Arsip

Posts Tagged ‘Jogjakarta’

#17.. Sebuah Kisah Klasik Jadi Waria di Jogja..

Juli 18, 2013 12 komentar

Lepas dari muka bopeng.. ternyata ada kenangan unik lagi di masa awal kuliah. Yaitu.. menjadi WARIA.. Yuup, satu pengalaman seru ini aku dapatkan ketika mengikuti masa ospek kampus yaitu INSADHA (Inisiasi Sanata Dharma) angkatan noceng alias tahun 2000. Saat itu karena masih sakit cacar maka saya ikut gelombang II dimana diadakan tiga gelombang tetapi daripada gelombang III yang pasti koret-koretan.. saya memilih untuk menunda sejenak babtisan saya masuk kampus di tengah-tengahnya.

Menjelang akhir INSADHA, akan ada penampilan tiap fakultas untuk memeriahkan malam inaugurasi alias acara pamungkas. Nah, kabar dari gelombang I, fakultasku FARMASI menampilkan performa band. Lebih cetarnya gitarisnya sempat pasang aksi gigit-gigit senar gitar walau sampai sekarang belum jelas apakah aksi itu pas pentas atau saat nunggu pentas (yang terakhir mah aku juga bisa hehehe..). Waaah.. paniklah anak-anak gelombang II.. Dub dub dub… Baca selanjutnya…

Sebaris Cinta Menjelang Subuh..

Februari 11, 2013 2 komentar

Malam ini begadang lagi.. Sistem Kebut Semalam untuk selesaikan laporan bulanan yang harus dikumpul besok. Sambil rehat pikiran nyoba menikmati lagi karya coretan di blog dan tertarik untuk memindahkan satu coretan di jejaring sosialku yang sedang deaktivasi. Satu kisah kecil saat perjalanan ke Jogja di penghujung Oktober 2012 lalu.. Cekidot..

Waktu menjelang subuh kala perjalanan daratku sudah mencapai angka 12 jam.. Harusnya sudah mendekati sasaran tetapi ini belum apa2nya. Yo gapapa.. Santai mawon, namanya milih yang murah, ya tentu ada konsekuensinya.. Mata hampir terlelap lagi ketika kudengar rintihan di depan bangkuku dalam sunyi dan dinginnya angkutan darat ini. Lama kelamaan semakin keras dan kucoba menengok, ternyata seorang ibu tua yang matanya penuh berair seperti menahan sakit sementara mulutnya mengerang. Sedikit berbisik agar tak membangunkan yang lain, si ibu tua kutanya kenapa? Dan hanya dengan isyarat tangan dia menyatakan bahwa dia susah bernafas. Asma? Tanyaku selanjutnya.. Beliau mengangguk.. Obat? Beliau menggeleng. Bergegas aku kembali ke bangkuku dan mengaduk tas ransel mencari minyak angin dan mulai menolong si Ibu.. Karena beliau pusing maka kupijat pula tengkuknya sementara beliau membalur beberapa tetes minyak angin ke dadanya. Belum beberapa lama memijat, ada sebuah tangan lembut menahan tanganku.. Siapa nih? Baca selanjutnya…