Beranda > True Stories of Me > #8.. Servis PKK..

#8.. Servis PKK..

Sebelumnya geli sendiri jika mengingat istilah yang aku jadikan judul coretan kali ini. Satu istilah yang mungkin pernah sahabat temui di sekitarmu dan ada di permainan voli, ya bola voli.. bukan volivonik atau voliklinik.. hehehe. Sebenarnya untuk menyebut awalan dimulainya permainan setelah penambahan angka (sistem rally point) atau pindah bola (aturan terdahulu) yaitu serve atau service. Namun berhubung lidah Indonesia makanya disebut servis.

Nah kalau PKK? Persatuan Kawak-Kawak? Oh bukan.. sebenarnya akronim dari Pembinaan Kesejahteraan Keluarga. Bukan karena Bu Bos adalah dedengkot dari perkumpulan para ibu ini tetapi karena saat digabung dengan istilah service menjadi satu teknik dari sekian teknik dasar service volley. Servis PKK adalah olok-olok kepada seorang cowok yang melakukan teknik service bawah. Kenapa? Karena biasanya ibu-ibu PKK lah yang melakukannya. Cowok biasanya identik dengan service atas ataupun jumping service. Hemh.. selengkapnya bisa dibaca di sini, sini, atau dilihat di sini deh..

Lalu apa hubungannya dengan True Story of Me? Ya tentu saja ada.. karena aku senang berolahraga maka bola volley pun menjadi salah satu favoritku. Di masa putih biru.. badanku yang mungil tentu saja tidak mendukung jika akan berposisi sebagai spiker, quicker, atau smasher.. paling banter ya tosser atau cadangan hahaha.. Apalagi banyak teman-teman yang lebih jago sehingga biasanya aku hanya eksis di pertandingan antar kelas dimana ada satu teman yang cidera hehehe.. kasian bangeeed..

Suatu ketika di event class meeting (pertandingan antar kelas) yang diselenggarakan setelah ujian catur wulan, aku dapat kesempatan untuk tampil menjadi tosser menghadapi team volley kelas lain. Namun setiap kali service.. teriakan huuu.. dan olok-olok “PKK.. PKK..” kok bersahutan ya? Tadinya aku kira PKK kepanjangan dari Pria Kecil Kereeen.. Namun ternyata  karena aku melakukan teknik service bawah yang hanya satu-satunya dari 12 pria yang berlaga. Gak mau kalah gertak, aku lantas melakukan service atas setiap kali dapat giliran.. dan hasilnya waow.. nyangkut di net, lewat bawah net, dan melenceng dari area lapangan. Penonton akan terpingkal-pingkal dan bersorak riuh karena berarti team-ku kehilangan kesempatan mendapatkan poin. Tapi memang teriakan service PKK tidak terdengar lagi dan team lawan makin getol menambah pundi-pundi nilai mereka. Set pertama kalah telak..

Set kedua berjalan dan dengan angkuhnya aku masih melontarkan service atasku yang selalu gagal.. Namun teman-teman lantas menegurku untuk service bawah saja kalau memang belum menguasai service atas karena team butuh poin.

“PKK yo ben.. sing penting poin ndisik, lambe penonton rasah digagas..”

Sahabat.. pelajaran penting dari servis PKK ini mungkin bisa kau tebak.. Ya benar.. jangan memaksakan sesuatu yang belum kita kuasai hanya karena ego dan embel-embel harga diri. Kita semua unik adanya tercipta dan masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Setelah teguran temanku, aku mulai tidak menghiraukan olok-olok dari penonton tentang gaya servisku. Alhasil semua servisku tidak ada yang terbuang sia-sia hingga set kedua dan ketiga bisa kami menangkan.

Dalam keseharian aku harus mengakui masih sering memenangkan ego dari pada merendahkan hati. Kadang demi gengsi harus ngutang sana-sini untuk membeli barang-barang yang sebenarnya tidak aku perlukan tetapi menjadi trend di kalangan teman-temanku. Akhirnya ya.. remuk karena semua tidak sesuai perhitungan dan kemampuan. Sekarang.. lebih baik apa adanya.. jika belum mampu dan belum bisa ya harus berusaha dan tidak harus memaksakan.. Betul?

Iklan
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: