Arsip

Posts Tagged ‘anugerah’

Belajar dari Kejadian Toilet… Bahwa Yang Besar.. Selalu Berawal Dari Yang Kecil dan Sederhana..

Oktober 26, 2011 2 komentar

Pagi mulai menyapaku hari ini melalui keinginan untuk buang air kecil yang membuatku harus terbangun dan ngibrit ke kamar mandi hingga lupa mengunci pintu toilet. Alhasil di tengah ‘perjuangan’ tiba-tiba harus panik menahan dan mengunci pintu karena terdengar derit putaran engsel yang menandakan ada orang lain yang akan menggunakan kamar kecil tersebut. Ah.. dasar pelupa.. Namun walau pelupa, aku mengambil hikmah bahwa kita tidak boleh mengabaikan hal-hal yang menurut kita sepele dan tidak ada artinya karena itu  akan menjadi dasar bagaimana kita menyikapi hal besar yang harus kita hadapi. Kejadian di toilet pasti akan berujung malu jika toilet berhasil dibuka dan orang lain melihatku sedang curhat (nguCURin yang HAngaT..). Ini sama dengan kehidupan, dimana orang harus bisa menjaga rahasia agar tidak dipermalukan atau tanpa sengaja mempermalukan orang lain..

Aku jadi teringat pula bagaimana  tatacara penggunaan sarung tangan karet untuk produksiku dikoreksi. Untuk memperoleh sarung tangan baru, seorang operator harus menukarnya dengan sarung tangan bekas yang dia pakai sebelumnya. Awalnya aku sedikit protes, berapa sih harga sepasang sarung tangan bekas? Tapi ternyata ada makna dibalik semua itu.. Dengan menukar perlengkapan bekas, berarti  ada rekonsiliasi atau penghitungan kembali atas modal yang dikeluarkan perusahaan. Menariknya.. jika sarung tangan saja hilang tak berbekas, bagaimana kita bisa dipercaya  untuk hal-hal yang lebih berharga lainnya? Sungguh.. ternyata yang bernilai.. bisa berawal dari yang menurutku tak bernilai dan sederhana.. Baca selanjutnya…

Syukuri.. Apa yang Tuhan anugerahkan padamu..

Agustus 30, 2010 Tinggalkan komentar

Senja, 29 Agustus 2010, di sebuah rumah sakit swasta di daerah Depok, seorang dokter wanita muda nan elok menghadapi pasiennya, seorang pekerja pabrik yang mengeluhkan panas tubuhnya yang tinggi selama dua hari belakangan..

“Dok, diagnosanya apa?” tanya pasien setelah pemeriksaan berakhir.

“Ehm..” gumam si dokter sambil menatap wajah sang pasien tanpa berkedip.

Pasien menunduk, tapi mata sang dokter tetap tak lepas menatapnya.

“Maaf Dok, diagnosa saya apa, atau ada yang gawat sampai Anda tidak mau menjawabnya?“ kejar pasien penuh harap.

“Bulu mata Anda bagus sekali Pak, boleh tukeran??“ sahut sang dokter.

“Whaaaaaaattt….“ pasien pun merah padam, kikuk dibuatnya.

Baca selanjutnya…