Arsip

Posts Tagged ‘menikah’

Ya.. Karena Saya Telah Memilih..

Ya Tuhan… banyak sekali sarang laba-laba di blog sederhanaku ini. Tak terasa sudah beberapa bulan tak kugoreskan coretan usilku. Sejenak tersenyum dan hanya deretan gambar di bawah ini yang mampu menjelaskannya.. Ya.. karena sebentar lagi mau menikah sehingga semua waktu dan pikiran tersita.. meski tak semudah yang dibayangkan dan tak selancar yang direncanakan utamanya masalah biaya yang masih sedut senut membayangi.. Namun Tuhan pasti buka jalan.. siapa tahu ada dermawan yang mau mengulurkan tangan..

undangan

Ya, menemukan Bintang dalam kehidupan kelamku seolah mengingatkanku akan Dia yang menganugerahi setiap hembusan nafas untukku sampai detik ini. Seorang wanita yang dengan kepasrahan luar biasa kepada Kristus dalam setiap detik hidupnya. Banyak kurangnya? Pasti.. karena kesempurnaan hanya milik-Nya. Tetapi menghadirkan sesuatu yang berbeda dari kisah cintaku sebelumnya.. itulah nilai plusnya. Membuatku kembali menggereja dan belajar kembali melayani dalam keterbatasan waktuku.

peta

Menikah.. seperti coretanku yang ini.. memang menjadi misteri Ilahi yang sungguh luar biasa. Semoga satu tambah satu tetap satu.. menekan setiap ego pribadi demi keutuhan dua pribadi.. Menggabungkan dua keluarga secara utuh dengan semua kelebihan dan kekurangan.. Ya, 9 Agustus 2014 semoga Tuhan menyertai.. Karena saya telah memilih untuk menikah dengan satu Bintang.. Amin..

4

Seharusnya Hari Ini Aku Menikah..

November 11, 2011 6 komentar

Sahabat.. baru saja hari Kamis berganti dengan hari Jumat.. Tanggal 10 pun berubah menjadi 11 November 2011. Hari Pahlawan kemarin seolah tak berkesan lagi untukku. Ach.. aku ingin berbagi segelas teh hangat dan sebungkus roti isi cokelat serta mendengarkan lagu Akhir Cerita Cinta-nya mas Glenn Fredly denganmu.. hanya denganmu. Berbincang.. Tertawa.. Bercanda.. Beradu olok.. Untuk sejenak lupakan sedikit getir dalam hidup ini.

Kulirik hape yang tergeletak di samping segelas teh.. Masih terbaca di sana satu sms dari Tanteku tiga hari yang lalu.. “Selamat malam Mas, pa kbr? Gmn dgn hari Jumat bsk? Kan tanggal 11-11-11, hehehe…” Mungkin kalimat itu terdengar biasa bagimu. Tapi maknanya sungguh dalam untukku. Kalimat yang mampu mengaduk isi perut dan otakku (lebay??) Namun SMS tersebut justru merupakan penguat semangatku. Yach semangat untuk melanjutkan kembali rencana yang putus di tengah jalan. Rencana indah yang memang hanya rancangan insan belaka tetapi Tuhan jua akhirnya yang memutuskan..

Hari ini.. 11 November 2011, harusnya aku sudah cuti kerja mulai Senin kemarin. Harusnya aku melewatkan malam midodareni semalam. Dan saat ini tertidur pulas untuk acara di gereja besok pagi dan resepsi di waktu sesudahnya. Namun hari ini aku masih menarikan jemariku untuk sebuah coretan yang mungkin hanya ekspresi hati atau istilah gaulnya curcol. Tapi aku berharap bahwa coretan ini mampu menyemangati sahabat-sahabat, yang mungkin memiliki kisah yang sama denganku.

Yap.. hari ini seharusnya aku menikah.. jika memang digariskan begitu. Satu acara sakral pelepasan masa lajang yang bebas dan dengan sadar dan sengaja membiarkan diri menjadi terikat. Terikat oleh pasangan dan keluarga pasangan kita, terikat dalam masa yang tak lagi sendiri, terikat atas janji untuk selalu setia, menghargai, melengkapi, dan menjadi sandaran bagi belahan jiwa yang lain. Tapi sekali lagi itu hanya rancangan dan inginku. Tuhan ternyata punya kuasa untuk tidak mengabulkannya.

gambar diambil dari http://www.hefamily.org

Baca selanjutnya…

Menikah dan Karamel di mata Ibuku

September 23, 2009 Tinggalkan komentar

Mas.. Ubannya kok tambah banyak..??

Duar! Kalimat yg lembut terucap dari Ibu seolah menyudutkanku.. Mengingatkan 2 digit usiaku.. ‘salah shampoo bu..‘ kelitku ringan.

Ringan? Kata siapa.. Karena kelu juga aku menjawabnya. Sambil tersenyum Ibu merapikan adonan karamel yg terakhir..

Ibu pingin cepat momong cucu?

Pertanyaan klasik tiba2 terlontar sambilku menuang adonan karamel ke loyang..

Ibu tersenyum.. Dia mengelap hidung dan rambutku yang coklat karena adonan nyasar. Beliau pun mulai bertutur..

Menikahi seorang wanita.. Salah satunya bisa diumpamakan dengan membuat karamel. Ada takaran yang jelas.. Ada feel yang diutamakan.. Ada waktu penyiapan.. Dan sdikit keberuntungan agar karamelnya enak dan tidak keras.. Unsur hati harus kau utamakan di dalamnya..

Baca selanjutnya…