Arsip

Posts Tagged ‘mario teguh’

Memilih untuk menjadi HEBAT dan DIIDAMKAN..

April 7, 2013 2 komentar

Menjelang pagi memang.. Jam 03.00 terlihat pada jam yang tergantung di dapur mess pabrik tercinta. Namun waktu istirahatku setelah perjalanan panjang dengan si Merah Centil dari Depok ke Cikande telah DIRAMPOK!! Ya.. Dirampok oleh tayangan Mario Teguh Golden Ways (tayangan ulang) di satu stasiun TV swasta. Aaah.. Jam segini cocoknya buat kaum galau.. Apalagi rombongan Adam karena temanya Lelaki Idaman (kalau ‘lelaki’ diganti ‘pria’ pas banget kayak judul lagu dangdut..) Asek aseeeek…

Awalnya sih memang melihat timeline temanku Yovita tentang kekayaan yang terkadang salah ditafsirkan oleh kita karena bukan hanya berupa benda (mobil, rumah, tanah, uang, dll) tetapi bisa berupa non materiil (nama, kesehatan, cinta, kejujuran, dll). Sorry Yov.. Ini terjemahan bebasku. Juga tentang kriteria wanita idaman.. Dilanjut dengan linimasa adekku Antho tentang bagaimana menjadi laki-laki idaman sedangkan kebanyakan lelaki terlalu banyak mengidamkan. Yang ini bener2 cocok buat si adek yang galau tapi mengelak dengan menulis balasan komenku dengan kalimat ‘sedang mencari jati diri..’. Tapi biar tidak sama aku coba mengutip dua hal dari Pak Mario Teguh sepenangkapan otakku yang masih sempit..

Pertama.. Laki-laki hebat menurut beliau adalah lelaki yang memiliki kualitas lebih dari biasanya. Aawww.. Aku tentu masih jauh dari idaman dong.. kalau kalian bro? Aku doakan semoga sudah pantas untuk menjadi lelaki idaman. Lelaki idaman salah satu cirinya adalah mereka yang sepenuhnya tahu bahwa kehidupan ini tidak mudah dan memiliki cara tersendiri untuk menaklukkannya.. Baca selanjutnya…

Saya Perlu 100 Juta..

Desember 28, 2012 5 komentar

taman

Hegh.. agak gimana gitu rasanya di dada saat mau menulis coretan ini. Tapi setelah doa yang khusyuk.. dan pasrah tentunya.. aku melirik dia.. ya.. dia.. hanya Aspire yang mau berbagi sesak ini. Bebas rasanya berteriak tanpa suara dan mengaduh tanpa lenguh dengannya melalui coretanku. Sore yang berhiaskan rinai hujan turut menyemangati lincahnya jemari ini dalam menyakiti tuts demi tuts si item Aspire.

Sahabat.. pernahkah kalian memerlukan materi.. dalam jumlah besar.. hingga terpaksa berhutang? Kalau iya mari salaman..

Coretan begitu lancar di awal karena hanya beberapa detik saja untuk menuliskan segambreng kalimat di atas. Tapi selanjutnya.. narik nafas.. buang.. hisap rokok.. telan.. sedalam-dalamnya.. baru dihembus melalui mulut dan hidung (laksana fogging mikroba). Awal kisah kita ke TKP eh salah..  awal coretan sebenarnya dari obrolan ringan beberapa hari yang lalu tentang kenalan yang terkena musibah sudah jatuh tertimpa tangga. Ada ya? Ada dooong.. sebab dia mengalami lakalantas karena menabrak dua pejalan kaki yang kebetulan menyeberang.

Naas memang.. sebab yang ditabrak adalah dua remaja putri. Kenalanku luka-luka, motornya bonyok dan di lain pihak kedua korban juga harus dilarikan ke rumah sakit. Selang beberapa hari, satu di antara korban boleh pulang sedangkan yang lain masih koma. Di tengah rintihan sakit karena lukanya, kenalanku diminta ganti rugi 100 juta atau menikahi si korban yang masih koma. Apa?? 100 juta..?!?! Baca selanjutnya…

Akoe dan Om Dhanie.. Mentor Pertamaku..

Agustus 7, 2012 2 komentar

Pak, sering nonton Mario Teguh ya?”.. tanya anak buahku kemarin pagi. Aku terkejut waktu itu sambil mengerenyitkan kening sebab aku tidak begitu sering melihat om Mario bercuap-cuap dengan Golden Ways-nya. Ketika balik kutanya kenapa? Ternyata dia dengan seksama mengikuti briefing pagiku setelah pulang shift malam, menghabiskan satu jam bersama anak-anakku tepat sebelum mereka pulang kerja. Ternyata ada pula yang mengamati gayaku…

Yah, memang setiap briefing kubawakan dengan sedikit kreatif, dengan berbagai pelajaran hidup yang kubaca dari buku atau kuperoleh dari video-video motivasi dan pengalamanku sendiri. Ambil contoh mengutip lirik lagu gawean Ahmad Dani untuk Regina Sang Pemenang Indonesian Idol 2012 “Kemenangan adalah milik orang-orang yang berjuang dan berdoa”. Kadang aku bagikan ke anak-anak dengan ditambahi sedikit syarat untuk menang.. yaitu bagi mereka yang berdoa, berjuang, dan beruntung.. Lalu aku sambung dengan “Kemenangan terbesar adalah saat kita bisa bersyukur atas semua yang kita terima: cobaan, rejeki, godaan, dan lain sebagainya”. Hemh.. aku juga paling suka membuat akronim misal “ Bapak akan mencari CINTA di line ini selama bulan Juli.. “Cleanliness, Initiative, Normative, Teamwork, and Appreciation” lalu aku terjemahkan dan terangkan maksudku.. Bukan aku mencari cintaku di pabrik ini looh.. heheheehe..

Hal lain yang aku lakukan adalah menggunakan idiom yang ada seperti “menolong anjing yang terjepit pintu” atau “nggebukin orang gila” untuk hal-hal yang barangkali ada dalam interaksi kami. Permainan kata, mimik, gesture, dan intonasi juga turut kubawakan dalam setiap aku berdiri di tengah mereka. Yang jelas, aku ingin ada ritme dimana mereka juga berinteraksi dengan apa yang sedang kubahas atau sampaikan. Sehingga training, briefing, sharing, dan sejenisnya tidak membosankan atau kata kerennya GAYUS.. GARING dan JAYUS.. Baca selanjutnya…