Beranda > True Stories of Me > #19 My First Stress

#19 My First Stress

Dalam beberapa blog pribadi mungkin akan ditemukan cerita seseorang tentang ciuman pertamanya, pacar atau kencan pertama. Tapi dalam coretan setelah vakum lama ini, aku malah ingin menceritakan tentang STRES pertamaku. Apakah memang saat ini sedang stres? Hahaha.. entahlah…

Stres merupakan suatu kondisi yang disebabkan adanya ketidaksesuaian  antara situasi yang diinginkan dengan keadaan biologis, psikologis atau sistem sosial individu tersebut (Sarafino 2006).

Sebelumnya dengan definisi di atas kukira stres pertamaku adalah saat yang lain bisa mengucap huruf “R” tetapi aku belum bisa mengucapkannya. Hingga ketika lomba cerdas cermat antar SD, seorang guru dari team lawan memprotes jawabanku yang katanya kurang tepat dan jelas. Ahaaaai.. sontak teriak “huuuu..” menimpali protes beliau atasku yang cedal / cadel ini. Tetapi ternyata bukan itu stres pertamaku sebab aku enjoy aja tuh.. dan tetap bekerja keras melafalkan satu huruf keRamat itu hingga akhirnya kelas 5 SD bisa mengucapkannya dengan lancaRRRRRR..

Lalu kapan bro stres pertamanya?

Stres pertamaku adalah saat ujian EBTANAS SD dimana saat pengumuman ternyata nilaiku jauh dari apa yang aku perkirakan (dan Pak Bos serta Bu Bos prediksikan). Dari lima mata pelajaran, aku hanya memperoleh NEM 33 koma sekian. Ups.. berarti rerata 6 dong.. Padahal dulu aku paling moncer di kelas, di desa, di kecamatan, bahkan wira-wiri lomba antar kota antar propinsi.. Haiyah.. kayak angkutan umum aja. Lomba macam-macam lah, mulai dari Matematika, Kesenian, Cerdas Cermat, Pramuka, dan seabreg lainnya (STOP! Dilarang sombong). Yang jelas bukan lomba tarik tambang karena tambangnya pasti lebih gede dari mungilnya badanku.

Sedih, kecewa, malu, jengkel, dan semuanya bercampur jadi satu.  Apalagi setiap jawaban kusalin di selembar uang seratus rupiah, sehingga terkumpul lima lembar, kupegang erat-erat. Kelimanya kuberikan kepada Pak dan Bu Bos untuk dicocokkan dengan kuncinya setiap hari setelah ujian berakhir. Dan prediksinya up to 40 point! Tapi apa lacur.. nilaiku ternyata hancur. Kelak di kemudian hari kutahu bahwa ada indikasi kecurangan dalam koreksi dan nilaiku tertukar atau ditukar dengan anak lainnya. Entahlah.. Semua sudah berlalu meski saat itu rajin juga ortu menyilikidi eh menyelidiki hingga ke KanDep (Kandang Depan).

Apa yang terjadi saat itu? Semua tidak terjadi sesuai harapan.. Kerjaku hanya mengurung diri di kamar.. Maen bola nggak mau, main gobak sodor dan bentengan juga kagak.. Pancitan apalagi, bisa-bisa permainan gak berakhir karena aku ngumpetnya di kamar. Makan susah, minum juga, hidup serasa menderita bermandikan air mata (dangdut banget dech).  Yach! Itulah STRES pertamaku yang berlangsung sekitar seminggu lamanya hingga almarhum Mbah Kakung dari Bu Bos mengajakku untuk liburan ke Jawa.. Dan STRES berakhir dengan indah..

Kalau sekarang? Waaah tiap hari stress.. sampai akhir kuketik coretan ini..

Iklan
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: