Beranda > Menikmati Pekerjaan Ala DP > Wong Cuma Nyapu Kok..

Wong Cuma Nyapu Kok..

Slurrrp.. seolah tak mau kalah dengan Miss B1P, aku menikmati secangkir kopiku pagi ini. Kopi buatan Ibu yang terabaikan sejam yang lalu seiring usaha beliau membangunkanku pagi ini. Kucek-kucek mata, ke kamar mandi bentar dan ada sedikit waktu untuk menikmatinya di depan si Aspire. Trus guwe dianggurin? Tanya si pacar itemku.. Ya nggak lah Pire.. aku towal towel deh kamuuh..

Sudah dua bulan ini ada masalah dengan jam tidur dan lama tidurku. Sangat berantakan dan kadang menjengkelkan. Ada saat dimana aku bisa begadang seharian, terbangun tiap dua jam di malam hari, tertidur di pagi hari setelah mandi, dan sebagainya. Contoh terakhir adalah saat open house (sok gawul..) Natal hari pertama di rumah.. Dari jam lima sore sampai sembilan malam aku meringkuk tidur dengan sukses di kamar bapak ibu boz. Pas bangun pura-pura marah padahal bingung dan masih ngumpulin nyawa. Kata pak boz mau dibangunin eh aku-nya pules banget, ngorok malah.. busyet dah! Itu di luar kebiasaanku ngunyah kerikil saat tidur looh..

Hemh.. untung juga sih, sebab di rentang jam di atas, banyak sekali tetangga yang ber-anjang sana ke rumahku. Setidaknya telingaku tidak harus GATAL untuk mendengar beberapa classic question. “Mbaknya mana? Kapan Nyusul? Kok pulang sendirian?” hehehe.

Aku tetapi tergelitik untuk mencari penyebab “tewasku” sore itu.. Apa ya? Tepat di tegukan ke-sekian kutemukan jawabnya juga. Aku ternyata kecapekan karena paginya MENYAPU sebagian pekarangan rumah. Sebenarnya sapu juga sudah diberi gagang oleh bapak tetapi tetap saja pinggangku langsung bereaksi protes dan berserikat dengan lengan dan pundakku yang pegal-pegal. Ujungnya ya capek.. Tapi ada yang lain dari menyapuku kali ini..

 Sahabat.. tidak ada yang istimewa sebenarnya dari kegiatanku tersebut. Mungkin di antara kalian ada yang lebih sering melakukannya. Aku hanya perlu sapu dan pengki, sampah yang bertebaran di pekarangan, dan semangat yang menyala kan? OK, aku mulai dari area taman, mengumpulkan sampah di sudut taman, membuangnya di tempat sampah yang tidak terletak di area tersebut dengan bantuan pengki. Berikutnya adalah pekarangan samping, dimana ada tambahan mencabuti rumput liar yang menghalangi lintasan menyapuku (membuat berat mengayun senjataku pagi itu). Sesekali harus pandai bermanuver di antara pohon pisang atau singkong dan kakao terutama di pekarangan belakang agar tidak terkena getah yang bisa mengotori bajuku. Terakhir tentu saja membakar sampah yang terkumpul.. beres deh.. Sederhana bukan?

Tetapi ternyata tak sesederhana pikiranku pagi ini. Menyapu kali ini memberikan pelajaran bagiku tentang bagaimana dalam melaksanakan pekerjaanku. Maksudnya? Yap.. pertama aku harus memastikan bahwa semua peralatan, perlengkapan, prosedur, pekerja, dan semua sistem penunjang kerja harus siap dan ditambah semangat kerja yang positif dan tentunya doa. Mulai dari satu titik awal dan berurutan ke titik-titik lainnya baik secara seri maupun paralel alias bersamaan. Laksanakan semua prosedur dan sistem sesuai apa yang ditetapkan serta atasi semua masalah yang menghambat pekerjaan. Selalu waspada terhadap kemungkinan kegagalan atau penyimpangan agar pekerjaan tetap lancar. Dan tentunya terakhir harus merampungkan setiap pekerjaan, mendapatkan hasil, merangkum semua proses, menyimpulkan dan mengevaluasi hasil kerja kita.. dan menutupnya dengan doa.

Weee.. ngopi lagi ah.. cuma nyapu aja kok bisa ngingetin ke kerjaan.. masih libur tauuu..

nyapu nih

Iklan
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: