Arsip

Posts Tagged ‘kerja’

Aku mau Waras tidak Sinting lagi.. Bagaimana dengan Anda?

November 30, 2014 Tinggalkan komentar

Sudah lama sekali ingin menulis coretan ini.. Namun sepertinya baru kali ini nemu momen yang pas.. maklum penulis eh pencoret kambuhan.. Kadang kambuh.. tapi sering banget nggak-nya. Kenapa sekarang? Ya karena akhir bulan.. tepat untuk memulai bulan baru. Yups.. penghujung November.. setelah diskusi serius dengan isteri mengenai ART yang masih minus di bulan ini hehehe..

Waras dan sinting adalah dua istilah yang kerap kudengar dan kucermati setiap sesi training yang dibawakan di pabrikku. Seorang trainer terbaik kami selalu mengungkapkan bahwa hanya ada dua jenis manusia di muka bumi yaitu yang SINTING dan WARAS.. Ups! Kirain wanita dan pria.. (meski ada yang di antaranya). Dan hebatnya lagi, beliau selalu bertanya.. “Anda SINTING atau WARAS?” Kadang keki juga ditanya seperti itu, coba deh kalau telinga Anda mendengarnya.. pasti akan teriak kenceng WARAAAAS bukan? Tunggu dulu soooob.. Coba telaah maksudnya di bawah ini..

Manusia SINTING adalah mereka yang menginginkan hasil berbeda dengan cara yang sama sedangkan mereka yang WARAS adalah melakukan hal yang berbeda dari sebelumnya untuk memperoleh hasil yang berbeda pula..

Nah.. hayoo.. MIKIR kan? (kayak Cak Lontong..). Hasil berbeda tentu bisa jadi yang lebih baik, lebih banyak, lebih bagus, dan lebih lainnya ATAU justru sebaliknya.. Meski tentu pengennya hasil berbeda yang dimaksud adalah yang memiliki nilai plus dari sebelumnya. Masak iya ada yang mau lebih bodoh, lebih ceroboh, lebih miskin?

Bagaimana dengan aku? Nah.. karena buruh pabrik, maka aku coba akan uraikan dalam lingkungan pabrik. Untuk rekan-rekan yang mau berefleksi maka silakan kondisinya diganti dengan lingkungan masing-masing.. di instansi pemerintah, di pasar, atau dimana saja.

Bagi buruh sepertiku, kadang yang terpikir di benak adalah bagaimana bekerja lebih baik, mendapatkan pendapatan lebih banyak, posisi lebih tinggi, dan karir yang lebih cemerlang. Ternyata selama ini aku masih SINTING pemirsa.. Sebab masih mengandalkan cara-cara yang sama untuk mendapatkan hasil produksi yang maksimal, komunikasi yang efektif, gaji yang lebih banyak, dan lain sejenisnya. Kerja ya masih masuk mepet jam masuk, jarang blusukan ke line, delegasi yang tidak jelas, kontrol yang kurang ketat, dan seterusnya.

Bagaimana untuk menjadi WARAS? Nah.. mulai Desember aku harus masuk kerja lebih awal, koordinasi dan komunikasi lebih tepat guna dan konsisten, memimpin dengan baik, delegasi yang cermat dan terarah, rajin blusukan dan jemput bola, serta tetap haus ilmu dan tidak puas diri. BERHASIL? Itu nanti.. yang penting lakukan dulu. Jika gaji tidak naik? Berarti harus cari pendapatan di luar pabrik semacam usaha sampingan asal jangan sampai KORUPSI. Apalagi di usiaku harus mulai melirik dunia wiraswasta karena bekerja terus di pabrik tetap bukan pilihan utama dan ada batasnya (baca : pensiun). Posisi tidak naik, karir tidak cemerlang? Woooh.. mungkin bukan di pabrik ini, jadi ya harus PINDAH KERJA  apabila sudah diupayakan dengan usaha yang maksimal (dan jujur tentunya).

Itu yang akan saya lakukan untuk menjadi WARAS.. Tolong ingatkan kalau masih SINTING lagi. Bagaimana dengan Anda? Yang sudah WARAS jangan jadi SINTING setelah baca coretan ini ya..

 

WARAS : Tak ada alasan untuk kehilangan komunikasi karena baterai habis.. ojo cengeng..

WARAS : Tak ada alasan untuk kehilangan komunikasi karena baterai habis.. ojo cengeng..

Iklan

Akoe dan Operatorku : Kok Kerja Terus Sih Pak.. Kapan Hepi nya???..

Oktober 21, 2011 4 komentar

Judul coretanku di atas sering sekali kudengar, terutama akhir-akhir ini, dari beberapa bawahan dan operator di departemenku. Ya cewek.. ya cowok.. Yang muda maupun tua.. Sambil senyam senyum meledekku karena saking getolnya kerja, kadang sudah jam pulang pun aku masih terlihat mondar-mandir di lingkup area kerjaku (catat : kadang memang benar cuma mondar-mandir kok! haha). Atau tak jarang melihatku masih berkutat di depan laptop walau sudah pulang ke mess yang letaknya sepelemparan batu dari area pabrik. Padahal bagiku semua wajar.. karena kadang aku juga bisa pulang kerja langsung tepar atau berangkat dan pulang tepat waktu.. Ah jangan-jangan mereka terlalu lebay..

Pernah suatu sore, kurenungkan kalimat itu, mencoba iseng aja dengan deretan kata yang sebenarnya ambigu antara mengajak, meledek, memuji, mengingatkan? ah entahlah..  Yang jelas butuh beberapa batang rokok DP untuk membuahkan ide mencoretkan ini dalam blog yang sederhana ini. Hanya berpulang.. kembali.. ke tiap kita pribadi.. Baca selanjutnya…