Beranda > Polahku Teranyar.. > Natal 2012 : Terenyuh.. Tapi Tuhan itu Nyata Ada..

Natal 2012 : Terenyuh.. Tapi Tuhan itu Nyata Ada..

Penghujung tahun sahabat.. mencoba lagi mencoretkan sesuatu di blog ini setelah Natal hari pertama dilalui. Banyak sekali ide tulisan di kepala.. tetapi tentunya hanya sedikit waktu untuk berdua dengan si Aspire (menunggu tamu pulang dan yang lain dah bobo..). Tapi di sedikit waktu sebelum berganti hari.. Ada satu yang membuatku merasa tergelitik untuk mencoretkannya.. Ketika sebelum Natal melintasi jalan menuju rumah yang sekarang semakin bertambah parah.

Jalanan masih sama lebarnya.. masih sama lengangnya.. tetapi lubang-lubang semakin menganga dan bertambah banyak. Tepat 100 meter sebelum masuk gang ke rumah.. ada jalan yang seperti kubangan tempat mandi kerbau, motor sedikit kupelankan.. dan ya amplop ada beberapa pemuda sedang menimbun jalan yang berlubang. Alangkah mulia hatinya.. Tapi, tak lama pandanganku berpindah ke seorang pemuda lain yang membawa toples plastik ukuran jumbo dan menodongkannya ke satu mobil yang kebetulan berpapasan dengan si Merah Centil..

Waktu itu aku tak pakai masker lagi karena habis isi bensin dan kaca helm-ku juga yang bening sehingga aku dan si pemuda bisa bertatap mata saat dia menoleh setelah mendapat sejumlah uang receh dari si pengemudi mobil. Alamaaak..kami saling kenal.. Dia teman sepermainanku waktu kecil. Main bola, kelereng, kasti, gobak sodor, bentengan, pancitan, dan seabrek permainan masa kecilku dulu yang sekarang mulai punah.. Aku tersenyum kecut dan reaksinya menunduk malu.. Aku tarik lagi gas si Merah Centil setelah bagian jalan yang jelek itu terlewati..

Aaaah.. setelah sungkem dengan Pak Boz dan Bu Boz.. aku lantas membersihkan badanku dengan air dingin khas kampungku. Tak terasa air mata menetes satu persatu.. Aku paham sekali kenapa dia tertunduk malu. Belum lama kami ngobrol dan sms-an sewaktu terakhir ku pulang. Aku jelaskan ke teman-teman sepermainan dulu bahwa hidup harus ulet. Pantang menyerah dan putus asa.. jangan meminta-minta.. Aku minta mereka untuk MOVE ON!! Keluar dari kampung agar tambah wawasan meski pendidikan rendah.. Bekerja apapun asal halal dan penuh dedikasi.. Begitu antusias mereka dulu menanggapi dan satu persatu mulai meninggalkan kampung untuk mengadu nasib. Lainnya masih ada yang tinggal karena ingin jadi petani sukses dengan mengikuti berbagai penyuluhan dan pelatihan.

Tapi ini?? Ya Tuhan..

Esoknya aku sengaja melewati jalan itu dan rupanya sepi.. tak ada lagi mereka.. Malamnya aku dipanggil ke rumah salah satu dari mereka dan tebak.. mereka minta maaf.. mereka malu saat bertemu aku waktu itu. GILA!! Kataku,, kemana semangat kalian?? Mereka awalnya berkilah untuk menghidupi anak istri (biar dapur tetap ngebul).. tetapi akhirnya mereka menyadari itu salah. Aku hanya bilang bahwa Tuhan Mengasihi Kita.. Dia hanya sejauh doa.. Jika kita berusaha maka pasti ada jalan keluar. Kami berangkulan dan mereka janji akan kembali ke ladang-ladang yang sudah mereka tinggalkan selama menjadi pemungut iuran perbaikan jalan yang sebenarnya hanya kedok kemalasan mereka.. Damai Natal sahabat.. walau hati sempat terenyuh..

Iklan
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: