Arsip

Posts Tagged ‘Natal 2012’

Ada Kamu.. Ada Aku.. Itulah Natal Bro..

Desember 30, 2012 Tinggalkan komentar

pohon natal Pak Bu Boz

Aku masih memandangi pohon Natal di sudut ruang tamu. Ini malam terakhirku di Natal kali ini.. Begitu indah meski sederhana.. Apalagi jika lampu dimatikan dan hanya kelap kelip lampu natal di sekujur tubuh pohon imitasi itu yang menerangi ruangan.. Mak nyus rasanya bro..

Aku ingat.. kamulah yang pertama kali buat pohon Natal.. mulai dari daun kelapa yang dianyam hingga puncaknya satu set pohon Natal yang tergambar di coretan ini. Aku tahu hanya kamu yang bisa.. karena aku tidak becus untuk urusan seperti ini.

Natal itu ada kamu dan aku bro.. Kamu yang begadangan dan bangun tidur selalu siang. Aku yang ngomel dan cemberut tapi tetap buatin kopi dan belikan rokok untukmu. Kamu yang mukanya selalu kusut dan tak ceria.. Aku yang berewokan tapi cengangas cengenges.. Kamu yang hampir gak pernah ngerjain pekerjaan rumah tangga.. Aku yang  bantu Bapak Ibu nyuci piring, nyapu, ngepel, kadang juga nyuci bajumu, dan seabreg lainnya..

Tapi Natal itu harus ada kamu.. Tanpamu malah aku yang pemalas.. Aku yang begadangan.. Aku yang bangun siang.. Terasa gak lengkap tanpa ada kamu bro.. Kangen Bro.. dengan suasana  yang dulu.. kamu sekarang jarang pulang saat Natal atau Lebaran..

Ada kamu.. Ada aku.. Ada Bapak Ibu.. Itulah Natal bro.. Saat kita terlahir dengan jiwa baru untuk selalu berada dalam kehangatan keluarga kita ini.. Lengkap dengan cemberutan, omelan, bentakan, canda tawa, gojekan, dan semuanya…

Itulah Natal my Little Brother.. I miss You.. We miss U much..

Wong Cuma Nyapu Kok..

Desember 27, 2012 Tinggalkan komentar

Slurrrp.. seolah tak mau kalah dengan Miss B1P, aku menikmati secangkir kopiku pagi ini. Kopi buatan Ibu yang terabaikan sejam yang lalu seiring usaha beliau membangunkanku pagi ini. Kucek-kucek mata, ke kamar mandi bentar dan ada sedikit waktu untuk menikmatinya di depan si Aspire. Trus guwe dianggurin? Tanya si pacar itemku.. Ya nggak lah Pire.. aku towal towel deh kamuuh..

Sudah dua bulan ini ada masalah dengan jam tidur dan lama tidurku. Sangat berantakan dan kadang menjengkelkan. Ada saat dimana aku bisa begadang seharian, terbangun tiap dua jam di malam hari, tertidur di pagi hari setelah mandi, dan sebagainya. Contoh terakhir adalah saat open house (sok gawul..) Natal hari pertama di rumah.. Dari jam lima sore sampai sembilan malam aku meringkuk tidur dengan sukses di kamar bapak ibu boz. Pas bangun pura-pura marah padahal bingung dan masih ngumpulin nyawa. Kata pak boz mau dibangunin eh aku-nya pules banget, ngorok malah.. busyet dah! Itu di luar kebiasaanku ngunyah kerikil saat tidur looh..

Hemh.. untung juga sih, sebab di rentang jam di atas, banyak sekali tetangga yang ber-anjang sana ke rumahku. Setidaknya telingaku tidak harus GATAL untuk mendengar beberapa classic question. “Mbaknya mana? Kapan Nyusul? Kok pulang sendirian?” hehehe.

Aku tetapi tergelitik untuk mencari penyebab “tewasku” sore itu.. Apa ya? Tepat di tegukan ke-sekian kutemukan jawabnya juga. Aku ternyata kecapekan karena paginya MENYAPU sebagian pekarangan rumah. Sebenarnya sapu juga sudah diberi gagang oleh bapak tetapi tetap saja pinggangku langsung bereaksi protes dan berserikat dengan lengan dan pundakku yang pegal-pegal. Ujungnya ya capek.. Tapi ada yang lain dari menyapuku kali ini.. Baca selanjutnya…

Natal 2012 : Terenyuh.. Tapi Tuhan itu Nyata Ada..

Desember 26, 2012 Tinggalkan komentar

Penghujung tahun sahabat.. mencoba lagi mencoretkan sesuatu di blog ini setelah Natal hari pertama dilalui. Banyak sekali ide tulisan di kepala.. tetapi tentunya hanya sedikit waktu untuk berdua dengan si Aspire (menunggu tamu pulang dan yang lain dah bobo..). Tapi di sedikit waktu sebelum berganti hari.. Ada satu yang membuatku merasa tergelitik untuk mencoretkannya.. Ketika sebelum Natal melintasi jalan menuju rumah yang sekarang semakin bertambah parah.

Jalanan masih sama lebarnya.. masih sama lengangnya.. tetapi lubang-lubang semakin menganga dan bertambah banyak. Tepat 100 meter sebelum masuk gang ke rumah.. ada jalan yang seperti kubangan tempat mandi kerbau, motor sedikit kupelankan.. dan ya amplop ada beberapa pemuda sedang menimbun jalan yang berlubang. Alangkah mulia hatinya.. Tapi, tak lama pandanganku berpindah ke seorang pemuda lain yang membawa toples plastik ukuran jumbo dan menodongkannya ke satu mobil yang kebetulan berpapasan dengan si Merah Centil.. Baca selanjutnya…