Arsip

Posts Tagged ‘pemimpin melayani’

Ayo belajar menjadi Pemimpin 5M…

Oktober 25, 2011 Tinggalkan komentar

Hujan baru saja menyergap kawasan kerjaku kala pergantian hari. Ditemani secangkir kopi moccacino yang masih hangat sehangat otakku. Entah kenapa terkenang satu SMS dari leader bawahanku di suatu siang..

“Menurut Pak Dian, gimana kinerja saya di mata bapak, dimana letak kekurangan saya? Walau saya sadar  masih banyak kekurangan..”

Satu SMS yang cukup menggugah rasaku karena baru sehari kuadakan briefing tentang arti sebuah keterbukaan kepada leaderku. Dan leader yang satu ini cukup cepat merespon tawaranku dengan inisiatifnya sendiri. Kami pun berbalas pesan dan kuselipkan beberapa arahan di dalam setiap balasanku. Kubuka kembali deretan SMS berbalas itu dan aku menghela nafas karena dalam satu pesanku aku menuliskan mengenai kriteria pemimpin menurutku sendiri yaitu Pemimpin 5M..

Menurut pikiran ngawurku, seorang pemimpin yang baik memiliki ciri 5M dalam kesehariannya.. Apa sajakah itu? Baca selanjutnya…

Liburan Rohaniku Episode Kamis Putih…

21 April 2011, dua hari sebelum coretan ini terbit, saatnya Kamis Putih bagi kami para penganut agama Katolik. Ada beberapa scene yang melintas pada liburan rohaniku kali ini.

Scene 1 :

Walau cuti tapi karena hati sudah terpatri di kerjaan, tetap setia berkutat di depan laptop untuk merancang schedule. Hemh.. ini apa karena perkataan senior yang mengungkapkan bahwa ari-ariku sudah tertanam di pabrikku ini ya??

Scene 2 :

Mulai mengutak atik jadwal misaku, merancang pergi misa dari jam 6 sore sampai akhirnya berangkat jam 9 malam karena permintaan sahabat.

Scene3 :

Teringat beberapa tahun lalu saat secara tak sengaja menjadi salah satu rasul bersama Revo, dan dibasuh kakinya di gereja Kotabaru.

Scene 4 :

Mulai panik karena sampai 20.15 ada sahabat yang belum ready to go, tapi puji Tuhan akhirnya malah ada sahabat yang tergerak untuk ke gereja setelah entah berapa bulan tak ke gereja. Semakin mantab karena dia berjanji untuk rajin ke gereja..

Scene 5 :

Tetap saja si setan ngantuk melingkupi kami, mata merah dan korupsi waktu doa pun terjadi.. Maafkan kami Tuhan.. Saat dalam buaian setan, teringat dulu saat Tri Hari Suci, aku pasti sibuk dengan geng misdinarku, mengelana dari gereja ke gereja.. Phitz, Bambang, Joko, Naning, Paulina, Tuti, Lukas, Yogi, Susi, Lia, Eta, Esti, Eni, Sari, Agus, Wid, Rita, Siska, dan masih banyak yang lainnya.

aku dan om Yogya Wiragi.. sekarang mah gantengan dan tinggian dia hehehe

Baca selanjutnya…