Arsip

Archive for the ‘Polahku Teranyar..’ Category

Telu Limo

Kau mau apa, pasti kan kuberi
Kau minta apa, akan kuturuti
Walau harus aku terlelah dan letih
Ini demi kamu sayang..

Entah kenapa lagu dari Wali Band ini terasa menyentuh relung hatiku di pergantian hari. Ya, karena saat melihat wajah dua bidadariku terlelap aku sadar belum banyak yang bisa kuberikan untuk mereka. Semakin bertambah usia ini namun belum semua kebutuhan mereka tercukupi. Masih pontang panting.. masih compang camping.

Kadang terkikik geli namun di sisi lain tersayat pedih bila si kecil ditanya kenapa tidak ke suatu tempat dan menyahut karena papanya belum gajian. Ada pula suatu ketika batin terpukul ketika mantan pacar (baca : isteri) memangkas anggaran belanjanya habis-habisan. Dan mulai keluhan muncul dalam hati.. membenarkan makna prihatin yang tersemat dalam namaku “perih yo mung dibatin”..

Tidak munafik jika memang uang adalah salah satu tonggak utama dalam keluarga. Tidak semuanya bisa dibeli hanya dengan cinta dan kasih belaka. Ada kalanya berbenturan dengan realita yang membuatku hanya bisa selonjoran sambil garuk kepala. Diamput!

Sesekali mencoba berdamai dengan mengingat banyak orang yang tidak bergaji tetap. Di tempat lain ada yang penghasilannya cukup hanya untuk hari itu saja. Hari esok akan dicukupkan lagi oleh Tuhan katanya. Sudah tenang eh dibakar lagi dengan kutipan bahwa jika seseorang tidak bisa menjadi kaya maka itu adalah salah dirinya sendiri. Lha kampret kan..

Tapi usia 35 alias telung puluh limo, yang bisa disingkat telu limo, seolah menggiringku ke dalam kenyataan yang harus kujalani. TELU berarti TEkun LUru.. atau rajin mengais atawa giat bekerja. Selama ini aku sudah melakukannya atau belum? LIMO bermakna LIlo lan nriMO alias super duper ikhlas. Wis dilakoni durung?

Jawabannya ternyata belum semua. Kerja masih standar bahkan mungkin kurang. Ikhlas apalagi.. wong masih iri dan gumunan dengan orang lain yang lebih sukses. Jadi ya.. harus berubah!

Lha terus kenapa kok ditulis jadi coretan? Aib kok diumbar?

Ya.. hanya berteriak tanpa gaduh, menangis tanpa keluh, melalui coretan ini. Nyuwun dongane saja bagi para sahabat agar saya bisa menjadi pribadi yang lebih baik di pertambahan usia kali ini. Matur nuwun..

FB_IMG_1526837651291

Iklan

Catatan Akhir Tahun 2017

Tahun 2017 sudah terlewat.. dan baru nyadar bahwa blog ini paling aktifnya kalau pergantian tahun atau si empunya berulang tahun. Hidup segan mati tak mau hahhaa.. Tapi sudahlah tak mengapa karena menulis itu berteriak tanpa gaduh dan mengeluh tanpa suara uuhhh.. Yang penting sekedar membersihkan sarang laba-laba agar gak kena temuan major kalau audit..

Ada apa ya? Sepanjang tahun kemarin.. seteguk bir dingin mulai menggerakkan jemariku..

20170215_144414-02

Baca selanjutnya…

234

Meski perokok, judul coretan ini bukan untuk membahas rokok ya.. biar saya saja yang berurusan dengan barang berbahaya itu. Gak usah ikut-ikutan nanti ketagihan. Deretan angka setelah 1 tersebut memiliki makna buat keluarga kecil kami di bulan Mei ini. Dua tahun usia Shelo, dan 34 tahun usia papa Shelo, trus mamanya Shelo? Ntar dibuatin sendiri dong.. special pake toge eh telor.

Pertambahan usia kali ini membuat saya berpikir dan merenung, kenapa?

SUDAH JADI SUAMI..
Ya untuk belahan jiwa saya yang saat ini mulai menggendud bersama saya. Minta maaf ma.. tidak bisa menjaga kelangsinganmu. Saya mau contohin bahwa isteri gendud itu tanggung jawab suami.. jangan maen komplain bahkan lirik kanan kiri (emang mau nyari jarum buat ngempesin), lihat dulu perutmu coy..

SUDAH JADI BAPAK..
Jika melihat polah saya, kadang malu sendiri bahwa saya ini sudah punya anak. Kadang masih foto dengan melet-melet, jari metal, pakai celana dalam aja terus egol-egolan, atau ketawa cekikikan.. sendirian.. Tapi ya itulah saya, bukan tipikal ayah yang anteng, jaim, atau perlente. Semuanya ya kayak gini adanya, kadang saya berpikir kasihan dengan anak dan mertua saya. Dapetnya kok yang beginian.. kalau isteri dan bonyok saya sih pasti sudah paham.. terima aja yach, gak pakai kembalian kok.

