Beranda > Akoe dan.... > Aku dan Pengusaha Kaos.. Ampuhnya SEDEKAH..

Aku dan Pengusaha Kaos.. Ampuhnya SEDEKAH..

Siang ini berkenalan dengan pengusaha kaos yang tertarik dengan desain kaos ajakan Sholat yang saya posting di medsos. Beliau tak menyangka karena ternyata saya non muslim meski saya akui untuk gambarnya saya mengambil dari internet. Lebih kaget karena profesi saya sebenarnya lebih lekat ke dunia obat daripada dunia seni. Akan tetapi sesaat kemudian saya yang gantian terkaget-kaget dengan cerita perjalanan usaha beliau.. Kenapa?

kaos muslim 3

Bagaimana tidak, seorang pengusaha kaos yang omset bersihnya minimal 20jutaan perbulan awalnya hanya seorang TUKANG PARKIR! Ya.. Beliau yang tak mau dipublikasikan namanya hanya tamatan SMP yang merantau dari Kendal ke Jakarta untuk mengadu nasib demi adik-adiknya di kampung setelah mereka bertiga menjadi yatim piatu.Tamatan SMP di awal tahun 80-an sudah susah mendapat pekerjaan yang layak, sehingga dia bekerja serabutan mulai dari kuli pasar, pemulung, sampai menjadi juru parkir di deretan ruko daerah Jakarta Pusat.

Dari sinilah keberuntungan berpihak karena kejujurannya maka beliau sering diminta mengantarkan orderan butik yang ada di ruko-ruko tersebut. Semangat kerja keras dan belajarnya yang tinggi membuatnya kerap bertanya kepada para pemilik toko tentang dunia wirausaha di sela kesibukannya menyemprit motor dan mobil yang parkir. Hingga akhirnya beliau tertarik mempelajari pembuatan kaos oblong aneka desain di satu butik yang juga menerima orderan kaos partai peserta pemilu. Lantaran semangatnya, beliau sampai nginep dan belajar nyablon di bengkel kaos rekanan si butik tersebut.

Singkat cerita beliau pensiun dini jadi juru parkir dan memboyong adik-adiknya untuk membantu usaha pembuatan kaos oblong yang didirikannya dengan modal seadanya. Jatuh bangun dan rugi sering dirasakan kala itu, namun karena kegigihannya maka usaha kaos bisa berkembang pesat hingga saat ini. Dari semula bertiga, sekarang sudah ada puluhan karyawannya (beliau berbisik gajinya UMR Jakarta plus bonus..). Usaha yang awalnya hanya bedeng 2×5 meter plus kamar mandi sekarang sudah ada lima lokasi plus peralatan yang sangat memadai. Luar biasa..

Saya kerap mendengar dan mengobrol dengan pengusaha tangguh seperti ini. Biasanya rahasia kesuksesan mereka adalah kerja keras, kerja cerdas, dan dibawa dalam doa. Namun bapak ini ada tambahannya, yaitu rajin bersedekah. Hal ini ternyata dilakukannya semenjak merantau menjadi kuli pasar di kerasnya kota Jakarta. Dan ternyata tidak hanya melulu uang atau materi! Karena penghasilannya kala itu hanya pas untuk makan, tidak cukup pula untuk mengirim biaya hidup adik-adiknya yang dititipkan kepada saudara di kampung. Lantas apa sedekahnya?

Ternyata sedekah awalnya berupa sifat suka menolong tanpa pamrih, kadang menggratiskan jasa kulinya, bahkan berbagi makan dengan rekan kuli yang lain. Saat memulung, tak jarang beliau merapikan tempat sampah atau membersihkan saluran air yang mampet. Dan tak lupa memasukkan koin uang ke kotak sumbangan di masjid-masjid yang disinggahinya sepanjang memungut rongsokan. Dan saat menjadi juru parkir, beliau tak segan mendorong mobil pembeli yang mogok, hujan-hujanan membawakan belanjaan, atau menggendong anak yang rewel karena orangtuanya asyik belanja. Istimewanya adalah setiap kelebihan uang parkir selalu dipisahkan dan dikumpulkannya. Uang ”lebihan” ini yang kemudian dibelikan makanan untuk para pengemis sekitar ruko, menyumbang rekan juru parkir yang anaknya sakit, dan bantuan kecil lainnya.

Sahabat.. Beliau hanya berprinsip bahwa dia sudah menerima haknya, selebihnya dia kembalikan kepada Allah melalui mereka yang lebih berkekurangan di sekitarnya. Tak hanya materi, bahkan nafas dan kesehatan kitapun harus didermakan. Sedekah menurut beliau adalah SElalu DErmakan berKAH. Jadi apapun yang kita terima, semua milikNya dan kita hanya dititipiNya. Persis sekali dengan filosofi tukang parkir yang sering kudengungkan serta profesi beliau sebelumnya. Hingga sekarang kebiasaan bersedekah masih terus dilakukannya bahkan sampai menjadi orang tua asuh dan donatur pondok pesantren.

Sahabat.. Beliau yang hanya tamatan SMP bisa sukses karena memasrahkan penghasilannya, mencukupkan rejekinya, dan membagikan kelebihannya kepada sesama. Beliau percaya bahwa jika SEDEKAH menjadi kebiasaan hidup kita, maka REJEKI akan datang bersamaan dengan udara yang kita hirup. Luar Biasa!

Selamat malam sahabat.. sudahkah kita bersedekah hari ini?

Iklan
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: