Arsip

Posts Tagged ‘bersyukur’

Ngapain Takut Dipecat? Bersyukurlah..

Maret 23, 2013 4 komentar

Sebelum coretan ini ditulis.. ijinkan saya untuk meminta maaf jika ada kebetulan sahabat yang sedang mengalami kebuntuan dan kegalauan karena saat ini kebetulan belum bekerja lagi pasca di-PHK. Namun saya tegaskan bahwa saya menulis coretan ini dalam keadaan sadar dan tanpa tekanan pihak manapun sehingga kiranya Tuhan beserta saya dan apa yang saya coretkan dapat menjadi refleksi bagi kehidupan kita. Sambil tersenyum tulus (maaf pasti kalian tidak bisa melihat) saya haturkan terima kasih kepada beberapa sahabat yang menginspirasi dan juga adik semata wayang saya Dhenta yang selalu menjadi kebanggaan saya.

Coretan sederhana ini berawal dari satu perjalanan kuliner saya di daerah Serang minggu lalu sepulang gereja. Kala itu karena penasaran dengan cerita nan penuh semangat dari Om Bro (Om saya di Ciledug) tentang sop kambing yang super duper maknyus di daerah Ciceri Serang. Intruksi sudah jelas, tempat sudah didapat, di sekitar Apotek Ind** Farma namun sayang lapak sop kambing yang dimaksud sudah berganti dengan warung tenda sop, soto, sate ayam dan ayam bakar Bu Galak.. Eits kalau kalian check ke TKP, yang kira-kira berjarak 200 meteran dari pintu lintasan kereta api, kalau dari Terminal Pakupatan Serang ambil ke kanan di perempatan Ciceri, maka tidak ada nama warung tenda yang barusan saya sebut. Kenapa? Karena nama itu bingkisan dari saya setelah dengan mendelik dan bernada marah si Ibu penjaga lapak menjawab pertanyaan saya udah tahu adanya sop, sate, soto ayam dan ayam bakar, masih nanya sop kambing.. makan sekolahan nggak?!? . Ya Tuhan.. pertanyaan saya sebelumnya cuma empat kata “Ada sop kambing Bu?” eh.. dijawab dengan rentetan kalimat dahsyat di atas. STOP! Jangan ikutan marah dulu.. karena saya memang usil dengan bertanya lagi ke si Ibu “Loh.. yang jual sop kambing di sini sudah pindah bu? Pindah kemana ya?”. Tebak deh Ibunya jawab apa.. Bodo amat!! .. Ups.. terlepas dari nada marah si Ibu yang mungkin sedang galau tingkat dewa nan cetar membahana ulala, tapi sungguh saat itu wajah polos tapi tengil saya pasti terlihat puas.. sebab skor kami 1:1 karena gantian si Ibu hanya jawab dengan dua kata atas rangkaian kata tanya yang saya sodorkan.. hehehe..

Sebelum dilempar gerobak sop dan soto ayam, saya bergegas menyeret si MC meninggalkan lapak itu untuk mencari lapak sop kambing yang ditargetkan. Pendek kata setelah sempat singgah di lapak yang mungkin saja seperti yang Om Bro ceritakan, lalu pura-pura ada telepon dan minta dibungkus setelah melihat apa yang disajikan kurang menjawab imajinasi saya, ditambah saya memesan seporsi bubur ayam Cirebon yang sebenarnya juga menjadi incaran saya untuk dicicipi, akhirnya saya memarkirkan si MC dengan manisnya di depan sebuah tenda sop dan soto kambing betawi cabang Tanah Abang (benar atau tidaknya saya tidak tahu karena penjualnya berlogat Sunda) yang masih di area Ciceri. Semangkok sop kambing bersantan lebih menggugah selera makan saya dibanding sop kambing berkuah bening.. kolesterol woles aja dah..

 jajanan

Baca selanjutnya…

Akoe dan Cerminku sore ini..

Hemh.. weekend yang menyenangkan (betul-betul relax maksudku..). Tanpa terasa sore segera menjelang.. Yap! Waktunya mandi sore nich trus cari makan dan melewati malam mingguku tanpa seseorang yang special (nasibjomblo.com). Berhubung anak kost dan kebetulan kamar mandi dalam, dengan santainya tinggal tutup pintu dan pastikan korden tertutup rapat.. huplaaa.. setengah bugil dech. Entah kenapa isengku menyergap, dengan santainya aku ngaca depan cermin yang nangkring di salah satu sisi ruang kamarku.. Hemh aku mulai kurus dan jerawat mulai bermunculan beberapa minggu terakhir, menjajah wajahku yang biasanya mulus tanpa penghias wajah yang kusebutkan tadi.. Hemh mandi dulu akh..

Kelar mandi yang cuma beberapa menit (mandi bebek nich kayakna).. Aku coba lagi melihat rupaku di cermin. Akh.. gak ada bedanya, coba mandi lebih lama tadi.. barangkali tambah ganteng ya?? (n.g.i.m.p.i.. kata jin dalam salah satu iklan rokok). Tapi sebentar.. setelah kutatap berapa lama, kok cermin itu tiba-tiba berubah??

Ada beberapa kalimat yang tiba-tiba muncul di cermin itu.. Berubah-ubah.. dan seolah menanyaiku. Padahal menurut cerita-cerita silat jaman Mak Lampir, biasanya manusia yang akan bertanya pada cermin bukan?? Dasar iseng lagi kumat, aku seperti gila menjawab beberapa pertanyaan yang melintas di cermin itu..

Cermin : ‘Apa kabar bro..?’

Akoe    : ’ Baek bro.. sangat baik.. mang kenapa?’

Cermin : ’ Agak kurusan kelihatannya?, stress bro?’

Akoe    : ‘ Sok tahu.. aku malah lagi nyaman-nyamannya kok..’

Cermin : ‘ OK dech bro.. moga harimu menyenangkan..’

Baca selanjutnya…