Beranda > Akoe dan.... > Akoe dan Si Merah Centil..

Akoe dan Si Merah Centil..

Ada perjumpaan, ada pula perpisahan.. Nampaknya pepatah itu berlaku juga buatku. Setelah sekian lama saling setia dalam hujan dan panas, dompet tebal dan kempes, jalan terjal maupun mulus, nikmatnya jatuh di jalanan.. atau riang mendaki tanjakan..tiba saatnya aku ‘bercerai’ dengan si Telor Ceplok.

Dia… yang menjadi saksi atas semua perjuangan cita dan cintaku.. kini sedang bersiap untuk kuserahterimakan dengan pemilik aslinya. Ya iyalah.. secara si TC dibelikan oleh ortuku, sudah sepatutnya kembali lagi. Aku telah memilih si Merah Centil untuk menemani hari-hariku ke depan.. Sedih memang, tapi apa mau dikata.. Walau lain jenis dan makhluk, tapi rasanya aku dan si TC sudah melalui lebih dari sepuluh tahun waktuku dengan keterikatan batin yang luar biasa. Tak terhitung suka dan duka yang kami alami bersama.. Mulai dari ngadat saat mboncengin cewek yang bukan pacarku (sensi banget..), ngambek kalau ada motor lain kubawa dan nginep di kost, sampai protes keras saat aku coba membeli motor yang baru. Protes ini terakhir ditunjukkan dengan kejamnya si TC menguras isi dompetku tepat di tanggal tua karena seperti hape, tiba-tiba matot (mati total).

Tapi kali ini TC tak berdaya dengan pilihanku.. Mungkin dia sadar bahwa kami tak selamanya bisa bersama. Tuntutan pekerjaanku pasti dia sadari takkan dapat dijabanin dengan tubuh rentanya. Namun demikian aku tetaplah mencintainya sebab dialah tunggangan pertamaku.

Hari-hariku kemudian beralih ke si Merah Centil yang kubeli dengan nekad. Yach.. nekad sehingga bunyi raungan knalpotnya tidak lagi bruuummm.. tapi dit dit diiittt.. Aku juga perlahan mulai jatuh hati kepada sosok yang membawaku menempuh touring terjauhku dari Depok ke Ujung Genteng Beach. Pengorbanannya lumayan juga sebab kaki belakangnya sampai keseleo permanen dan nampaknya minta diganti..

si Merah Centil..

Sahabat.. hidup dan cinta adalah anugerah, perjalanan, dan sekaligus pilihan. Terkadang kita memang harus menyayangi sesuatu atau seseorang yang selalu dekat dengan kita. Namun hidup di dunia yang hanya sementara membuat segalanya bisa berubah.. Kadang dalam keterikatan batin dengan cinta lama, kita harus berpaling ke cinta baru yang menjanjikan. Kejam memang.. bahkan terkesan habis manis sepah dibuang. Namun semua tentu berdasar akan beberapa hal yang sudah dipertimbangkan dengan seksama dan dalam tempo secukupnya..

Adalah baik setia terhadap yang lama.. namun tak ada salahnya mencoba dengan yang baru, yang lebih menjanjikan.. Adalah terkisah batas yang tak bisa lagi dilampaui dengan yang lama sedangkan itu kan mudah diraih dengan yang baru. Dan adalah bijak jika kita berpikir realistis tanpa mengutamakan keterikatan emosi untuk setia pada yang lama jika pada kenyataannya tak lagi bisa bersinergi untuk sebuah asa… dan menambatkan hati pada yang baru.. I love you full TC.. tapi kutahu ku harus belajar menyayangi si MC..

Iklan
  1. Juli 30, 2011 pukul 9:34 PM

    walaupun telah melalui proses editing sedemikian rupa,
    sepertinya saya kenal penutup plat nomornya… 😀

    • Juli 31, 2011 pukul 10:35 AM

      @tronyok.. la yo cetu.. wong sampeyan yang menghasut saya untuk memilih itu hahaha..

  1. Januari 13, 2013 pukul 7:59 PM
  2. Oktober 10, 2013 pukul 12:27 AM
  3. Desember 30, 2013 pukul 7:44 PM

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: