Arsip

Posts Tagged ‘cinta’

Empat Aksara Cinta

Mei 10, 2013 4 komentar

Dingiiin.. tatkala kuselesaikan perjalanan hari ini dengan diawali hujan sepanjang mess Cikande hingga setengah perjalanan menuju Gereja Kristus Raja Serang. Selesai misa menuju klinik Ikhlas Medika di sekitar Terminal Pakupatan eh.. gantian daerah Serang yang diguyur hujan sedangkan mess tercinta terang benderang.. Tapi tak apalah yang penting sudah bisa merayakan misa dan menjenguk si Aji, adik merangkap keponakanku yang sedang dirawat karena sakitnya.. Cepet sembuh ya dek..

Sahabat, percayakah kamu dengan ramalan? Kalau aku sih tidak.. tetapi.. aaah..

Satu babak kisah hidupku yang menyita perhatianku kali ini adalah seusai merayakan misa sore Kenaikan Isa Almasih di Gereja Kristus Raja Serang. Seperti biasa (belum pernah aku ceritakan sebelumnya..) seusai misa maka aku akan membantu merapikan kursi di sayap kiri  gereja. Kursi yang kadangkala ditinggalkan semena-mena oleh umat sehingga petugas tata tertib harus merapikannya. Sore menjelang petang hari ini entah kenapa aku bersemangat sekali meski tidak banyak yang bisa aku pandang sembari membantu para petugas ta-tib. Haiyah.. ternyata MODUS..

Setelah kelar.. tiba-tiba satu tangan dari seorang bapak yang sedari tadi kuperhatikan melihatku merapikan kursi, melambai seolah memanggilku. Tadinya aku biasa saja karena mungkin si bapak merasa aneh sebab aku sendiri yang tidak berseragam petugas ta-tib saat menumpuk dan memarkirkan kursi gereja satu persatu. Hemh.. jangan-jangan dipikirnya aku koster nih.. akupun lantas menghampiri beliau yang kutaksir usianya sekitar 50 tahunan namun belum beruban banyak..

Mendadak seperti terhipnotis diriku saat diulurkan tangan kanannya seraya mengucapkan “damai Kristus..”. Kubalas jabatan dan sapaannya dan matanya tajam menatap mataku sambil berujar.. “tanggal 21 ini ulang tahun ke-30 ya mas..”. Whaaat!! Blup! Aku seperti tak sadar lagi karena sama sekali tak kukenal bapak ini, secara tepat dia mengetahui tanggal lahir dan calon usiaku yang baru. Apakah dia punya FB, apakah dia membaca blog-ku, apakah beliau mantan guruku, apakah beliau saudaraku.. aaaaah apakah.. apakah.. dalam beberapa detik berjuta tanya mampir di benakku. Tetapi yang jelas beliau adalah saudara dalam Tuhanku.. meski aku tidak melihatnya sepanjang misa sebab aku ada di bagian dalam gereja.

Mas percaya ramalan?” susulnya tiba-tiba.. “Sedikit pak..” jawabku singkat. Beliau mendehem kecil dan berujar “jangan pernah sedikit-sedikit.. ya atau tidak.. semua dalam hidupmu jangan kau bawa dalam keraguan”. Aku pun menjawab lagi “Tidak pak, saya percaya Tuhan..”. Beliau tersenyum dan berkata.. “Puji Tuhan kalau tidak.. karena saya hanya ingin memberi tahu bahwa jodohmu akan memiliki nama persis seperti empat huruf nama depanmu.. D I A N.. Selamat malam.. Damai Kristus besertamu”. Si bapak berlalu meninggalkan aku yang bengong dan seolah seperti tersihir seraya hanya mampu berucap lirih.. “Damai Kristus juga pak..”.

Sepeninggal si bapak, agak lama aku berdiri di sayap kiri gereja dan selang beberapa menit aku tersadar dan mencoba mencari tahu kemana arah perginya si bapak. Tapi aku kehilangan jejak. Sepertinya beliau naik Jupiternya Komeng atau awan kinton-nya Son Go Ku, atau kuda sembrani bapaknya Harry Potter, atau apalah itu yang jelas beliau MENGHILANG.. Setelah menebak tanggal lahir, usia, nama, dan menasihatiku untuk tidak sedikit-sedikit dalam hidup ini. Baca selanjutnya…

Susahnya bilang Cinta…

Februari 1, 2013 Tinggalkan komentar

Muter-muter pas ngobrol.. sms rada ngaco.. bbm ya ngawur.. terakhir diakhiri hahaha hehehe.. emoticon nyengir, kedip, sampai kecup basah.. padahal benernya mau ngomong ..cinta..

…sesuai umur kayaknya..

Temaram jingga di sudut keretaku..

Januari 15, 2011 Tinggalkan komentar

Lepas penat menunggu waktu..
Ku berdiri d sudut keretaku..
Sebatang rokok tak mampu usir galauku..
Sbab teringat secuil kisah di suatu waktu..

Beda tempat.. Beda waktu..
Kala mengejarmu di kota itu..
Lain sebab.. Lain asa..
Karna saat itu jutaan cinta menghujaniku..
Mungkin rasanya tinggal puluhan saja yang menderaku..
Di sudut kereta saat kutulis coretanku..

Baca selanjutnya…