencuci pakaianku.

“Lah.. mosok sih? Nggak luwes lagi ya Bu.. Tapi kok kalau Ibu kayaknya fasih banget” cecarku..

“Yo jelas.. karena Ibu biasa melakukannya, apalagi kalau sama Bapak, bisa lebih cepat selesainya. Tar kalau sering nyuci lagi, pasti Mas luwes lagi” sahutnya cepat.. sambil senyum penuh arti. Read more…

Biarkan Ombak Menghempas Bebas.. Semaunya…

Mei 19, 2012 2 komentar

Satu ketika ada waktu senggang yang membuatku kabur sementara dari rutinitas kerja di kawasan industri daerah Cikande-Serang untuk pergi bersama team leader dan supervisor ke kawasan Anyer. Tujuannya jelas, apalagi kalau bukan menikmati sejenak suasana pantai meski secara perhitungan kami tahu bahwa akan menjelang siang sesampainya nanti kami di sana. Tapi tak apalah.. dengan semangat ‘45 kamipun langsung tancap gas dan melesat.

Sesampainya di sana, apalagi yang kami lakukan selain langsung berganti baju dan mulai meraup gelak tawa dan keceriaan dari maen air, kejar-kejaran, maen bola, atau sekedar menikmati ombak yang menghempas badan sambil tiduran. Menikmati ombak? Triiing.. layaknya jin di sinetron televisi pikiranku mulai melesat meninggalkan keceriaan di tengah team. Aku mengejar sendiri kenikmatan rohaniku tatkala beberapa kali ombak menerpa punggung atau dadaku tergantung posisiku menyongsongnya.. Read more…

Episode Cinta 10 Menit.. Aku Padamu Dela…

Mei 18, 2012 4 komentar

Sebenernya gak yakin untuk nulis coretan ini.. Pertama, sahabat sekaligus mas yang paling reseh kalau aku nulis cinta-cintaan pasti reseh! (si tronyok). Kedua, aku tak ingin menyaingi istilah yang aku hadiahkan ke abang ganteng tandem kerjaku (kalau dia agak lama-an sebab 15  menit). Tapi sudahlah.. sebab seperti coretanku yang lalu, menulis salah satunya adalah menggalau tanpa … So, nikmati kisah cinta 10 menitku aja deh..

Waktu menjelang pagi kemarin, saat kapal ferry yang aku tumpangi untuk menyebrangkan aku dan si Merah Centil hampir merapat di Bakauheni setelah bertolak dari Pelabuhan Merak. Aku yang sengaja menikmati geladak  kapal, tiduran manis di ranjang sun bathing (ajiiiib..) mulai mengucek mata ketika semburat mentari mulai menguak bongkahan awan.  Abis kucek mata, spontan minum air kemasan dan cuci muka sekalian dech. Tapi alamak.. perasaan satu jam yang lalu masih ada beberapa sosok yang turu mengisi deretan ranjang sun bathing. Kemana mereka ya? Dasar eduuuun.. ternyata jaket, celana, dan tas ransel kumalku sedikit basah. Rupanya gerimis makanya pada ngabuuur. Read more…

Luluh Lantak Oleh Dua Tia.. karena Tuhan Ajaib dengan caraNya sendiri..

Hari sudah berganti ketika jemari mulai nakal menari.. Menggabungkan abjad demi abjad karena gejolak hati. Akh.. harus kutuliskan coretan ini sebab tak mampu kubendung lagi. Edan!! Sepanjang hari ini emosiku diremuk dan diluluhlantahkan oleh dua wanita bernama Tia.  Satu kukenal di masa sekolahku sedangkan yang lain di kehidupanku sekarang. Mohon maaf jika ada yang kurang berkenan dengan tulisan ini karena menulis berarti berteriak tanpa suara, mengaduh tanpa isak tangis, mengeluh tanpa lenguhan, dan menggalau tanpa…

Tia yang pertama.. namanya Tiaudin.. ups.. malah melenceng ke si artis karbitan. Sosok gadis yang sekarang beranjak remaja dan sedang berusaha menamatkan pendidikan kebidanannya di sudut Tanggamus, Lampung. Gadis semampai yang dulunya aku kenal dengan si bule yang suka jajan, cengeng, dan rewel minta ampun. Tapi.. rasanya kalau dulu gak ada dia sehari saja, maka MABESKOSTA (kost-ku  zaman putih abu-abu) akan sepi. Kami akan kehilangan sosok kecil nan riang yang cuek bebek pake CD dan kaos singlet doang selepas pulang TK untuk nganjang ke kamar demi kamar kos-an. Satu kebiasaan yang pasti takkan berani diulanginya sekarang, setelah belasan tahun berlalu.. hehehee. Read more…

