Arsip

Posts Tagged ‘apoteker’

Saya Kompeten. Tapi Belum Meyakinkan.. Sebuah Jawaban..

Yah.. akhirnya sempat juga meluangkan waktu di sela kesibukan sertijab untuk menulis coretan ini. Satu jawaban atas postingan sebuah pertanyaan.. mengenai kompetensiku atas profesi yang kupilih bahkan dimana aku mengucap sumpah untuk itu.  Walau kala itu aku tak lantang betul dalam mengucapkan sumpah itu. Apapun itu.. aku bersyukur dan memanjatkan syukur plus terima kasih pada Tuhan karena tanpa campur tangan-Nya, aku takkan mampu melewati fase sertifikasi apotekerku.

Minggu pagi terasa cepat kujumpai kala itu, 24 Juli 2011, dimana saat orang kebanyakan menikmati Sunday Morning di seputaran danau UI, aku memacu si Merah Centil menerobos kerumunan penikmat pagi menuju Departemen Farmasi UI. Ugh.. pasti telat pikirku. Dan memang benar.. aku ketinggalan ujian, namun untungnya diijinkan untuk mengikuti jam berikutnya. Dan.. DUAR!! Rasanya bisulpun meletus saat 50 menit kuselesaikan semua sesi ujian mulai dari pilihan ganda, analisa resep, menulis copy resep, mengkaji suatu resep, dan akhirnya konseling ke pasien. Baca selanjutnya…

Iklan

Apakah Aku Masih Kompeten? Sebuah Pertanyaan..

Membaca postingan teranyarku di www.bocahrantau.wordpress.com, membuatku sadar bahwa aku telah keluar dari lintasanku sebagai apoteker. Maka aku berinisiatif untuk mengikuti SKPA (Sertifikasi Kompetensi Profesi Apoteker) yang kebetulan diselenggarakan di Fakultas FMIPA – Departemen Farmasi UI. Lokasi acara yang bisa kutempuh dengan sepeminuman teh membuatku bersemangat kali ini walaupun sebenarnya aku ingin mengikutinya di kota gudek Jogja. Walau ada masukan dari teman mengenai kebelumjelasan program ini pun aku tak bergeming. Walau belum gajian pun aku paksain pinjem dulu untuk biaya pendaftaran. Dan walaupun baru menerima konfirmasi bahwa aku diterima sebagai peserta di Jumat malam sehari sebelum hari H pun aku masih tetap antusias.. dan sangat antusias..

Sedemikian bersemangatnya diriku.. sehingga beberapa rencana akhir pekan kutepikan demi acara ini.Walau tidak tahu apa yang akan kuhadapi dalam acara hari ini, aku masih tetap tak peduli. Motivasiku hanya untuk menguji diriku sendiri, tanpa belajar lagi, tanpa harus tanya kanan kiri, apakah aku masih kompeten di profesi ini. Apapun hasilnya.. maaf aku tak peduli.. aku hanya ingin mengetahui sejauh mana aku telah bergeser dari lintasanku selama ini.

kartu pesertaku.. kodenya akan jadi bahan coretan berikutnya..

Baca selanjutnya…

Kembali ke Lintasan.. Back To The Track..

Juli 23, 2011 2 komentar

Tercenung sesaat kala kuputuskan untuk coretan singkatku kali ini. Hanya sebuah kalimat petikan dari perbincanganku dengan managerku kala kuputuskan untuk berhenti dari tempatku bekerja saat ini. Beliau mengutarakan hal itu dengan mimik dan ekspresi serius, seolah mengingatkanku akan kondisiku sekarang.

Waktu terus berputar dan tak bisa berhenti.. Sekalipun kita mati, waktu pun masih akan meneruskan putarannya untuk mereka yang masih hidup hingga nanti kiamat datang (bagi yang percaya akan adanya kiamat). Tapi waktu itupun kuyakini akan berpindah ke alam yang belum pernah kusinggahi setelah kematian. Tentu saja sahabat… Mana mungkin kutulis coretan ini jika sudah menghembuskan nafas terakhirku kan??

Kita pun saat ini mau tak mau dan harus mengikuti putaran waktu tersebut. Seiring pergantian langkah hidup dan pergulatan kita dalam menjalani tiap fase dalam kehidupan kita. Ada saat senang, ada pula duka, kadang kita di puncak, tak jarang pula kita terpuruk. Dalam perjalanan itu, banyak kisah tlah terlewati, banyak ruang terlalui. Dan saat itulah ujian itu datang.. Baca selanjutnya…

Apoteker kok takut obat?

Oktober 11, 2009 Tinggalkan komentar

Jiah!!! Kalimat itu keluar dari bibir mungil Carin adik sepupuku Lebaran 2009 kemarin. Kala aku pilek dan gak minum obat.. Bukan takut sayangku.. tapi ngeri..

Trus kok ndak mimik obat? apoteker kok takut obat..

Dalam coretan singkat ini aku cuma mau share bahwa jangan sering-sering minum obat untuk penyakit yang sebetulnya hanya gejala simptomatis.. Misal… pilek, demam, batuk ringan, atau letih lesu. Itu semua akan dan bisa hilang dengan sendirinya.. (definisi simptomatis.red)

Trus gimana dong..

Pertama, kenali dulu penyebabnya.. Misalnya.. karena telat makan, sering begadang, merokok, atau lelah bekerja.. bahkan telat gajian loh.. So obatnya kan istirahat sembari minum vitamin (bukan obat lho..)

Baca selanjutnya…