SUDAH JADI ORANG TUA..
Ya.. buat bawahan (baca : partner) saya di pabrik, mulai dari menenangkan saat mereka galau, bahkan saat ada masalah keluarga. Sekilas sepertinya kurang gawean, tapi ya memang sebagian gawean saya ya mengayomi anak-anak saya. Pusingnya mereka juga pusingnya saya, pusingnya saya ya tak rasakne dewe. Tidak ada istilahnya bapak polah anak kepradah.. kalau ada yo kebangetan..

Pengennya sih nulis yang buanyak, tapi isteri sudah ngasih kode.. bentar ya, saatnya kado spesial. Saya tidak mau muluk-muluk harapannya, Tuhan nanti marah. Hanya ada satu pertanyaan buat saya sendiri : Apa iya mau kakean polah? Karena kata ‘SUDAH’ akan berubah menjadi ‘SUSAH’. Terima kasih atas warna hidup dari keluarga dan sahabat semuanya.. Mohon doanya agar saya selalu taat dengan agama saya saja. Nuwun

 

10 Tips Perpanjangan dan Mutasi SIM

Mei 4, 2016 2 komentar

Anda kenal mbah Google? Dewasa ini simbah GOOGLE memang menjadi primadona dalam dunia per-kepo-an alias hal-hal yang ingin kita tahu. Jangankan nama universitas bahkan merk celana dalam favorit artis pun tinggal ketik di kolom pencarian dan tralala.. langsung nongol! Luar biasa bukan? Namun jangan salah.. tidak selamanya tanya ke simbah satu ini akan mempermudah hidup kita. Mau bukti? Sik sebentar nge-teh dulu.. cegluk (biasanya ngopi dulu.. srupuuut, tetapi ternyata sudah jadi ciri khas bang Denny Siregar, minggir deh saya).

Hal ini saya alami saat mau memperpanjang SIM yang sebentar lagi habis masa berlaku seiring pertambahan usia. Dan sesuai dengan KTP baru maka harus mengurus proses mutasi dari Depok ke Serang. Olala.. Bolak Balik.. Aduh Abang Dah Capek Coy #AADC2.

Karena memang tidak paham, maka sembari menunggu akal buntu untuk menghubungi biro jasa (a.k.a. Calo), jemarikupun menari di gadget dan laptop. Tangan kiri di gadget, tangan kanan di laptop, terus split kayak si Bang Jonru. Semuanya berulang ulang melakukan hal yang hampir sama yaitu mengetik kata “mutasi SIM” ditambahi beberapa kata sebagai bumbu penyedap rasa. Otomatis mata pun melihat tulisan demi tulisan, blog demi blog, hingga website resmi-nya POLRI. Dan semuanya menghasilkan kesimpulan yang mengerucut bahwa saya harus ke Depok bikin surat mutasi lalu balik ke Serang lagi dan begitulah. Apesnya lagi pengurusan SIM di kota Belimbing sudah berpindah dari Jalan Margonda ke Pasar Segar yang notabene kalau ngangkot akan naik turun berulang kali.

Sudah lemes aja dengkul saya (untung dah nikah).. Baca selanjutnya…

Seharian Duel Otak

Januari 15, 2016 Tinggalkan komentar

Haloo.. sepertinya banyak yang KEPO dengan aktivitas saya selepas lengser dari sudut Cikande.. Ini dia updatenya, saya rutin seharian DUEL OTAK! Astaganaga.. yang dibesut FEO Media itu? Tenang.. saya tidak maniak kok, tetapi main juga sih.. meski pengennya bisa dikembangkan agar bisa main lebih dari dua orang dalam satu game, atau kalau bisa dibuat sistem liga atau cup (hitung-hitung ngobatin kangen maen PS di mess pabrik dulu). Yach.. game yang nggemesin.. karena bagi saya lebih dari sekedar menguji kemampuan otak, tetapi juga menghafal, dan keberuntungan. Soalnya lumayan banyak variasi sehingga diperlukan jam terbang untuk piawai memainkannya. Kalau hanya NEWBIE.. ya siap-siap dibantai lawan apalagi kalau pas mode mengundang pemain acak dan ketemu yang super duper jago. Menang kalah itu lumrah.. tapi yang jelas bisa digunakan untuk menyambung tali silaturahmi meski harus berhenti jika sudah melihat pelototan maut isteri..

