Arsip

Posts Tagged ‘banjir’

Tunyasedo..

Januari 16, 2013 Tinggalkan komentar

Satu akronim penutup hari ini.. Tunyasedo.. Tuhan Hanya Sejauh Doa..

– Saat banjir mengepung Jakarta dan hampir semua wilayah di tanah Jawa..

– Saat seorang Luviana menuntut keadilan dari kantornya..

– Saat partai politik meradang karena tidak lolos verifikasi untuk Pemilu..

– Saat seorang Dahlan Iskan mengakui telah melakukan kesalahan..

– Saat seorang Roy Suryo diragukan kapabilitasnya menjadi Menpora..

– Saat seorang Daming menangis meminta maaf atas candaannya..

– Saat seorang aku mempunyai piutang tak terbayar dan membutuhkan dana demikian besar..

– Saat seorang aku memutuskan untuk menutup akun jejaring sosial untuk fokus pada satu wanita..

Saat semua di atas, saatnya melantunkan doa.. Karena Tuhan hanya sejauh itu.. Selamat malam sahabat..

Iklan

Akoe dan Hujan..

Januari 13, 2013 Tinggalkan komentar

Mataku masih nanar menatap sekeliling mess yang riuh karena suara hujan menari-nari. Di atap mess.. sehingga ada satu titik talang air yang bocor membasahi lantai teras termasuk si Merah Centil yang terparkir kedinginan. Di rerumputan depan mess yang membuat genangan bak danau kecil yang memanjakan para kodok untuk kontes suara “paling menyebalkan” penghuni mess tiap malam. Tak ketinggalan di pohon jambu biji tepat belakang kamar mess-ku yang membuat gemerisik laksana suara dari dunia lain.

Yah.. sudah seminggu lah kira-kira hujan mengguyur bumi pertiwi dari Sabang sampai Merauke. Di tempatku bekerja sudah terasa imbasnya karena banyak operator yang tidak masuk karena terhalang hujan maupun tempat tinggalnya kebanjiran atau sekedar akses jalan ke arah pabrik tergenang lautan air. Efeknya juga membuat mata nanar melihat lembar absensi dan otak berpikir keras untuk mempertahankan kelangsungan produksi. Risiko itu bung!

Hujan.. semula hanya kumaknai dengan “siap tempur” keliling pabrik untuk mengamankan bahan kemas dan barang jadi dari serangannya sehingga harus berbasah ria dan minum obat setelahnya. Tetapi entah kenapa di satu sudut kamar mengingatkan akan beberapa peristiwa masa lalu yang menegaskan indahnya cerita aku dan hujan..

  Baca selanjutnya…