Arsip

Posts Tagged ‘tabungan’

Segelas Air Setelah Makan

Dulu pernah saya tuliskan tentang secangkir kopi sisa yang kadang mengingatkan saya akan pergumulan hidup. Sekarang coba saya coretkan lagi tentang hal yang hampir sama meski bedanya ini terjadi saat saya sudah menikah. Ya.. hanya kebiasaan kecil yang saya maknai dengan pemahaman saya sendiri tanpa dikotori oleh maraknya berita konyol yang menghiasi linimasa berbagai media massa.

Jadi begini ceritanya.. Setiap kali makan bersama isteri tercinta, kami selalu berbagi tugas bilamana saya tidak malas dengan berpura-pura mengasuh anak (jangan ditiru). Kalau tidak malas ya bisa kebagian jatah merapikan area makan (lesehan di ruang tamu), mengembalikan perabot makan, atau mencuci piring-piring kotor. Namun ajaibnya dan baru saya sadari dua hari belakangan ini, selalu ada segelas air putih yang disiapkan isteri meski saat acara makan pun sudah minum dari gelas yang sama.

Mau bertanya apa arti dan maknanya sama nyonya rumah, pastinya jawabannya hanya senyum dan cengar-cengir belaka. Maka baiklah saya merenungkan dan membuat maknanya sendiri (biar kelihatan dewasa hahaha).

Segelas air sesudah makan sebenarnya mengandung dua makna mendalam bagi saya. Pertama, adalah simbol bahwa meskipun sudah berkecukupan, maka kita harus menyiapkan tabungan dalam kehidupan kita. Detik berikutnya tentu kita tidak bisa tebak, mana tahu setelah makan kita kehausan karena cuci mencuci atau sapu menyapu? Demikian juga kita tidak bisa menebak apakah kita akan sehat selamanya atau kondisi keuangan kita akan stabil selalu. Tidak hanya tabungan materi, tabungan amal baik, iman, cinta, dan pengharapan tentunya juga utama.  Jadi makna pertama segelas air setelah makan adalah SELALU BERSIAP untuk setiap kejadian dalam hidup kita.

Makna kedua adalah perlambang KESETIAAN. Isteri saya menyiapkan segelas air tersebut agar saya tidak cari-cari air lagi bilamana haus. Sudah disediakan.. dan terus menerus disediakan. Adakalanya dalam hidup kita sering tidak setia. Tidak hanya pada pasangan, tetapi juga pada hal-hal lainnya. Dalam pekerjaan, pelayananan, bahkan dalam pemikiran kita.

Jadi segelas air setelah makan dari isteri saya bermakna kesiapan untuk setia, pada siapa? Pada-Nya yang paling utama, yang lain baru berikutnya. Sekian