1452871540256 1452871675189

Namun Duel Otak di atas hanya sekelumit dari kegiatan sehari-hari saya saat ini. Ada duel lainnya yang lebih penting dari game di atas yaitu duel dengan diri sendiri dalam menghadapi detik demi detik di rumah bersama isteri dan si buah hati. Duel pertama adalah duel dengan si kecil Shelo yang susahnya minta ampun untuk lepas dari mamanya. Kadang air mata harus turun karena si mungil enggan main bareng papanya. Namun kebahagiaan sontak datang saat beberapa hari terakhir dia bisa tidur dengan pulas di gendongan saya, diiringi lagu Goyang Shelomita.. tung kintang kintuung..

20160115_091841

Baca selanjutnya…

2016 : Ketika Tidak Bekerja

Januari 3, 2016 4 komentar

Holaaa.. selamat datang 2016.. lembaran baru, semangat baru, tantangan baru. Hemh, setidaknya itulah yang muncul di berbagai media sosial teman-temin. Mau dari twitter, instagram, facebook, dan lainnya. Pokoknya semua yang baik-baik adanya.. karena memang tidak terlihat ada yang berdoa atau berharap tahun ini lebih buruk dari tahun yang lalu kan?? Kalau ada amit amit deh, rasanya perlu mandi kembang tujuh rupa tujuh sumur hahahaha..

Kali ini tahun yang berbeda buat saya, karena biasanya di tahun-tahun sebelumnya jadi kuncen akhir tahun di pabrik. Sekarang saya bisa menikmati perjalanan balik selepas Natalan di Lampung kemudian sebagaimana tahun lalu memimpin mandokhata (kumpul keluarga) bersama mertua tercinta a.k.a. Opung Shelo, juga berikut adik-adik ipar nan cantik jelita dan tentunya mama Shelo beserta si mungil Shelomitha permata hati kami. Abang ipar yang harusnya ambil peran masih melaut nun jauh di sana mengail rupiah tentunya (bawa hepeng yang banyak kalau sandar nanti ya Lae.. hehehe).

Perbedaan lainnya? Kali ini saya sedang OFF alias putus kontrak bin resign dari sudut Cikande. Mau kemana? Hemh.. pertanyaan yang banyak dilayangkan banyak orang kepada kami sekeluarga kecil. Jawabannya hanya senyum manis, sambil menanti akhir Januari kemana dapur keluarga kami ngebul lagi. Biarlah Tuhan yang tuntun arah langkah kaki ini dalam mengais rejeki. Yang jelas saya probadi mau BALAS DENDAM!! Baca selanjutnya…

B 317 AN – An Untold Story

Ya ampun.. blog ini sepertinya hampir lapuk dimakan rayap. Kosong blong tanpa coretan seperti mantra Om Gosonk yang justru makin menggerus dengan blog berhosting-nya. Tapi ya itulah saya.. menulis saat pengen, meski pengennya nulis terus.. tapi pengen thok! Tangannya kadang belum bisa sinkron dengan kondisi sekarang. Weits.. gaya amad! Emang apa kabar mblo?

Eeeh.. sembarangan, judul coretan ini menjawab empat suku kata sebelum tanda tanya yang dulu sering diucapkan para atasan jika meeting bulanan itu. Bertiga Satu Tujuan.. Ya, saya sudah menikah, dan punya puteri mungil nan menggemaskan.. Shelomitha namanya. Tapi bolehlah kalimat dalam angka tersebut saya terjemahkan dalam rangkaian kata berikut..

Bintang.. Isteriku..

Sekali lagi tersenyum jika membaca ulang coretanku sebelumnya. Setengah hidup mencari jodoh yang bernama sama atau dengan kombinasi abjad nama depanku, ternyata memang bukan itu yang disampaikan si bapak tua. Sosok yang menjadi belahan jiwaku bernama Bintang.. kata “persis” nyatanya mengacu pada arti nama Dian dan Bintang sebagai sumber cahaya. Hemh… semula kalau punya anak akan diberi nama Silau.. soalnya terang ketemu terang.. eeeh ternyata gak jauh jauh amat.. Kenapa?

project

Shelomitha.. Puteriku..

Nama yang diincar oleh isteriku semenjak sekolah (ahaaay.. jauh amat mikirnya dulu maaa..). Yang bermakna pembawa kedamaian dan sekarang dipanggil Shelo (gak jauh kan sama Silau wkwkwkwk..). Puteri kecil yang sekarang hampir lima bulan lebih menjadi perhatian kami. Artis kecil yang sudah bisa tengkurap sendiri dan gemar diajak SELFIE! Hahahay.. Si mungil yang sedari dalam kandungan dibiasakan ikut pelayanan, hingga kami sepakat pasrahkan kepada Tuhan bilamana si kecil ini nantinya akan menjadi pelayan Tuhan. Amin.

bapa paskalis

Saat ini kami bertiga satu tujuan.. menjadi keluarga kecil yang selalu memancarkan kasih-Nya kepada sesama dengan cara sederhana tetapi nyata. Mohon doanya dan terima kasih sudi membaca.. Tuhan memberkati.