Arsip

Posts Tagged ‘Shelomitha’

Pelajaran dari Shelo

Pa-pa.. Ma-ma..
Suara si kecil Shelo di tengah langkah-langkah kecilnya yang tertatih saat belajar berjalan. Seolah memberitahu kami bahwa dia MAU BELAJAR! Meski terkadang terjatuh, menangis, atau kemudian memilih merangkak. Namun tak berapa lama lagi dia kembali berjalan, di tengah mainannya yang berserakan. Menghindari ‘rintangan’ yang dia buat agar kakinya tidak terantuk berulangkali.

Sahabat..
Si kecil ini mengingatkan kami berdua selaku orang tuanya tentang banyak hal hanya dari latihan berjalannya. Pertama bagaimana dia mengingat dan memanggil orang tuanya saat kesulitan. Ini seolah mengajak kami untuk mengingat Tuhan dalam segala keadaan. Saat susah seperti ini atau nanti jikalau sudah berhasil.

Kedua adalah kemauan dan kegigihannya untuk mau belajar. Tentu saja ini pukulan telak buat kami utamanya aku yang kadang pasrah dengan keadaan dan berhenti pada satu titik buntu karena sempitnya pemikiran. Dan ketiga yang paling menarik..

Shelo berani melewati rintangannya dan berusaha untuk tidak terantuk kakinya. Astaga! Bukankah keadaan sekarang ini adalah pilihan dan konsekuensi atas keputusanku sendiri? Kenapa harus takut dan ngeri. Aku pasti bisa.. Pasti bisa.

Terima kasih anakku.. Kita tumbuh bersama menjadi anak dan orang tua yang semakin baik ke depannya.

IMG_20160622_213605

Belajar dari Shelomitha.. Impossible become I’m Possible

Februari 13, 2016 Tinggalkan komentar

Hari tidak begitu bersahabat kemarin.. Kantong cekak dan cuaca gerimis membuat seisi penghuni FR3 termasuk si Centil tidak bisa kemana-mana di masa prapaskah ini. Alhasil hanya berpindah ruangan demi ruangan serta tentunya mengawasi si ratu kecil kami merajalela. Ya.. si cantik yang kian bertambah pintar ternyata mampu membuatku belajar hal yang luar biasa. Kok bisa?

Awalnya biasa saja, hanya sekedar bermain bertiga di ruang tamu. Sebagaimana kesukaan si kecil, Ia akan berada di depan pintu dan memandang ke arah taman depan. Mungkin mau bilang bahwa rumput FR3 lebih hijau dari rumput tetangga hehehe.. Hingga kami menyadari bahwa si kecil sudah bisa berdiri sendiri di teralis pintu serta mencoba bergerak ke kiri dan kanan. Waw.. amazing.. (ups, gini doang ditulis di blog??).

Tentu tidak.. Mamanya Shelo bereksperimen dengan menempatkan kaos kaki puteri kami di sela teralis dan jaring kawat sehingga terjepit rapat. Turut pula ditempatkan topi kupluknya dan secara tak sengaja tingginya tidak sama. Tanpa dikomando, Shelo berdiri di terali tersebut dan mengambil satu kaos kaki yang bisa diraihnya. Hap! satu didapat dengan tangan kirinya yang mungil. Kami mengawasi dan berjaga di belakangnya agar tidak terjerembab karena memang belum begitu baik keseimbangan anak usia 8 bulan ini.

Kaos kaki dan topi kupluk yang menjadi obyek berikutnya terjepit lebih tinggi sehingga meski berjinjit pun kami yakin anak cantik ini tidak mampu meraihnya. Kami amati dia sejenak terdiam, mengamati satu kaos kaki yang belum terambil. Dan tiba-tiba kaos kaki itu bergerak turun. What?? Ini semacam sulap kang Demian kah? Kami amati lagi dengan seksama.. ternyata Shelo menepukkan jemari kirinya ke arah jaring kawat berulang-ulang sehingga mengendorkan jepitan. Akibatnya kaos kaki menjadi turun dan dengan sigap Shelo menggapainya dengan tangan kanannya.

20160212_145243

Ya Tuhan.. Shelo mengajarkan pada kami bahwa sesuatu yang tidak mungkin bisa diubah menjadi mungkin apabila kita mau melakukan sesuatu hal dengan berpikir sejenak dan melakukan tindakan nyata. Luar biasa.. Tuhan menegur kami yang masih acapkali mengeluh dengan hidup dan berbagai kesulitan yang kami hadapi melalui buah hati kami. Kami bisa.. dan pasti bisa.. hanya perlu berpikir sejenak, mohon petunjukNya dan lakukan.. Sebab tiada yang tak mungkin terselesaikan karena Dia memberikan cobaan sesuai dengan kemampuan umatNya.

Selamat dinihari sahabat.. sudahkah belajar dari keluarga?

B 317 AN – An Untold Story

Ya ampun.. blog ini sepertinya hampir lapuk dimakan rayap. Kosong blong tanpa coretan seperti mantra Om Gosonk yang justru makin menggerus dengan blog berhosting-nya. Tapi ya itulah saya.. menulis saat pengen, meski pengennya nulis terus.. tapi pengen thok! Tangannya kadang belum bisa sinkron dengan kondisi sekarang. Weits.. gaya amad! Emang apa kabar mblo?

Eeeh.. sembarangan, judul coretan ini menjawab empat suku kata sebelum tanda tanya yang dulu sering diucapkan para atasan jika meeting bulanan itu. Bertiga Satu Tujuan.. Ya, saya sudah menikah, dan punya puteri mungil nan menggemaskan.. Shelomitha namanya. Tapi bolehlah kalimat dalam angka tersebut saya terjemahkan dalam rangkaian kata berikut..

Bintang.. Isteriku..

Sekali lagi tersenyum jika membaca ulang coretanku sebelumnya. Setengah hidup mencari jodoh yang bernama sama atau dengan kombinasi abjad nama depanku, ternyata memang bukan itu yang disampaikan si bapak tua. Sosok yang menjadi belahan jiwaku bernama Bintang.. kata “persis” nyatanya mengacu pada arti nama Dian dan Bintang sebagai sumber cahaya. Hemh… semula kalau punya anak akan diberi nama Silau.. soalnya terang ketemu terang.. eeeh ternyata gak jauh jauh amat.. Kenapa?

project

Shelomitha.. Puteriku..

Nama yang diincar oleh isteriku semenjak sekolah (ahaaay.. jauh amat mikirnya dulu maaa..). Yang bermakna pembawa kedamaian dan sekarang dipanggil Shelo (gak jauh kan sama Silau wkwkwkwk..). Puteri kecil yang sekarang hampir lima bulan lebih menjadi perhatian kami. Artis kecil yang sudah bisa tengkurap sendiri dan gemar diajak SELFIE! Hahahay.. Si mungil yang sedari dalam kandungan dibiasakan ikut pelayanan, hingga kami sepakat pasrahkan kepada Tuhan bilamana si kecil ini nantinya akan menjadi pelayan Tuhan. Amin.

bapa paskalis

Saat ini kami bertiga satu tujuan.. menjadi keluarga kecil yang selalu memancarkan kasih-Nya kepada sesama dengan cara sederhana tetapi nyata. Mohon doanya dan terima kasih sudi membaca.. Tuhan memberkati.