Beranda > Akoe dan.... > Akoe dan Gadis Penikmat Kereta

Akoe dan Gadis Penikmat Kereta

Malam mulai beranjak.. Ramadhan kali ini sungguh terasa di kawasan industri tempatku bekerja. Lantunan suara-suara penyeru Allah dari masjid-masjid sekitar pabrik terdengar bersahutan. Ya, meski tidak merayakannya, tetapi aku tetap larut dalam persiapan kaum muslim menyongsong hari nan fitri beberapa puluh hari ke depan.

Aku tentu saja masih menikmati detik-detik menjelang kepulangan kerjaku hari ini di ruangan. Bersama si Aspire yang kemaren ngadat lagi dan sekarang cepat panas suhu tubuhnya. Sabar to say.. apa mau aku guyur pake larutan panas dalam dari line agar panas tubuhmu reda? Hehehe.. Aduh! Lirikan mata satumu tampak marah.. Weits.. sabaaar..

Entah kenapa tiba tiba aku teringat sosok gadis.. yang mana saat pantat teposku masih duduk di kursi ruangan, pantatnya pasti masih beradu dengan pantat orang lain jika tidak kebagian tempat duduk atau terpaksa berhimpitan di tempat duduk yang sempit dan mungkin keras.. di KERETA.. Uftt.. atau kupastikan dulu via SMS ya? Jangan-jangan dia sedang berlari-lari mengejar gerbong atau masih antri menunggu kereta yang kata Bang Iwan Fals “terlambat sudah biasa”.

Ya.. gadis itu penikmat kereta… setidaknya nyaris setiap berangkat kerja menggunakan kereta. Kala aku hanya tinggal berjalan kaki menuju ruangan.. Dia harus berpacu dengan pagi dan penikmat kereta lainnya yang pasti tak mau ketinggalan. Bahkan pernah dibela-belain bawa kursi sendiri. Ajaibnya.. mungkin sudah tahunan dijalaninya kondisi ini tanpa keluhan (semoga iya sih..).

Jelas ada yang berbeda antara aku dan dia.. pasti dia lebih tegar dalam menghadapi setiap persoalan pekerjaan karena setiap pagi sudah bergulat dengan situasi yang beraneka rupa plus ketemu orang yang beraneka bentuk dan gaya. Well.. ada positif negatifnya memang.. tetapi semuanya bermuara kepada KONSEKUENSI..

Si gadis penikmat kereta tentu lebih hebat dalam manajemen waktu dan cara menghilangkan rasa kesal menunggu. Jika separuh hariku habis di pabrik maka separuh hari mereka habis di jalan.. Bang Ariil.. nyanyiin separuh aku dooong.. (kan sama-sama separuh bang..).

Doaku buatmu gadis penikmat kereta.. semoga tetep sehat, bagas waras, dan semangat.. Semoga kereta tidak tiba pukul berapa tetapi selalu menunggumu dengan gerbong terbuka. Semoga separuh harimu tetap bermakna meski kadang bukan pemuda tampan nan oke yang ada di samping atau depanmu. Semoga dijauhkan dari tatapan nakal dan tangan jahil di sepanjang perjalananmu. Semoga pula dapat gerbong khusus wanita sehingga coretan khawatirku tentang tatapan nakal, tangan jahil, dan ketemu pemuda di atas tidak perlu terjadi. Berangkat penuh semangat kerja dan pulang juga semangat.. semangat ketemu boneka, guling, dan bantal di kamar tidurmu.. Amiiin..

Iklan
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: