Beranda > True Stories of Me > #10.. Marah Dahulu (Angry Management Yang Sesat)

#10.. Marah Dahulu (Angry Management Yang Sesat)

Pernah nonton film Angry Management? Atau dapat training mengenai hal tersebut? Bagaimana mengelola “marah” sehingga tepat sasaran dan tidak buang energi? Yup.. marah yang tidak jelas memang menjengkelkan bukan hanya buat si penerima tetapi juga buat pelakunya lho.. Bagaimana tidak? Sebab marah tentu mengeluarkan energi yang sangat besar. Itu baru satu “marah”.. kalau dua “marah” pasti lebih capek.. kalau sering “marah-marah”? itu tandanya MENYEMBUNYIKAN KELEMAHAN / KEKURANGAN.. Percayalah..

Namun percaya atau tidak, meski menonton filmnya baru di usia 20-an, ternyata aku dimasa kecil sudah menerapkan Angry Management meski sesat? Loh kok bisa..

Ceritanya menggelikan meski aku lebih suka untuk bilang menggemaskan.. Kenapa? Karena aku bisa membuat bu Bos tersenyum kecut karena ulahku. Semua berawal dari aku yang baru bisa naik motor tiba-tiba diminta bu Bos untuk mengantar beras ke rumah nenek meski kala itu nenek sendiri sudah bilang tidak usah. Aku yang patuh terhadap ortu nurut saja. Alih-alih hanya mengantar satu karung beras eh ditambah satu lagi oleh bu Bos menjadi dua sehingga total beras yang nangkring di jok belakang motor menjadi 50 kg.

Meski baru bisa naik motor, aku lumayan PD untuk segera menjadi ojek beras dadakan. Dengan berjinjit aku mulai bersiap melajukan si Crypton baru punya nenek. Setelah starter (dan aku lupa doa dulu), masuk “gigi satu” dan kutarik gas pelan.. akan tetapi karena belum pernah membonceng apapun (kecuali jika makhluk alam lain mampir ke boncengan) maka aku merasa tarikannya kurang mantab. Serta merta aku tambah tarikan gas dan NGUUUUEEENG.. GUBRAAAK!!.. Motor melaju kencang tanpa sempat di-rem karena responku belum prima, lalu terus ngacir sekitar 50 meter jauhnya, melewati parit di samping rumah, dan terhenti di pohon kelapa tetangga. Hadeeeuh..

Pak Bos segera berlari, bu Bos juga iya dong.. Aku terkapar di bawah pohon menahan sakit pada kaki kiriku, lecet pula, dan si Crypton teronggok dengan masygulnya menyisakan baret di “slebor’ depan, sayap kiri, dan bengkoknya foot step. Wuih! Pikiran cerdasku langsung bekerja.. sebab feeling ku dengan melihat kondisi motor baru nenek yang “terluka” pasti akan disemprot Pak dan Bu Bos.. Sontak bibirku berteriak..

“ Tuh kan!! Ibu sih.. wong urung pinter numpak motor kok wis dikongkon nggowo beras.. Pasti mbah Uti nesu!..”

Ajaib! Wajah Ibu yang tadinya merah berubah menjadi kecut mendengar aku marah.. Sengaja aku nyolong START, pikirku waktu itu kalau aku marah duluan pasti gak akan dimarahi. Pak Bos hanya memandang Bu Bos sambil memeriksa lukaku dan sambil tersenyum geli memeriksa kondisi motor. Beliau berkata..

“Mamas ki lucu, kudune dinesoni kok nesu ndisik.. Dasar putune mbah putul..”

Grrrr.. kami bertiga mau tidak mau jadi tergelak semua. Bu Bos tidak jadi marah karena menyadari bahwa aku memang belum layak untuk jadi ojek beras. Pak Bos bisa memecah kecutnya Bu Bos dengan celetukannya. Dan aku? Hehehe.. bisa terhindar dari dimarahi karena keteledoranku.. Adapun Mbah Putul itu ya sama dengan Mbak Uti atau Mbah Putri alias nenek dari Ibuku. Kenapa Putul? Karena saat kecil aku sering merengek untuk minta diantar ke tempat mbah uti meski sudah malam dan tak peduli hujan atau terang. Setiap aku merengek “Ayo nggone Mbah Puuu.. (maksudku Putri)” segera Pak Bos dan Bu Bos seperti paduan suara menyahut “tuuuul..” dengan kompaknya. Dan kau tahu sahabat? Putul itu sejenis serangga bersayap yang sering ada di pohon katu (pelancar ASI ). Haiyaaah.. aya aya wae..

Nah.. tahu kan kenapa aku sebut Angry Management yang sesat? Ya karena untuk mengelola marahnya orang lain (dalam hal ini Bu Bos), aku MARAH DULUAN.. hehehehe.. selamat malam..

Iklan
  1. Juni 29, 2013 pukul 11:06 AM

    Nonton dimana tuh mas film Angry Management?

    • Juni 30, 2013 pukul 10:59 AM

      Di TVRI (ups…), hanya flashback kejadian masa kecil kok.. Thanks kunjungannya, salam kenaaal.. Saya kunjungi balik ya…

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: