Beranda > True Stories of Me > #9.. My First Course.. LPK Professional..

#9.. My First Course.. LPK Professional..

Siang ini karena melihat satu tayangan di TV swasta tentang anak kecil yang fasih berbahasa Inggris, otakku tergelitik untuk kembali  mengingat kembali kapan aku mengenal bahasa asing ini pertama kali. Ya.. dulu aku tidak seperti anak balita jaman sekarang yang sudah mengenal kata “Yes”, “No”, atau bahkan mengeja, berhitung, berbincang, menulis, membaca, bahkan berpidato dengan fasihnya menggunakan bahasa asing yang satu ini. Malah bahasa Jawa kromo inggil yang kupelajari hehehe.. Mungkin itu satu faktor kenapa aku sampai detik ini pun tidak lancar berbahasa Inggris.

Aku mengenal bahasa asing ini pertama kali di SLTP melalui Pak Ansor guruku. Namanya bocah kampung, sungguh sulit bagiku untuk mengikuti pelajaran ini apalagi Pak dan Bu Bos juga tak pernah mengajarkannya di rumah. Tapi karena pantang menyerah maka akupun mencoba belajar dari teman-teman yang lebih jago hingga akhirnya untuk mengikuti kursus bahasa inggris seperti mereka. Proposal pun kuajukan pada ortu untuk mengikuti kursus tersebut dan ternyata langsung dikabulkan. Maka setelah sekitar setengah tahun mengenyam masa putih biru, akupun mulai lebih intens belajar bahasa resmi internasional itu di Lembaga Pelatihan Kursus Professional yang berjarak sekitar 3,5 kilometer dari sekolahku.

Dua kali dalam seminggu aku dan beberapa rekan diberi pengetahuan tambahan oleh Pak Sabina (pemilik sekaligus pengajar di LPK Professional) serta kakak-kakak mentor yang juga anak didikannya. Di tempat itu aku pertama kali berhadapan langsung dan mengoperasikan komputer karena paket yang kuambil sekaligus dengan kursus komputer. Well.. tahu sendirilah kalau wong ndeso menghadapi sesuatu yang baru.. Seneng-seneng takut.. takut kalau sampai ngerusakin maksudnya..  Materi bahasa inggris mulai dari grammar, vocabs, dan speaking sedangkan untuk komputer adanya WordStar dan DOS. Hehehe.. setahuku awal masuk, aku dan rombongan masuk grade Elementary alias yang baru kenal bahasa Inggris. Jelas lah.. mengucap sebelas dan gajah dalam bahasa itu terdengar masih sama.

Sepulang sekolah biasanya akan ngepos dulu di rumah salah satu teman atau langsung berangkat meski nunggu jam kursus yang dimulai pukul 14.30 atau 15.00 sedangkan jam sekolah bubar pukul satu siang. Hebatnya meski jalan kaki dari sekolah ke tempat kursus, tapi aku dan teman-teman jarang sekali bolos.. Lah iya wong mbayar, mau dijewer kalau bolos hehehe. Mau berangkat kepanasan atau pulang kehujanan tapi kami tetap semangat apalagi ada gacoan dan digaco-gacokan di tempat kursus.. Serunya masa putih biru..

Sahabat, itulah kursus pertamaku.. dan setelah di dunia kerja, kira-kira lebaran empat tahun yang lalu aku masih bersilaturahmi ke Pak Sabina meski beliau sudah lupa karena anak didik yang begitu banyak. Setidaknya beliau turut berjasa mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan Indonesia eh.. kok malah UUD’45, mengantarku sampai ke titik sekarang ini maksudku. Bekal bahasa Inggris yang membantuku untuk melewati masa putih biru dengan mudah meski awalnya seperti kepompong yang tak tahu mana utara dan selatan. Semoga lebaran kali ini bisa bersilaturahmi lagi ke tempat itu.. Amin.

 

Iklan
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: