Arsip

Posts Tagged ‘Ahok’

Memimpin dengan Kasih Sayang..

Februari 14, 2013 Tinggalkan komentar

Umur boleh tua.. tetapi saya masih ingat bahwa hari ini (14 Februari) diperingati sebagai hari kasih sayang di perbagai belahan dunia. Meski ada beberapa yang melarang untuk merayakannya tapi tak jadi soal karena memang yang namanya kasih sayang tidak selalu di hari ini kan? Tetapi setiap hari.. bahkan jika mau lebih CETAR.. ya setiap hembusan nafas kita karena Tuhan juga menyayangi kita di tiap udara yang kita hirup dan lepaskan sepanjang hidup. Saya lantas tersadar untuk membuka kembali satu jejaring sosial yang saya deaktivasi dengan warna baru.. No status, no Galau, no Picture gak penting.. hanya wadah untuk berbagi kasih melalui coretan-coretan saya meski bisa langsung ditemukan di blog sederhana yang saya miliki.

Tepat kali ini, di tengah rinai gerimis yang menggagalkan acara saya untuk sekedar menikmati makan malam di luar kawasan industri tercinta, saya justru ingin berbagi tentang pekerjaan yang saya geluti dan nikmati setiap hari. Yang saya maksud adalah bagaimana untuk memimpin dengan kasih sayang.. loh biasa ya? Hemh.. biar saya urai sedikit agar terlihat luar biasanya.

Memimpin dengan kasih sayang mengandung dua kata “kasih” dan “sayang”. Kasih.. tentu saja saya denotasikan saja sebagai memberi dan tak harap kembali bagai sang surya menyinari dunia.. hehehe. Saya juga pernah coretkan di blog ini.. Sedangkan SAYANG? Akan saya urai jadi tiga kata.. Baca selanjutnya…

Iklan

Post Graduated Syndrome..

Februari 9, 2013 Tinggalkan komentar

 Sahabat..pernah dengar istilah Post Power Syndrome (PPS)? Yang secara mudah bisa dikatakan satu kelainan kalau tidak boleh dibilang penyakit yang menghinggapi seseorang pasca berhenti dari pekerjaan atau jabatannya. Bisa karena pensiun atau justru karena diberhentikan dengan hormat atau dengan siap grak eh.. maksudku dengan tidak hormat.  Yang jelas dari semula biasa beraktivitas kemudian tiba-tiba tidak ngapa-ngapain ternyata bisa membuat orang mengalami penurunan ambang emosi, cepet naik pitam tapi gak cepet turun pitam, mudah darah tinggi hingga sampai kejang-kejang atau ayan..dan ah.. lupakan saja ya.. Saya takut sekian dari sahabat justru pakarnya sindrom ini sebab saya cuma corat-coret ngawur..

Tapi saya ingin menulis sindrom lain..namanya Post Graduated Syndrome (PGS) atau sindrom setelah lulus. Ups, lirak-lirik dikit..kedip-kedip dan andaikata sudah ada istilah lain ya maaf.. tapi boleh terus nyoret-nyoret ya.. (secara ini blog saya sendiri hihihi..). Istilah di atas saya dapatkan dari pengalaman dua adik saya yang baru lulus kuliah. Satu adik sepupu, satu adik ketemu gendud (daripada ketemu gede sich). Okay..

Hampir sama kejadiannya, setelah diawali SMS lalu dilanjut telponan sampai kuping panas pulsa nipis. Namun karena lebih dulu bekerja maka saya bisa berkoar-koar dan sambil semangat empat lima memberi wejangan walau di akhir obrolan ternyata hape saya sudah basah kuyup karena ada yang ikut muncrat. Tapi meski entah didengerin atau justru hapenya di loud speaker dan ditinggal pipis..ternyata saya berhasil menemukan formula untuk mereka yang baru lulus dan takut atau galau menghadapi dunia kerja. Mau tahu? Baca selanjutnya…