Arsip

Posts Tagged ‘oma’

Kala si Oma sakit..

Desember 28, 2011 Tinggalkan komentar

Masih tak bisa tidur nyenyak malam ini, kepikiran tadi pagi akan Oma yang marah padaku. Masih inget si Oma? yang aku ceritakan di coretan ini dan ini? Yach.. setelah beberapa sms, telepon, dan BBM teman, tadi pagi aku baru menghubungi si Oma untuk ucapkan selamat Natal. Tahu apa reaksinya?? Beliau marah bukan kepalang.. “Sudah tiga hari Natal ini berlalu.. bagaimana bisa Oma baru dengar suaramu Nyo?“. Yach.. di tengah marahnya, beliau masih memanggilku dengan panggilan sayangnya… Sinyo.

Sedih memang tidak bisa menyalami dan mencium pipinya di Natal kali ini seperti yang sudah-sudah. Apalagi sekarang beliau tergolek di Rumah Sakit. Namun untuk kesana pun aku belum bisa meluangkan waktuku. Aku hanya pelan-pelan menghapus air mata yang mulai membanjir.. Dan lirih kudoakan semoga Oma lekas sembuh. Maafin Sinyo belum bisa jenguk ya Oma.. Segera kujenguk jika ada waktu luang sekecil apapun. Jarak dan padatnya aktivitas memang tidak bisa bohong memisahkan kami..

Satu November 2011.. Dan Oma pun akhirnya Memilih…

November 1, 2011 2 komentar

Pulang ke MabeskosmaR dua minggu yang lalu, rasanya menjadi pertemuan terakhirku dengan Oma di kost yang pernah kami tempati selama 5 tahun sebagai tetangga kamar. Sosoknya yang sebenarnya lincah, sederhana, dan murah senyum.. memang akhir-akhir ini menjadi sensitif, emosian, bawel, dan sering sakit. Mungkin karena faktor usia dan kurangnya perhatian dari keluarga (karena memang tidak punya keluarga kandung). Atau bisa jadi karena kebiasaan merokoknya sehingga tubuhnya rentan terhadap serangan penyakit. Ah Oma sich bandel amat..

Masih terngiang jelas saat aku memasuki kamarnya Minggu itu, dia menangis dan marah juga.. karena aku jarang menelponnya. Pengennya tiap hari dengar suaraku.. Yach.. Dia merasa tersudut, tak berdaya, sakit hati, dan diasingkan dari kost. Dia merasa ditindas, dizolimi, dan akhirnya dipindah dari kost. Kala itu, tanpa ikut menangis kudengarkan tiap ceritanya. Kutatap mata dan wajahnya dengan seksama, ya.. Oma memang sudah menua, tak mampu lagi hidup di tengah kumpulan kami yang muda. Kulitnya sudah keriput, matanya sayu, dan langkahnya sudah tertatih. Dia sedang butuh jalan keluar..

Kuhentikan kepulan rokokku saat ceritanya selesai dan dia tak menangis lagi. Kupegang tangannya yang mulai bergetar dan kumulai dengan kalimat “Lantas.. Oma maunya gimana?“. Beliaupun nyamber lagi dengan menumpahkan uneg2nya.. termasuk keinginannya untuk masuk Panti Jompo. Kali ini aku harus beringsut ke sampingnya dan mengelus pundaknya, agar tangisnya tidak terdengar sampai ke luar kamar. Dalam percakapan kami aku tegaskan bahwa semua penghuni kost tetap menyayangi Oma. Sampai kapanpun rasanya.. Hanya menurut kami.. tinggal di Panti Jompo adalah pilihan terbaik bagi beliau. Baca selanjutnya…

Akoe dan Oma Anna.. Mencintai.. Tulus tanPa BataS..

Januari 29, 2011 Tinggalkan komentar

Sahabat..

Mencintai berarti merelakan hati, rasa, masa, kasih, dan kadang segala yang kita punya untuk sesuatu hal ataupun untuk sesama kita. Jika mencintai itu tulus dan tanpa batas.. artinya tak harap tuk berbalas bahkan tak enggan walau kadang beroleh cela atau hal yang menyakitkan. Semoga kisahku ini menginspirasimu untuk lebih bisa mencintai dengan tulus dan tanpa batas, orang-orang di sekelilingmu dalam langkah kecil hidup kita ini..


Baca selanjutnya…

Kategori:Akoe dan.... Tag:, ,