Akoe dan Anak Kecil si Kuli Malam…

April 25, 2012 1 komentar

Malam mulai berganti pagi ketika kutinggalkan pabrik tercinta sebab jam kerja telah usai. Tiba di gerbang gudang angkut barang, aku melihat beberapa anak kecil (walau badannya melebihi besar badanku), berkumpul di depan truk2 yang akan memuat barang jadi untuk dikirim ke gudang distributor. Aha!! Itu ada si jabrik.. Kali ini dia memakai sarung. Aku masih ingat seminggu yang lalu Ia kujewer karena merokok di area pabrik. Waktu itu ketika kutanya besok sekolah apa nggak, dia jawab lagi libur karena buat UN (dia masih SD). Kali ini apa lagi alasannya ya??

“Malem.. Nggak pada sekolah nih besok? Kok masih di sini?” selidikku..
“Hampura pak.. Saya jangan dijewer lagi yah, kan gak ngrokok, ni lagi nunggu bola Barca Chelsi sambil nguli.. Lumayan buat bantu orang tua”.
“Besok gak ngantuk kalau sekolah??” Kejarku pada mereka..
“Ngantuk pak, tapi kan buat beli buku uangnya..” Sahut mereka hampir serempak.
Aih.. Mataku nanar melihat wajah2 polos yang mulai mengantuk itu.. Kuingat beberapa lembar lima ribuan di sakuku dan kubagikan dengan maksud buat tambahan beli buku.
“Jangan buat beli rokok ya..”
“Nuhun pak.. Pasti buat beli buku..” Jawab mereka sambil ditimpali sorakan “huuuu..” dari kuli2 lain yang lebih tua dan minta bagian juga. Aku kasih senyum aja buat mereka hehehe..

Tigapuluh menit berlalu dari kejadian itu, aku kini di mess, mainan gadget ini, menikmati secangkir kopi dan beberapa rokok ‘DP’. Tak ada yang spesial sampai kudengar suara ‘bak bik buk’ tanda loading barang dimulai lagi. Artinya tubuh2 kecil yang kusapa tadi mulai bergerak lincah mengambil, melempar, menangkap, dan menata barang2 siap jual dari palet2 ke dalam truk. Aduh gusti.. Hatiku seakan teriris..

Sahabat.. Ini tulisan pertamaku di blog ini setelah vakum sebulan lebih karena pantang Paskah. Dan malam ini.. Aku terhenyak karena ironi ini. Aku dengan santainya menunggu pertandingan semifinal kedua liga Champions di dapur mess yang hangat. Sedangkan mereka.. Si kuli-kuli kecil itu bermandi peluh di dingin pagi untuk berburu rupiah. Aku tak yakin mereka akan nonton bola karena jadwal loading sampai subuh. Aku juga tak percaya uang mereka akan buat beli buku karena yang kutahu sebagian juga menjadi tulang punggung keluarganya. Rokok? Pasti.. Karena di luar pagar pabrik pun mereka masih merokok dengan dahsyatnya.

Sahabat.. Pagi ini Tuhan menyapaku melalui mereka.. Mengajakku untuk bersyukur akan apa yang telah kupunya. Karena Dia sadar, aku tengah meragukannya.. Menginginkan yang lebih dari sekarang Dia titipkan padaku padahal mungkin ‘belum saatnya‘ ku beroleh lebih. Sedikit senangku adalah kala bisa berbagi rejeki dengan mereka. Walau.. Aku masih menyesalinya.. Kenapa??

Apa yg kulakukan adalah membagikan ‘ikan‘ bukan ‘kail dan umpan‘. Harusnya aku tahu data mereka, memberikan les gratis untuk pelajaran mereka dan memberikan kehidupan sebagaimana seorang anak bertumbuh semestinya. Tapi akh.. Di usiaku sekarang ini, ternyata aku belum bisa.. Aku tak mampu berbuat lebih dari apa yang barusan kulakukan. Jangan tiru aku sahabat.. Kamu lebih baik dan lebih bisa berbuat lebih daripada itu. Dan aku yakin.. Kelak akupun bisa lebih dari itu.. Memberikan ‘kail dan umpan‘ kepada sesama yang kekurangan.. Amiiiin..

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.