Beranda > True Stories of Me > #2.. Nyanyi di Radio

#2.. Nyanyi di Radio

Eits.. ganti hari rupanya.. waktunya buat setor coretan buat memenuhi tantangan nih.. Edisi kedua kategori ini adalah pengalamanku nyanyi di radio yang ternyata sampai detik ini menjadi pengalaman pertama dan terakhirku hahaha.. Ceritanya waktu masih masih aktif sekolah Minggu di gereja Santo Thomas Sri Menanti nun jauh di pelosok Lampung Timur, suaraku ternyata membuat Mbak Tina yang notabene satu gereja denganku tertarik dan menawari untuk menyanyi di acara radio yang dibawakannya. Widiih.. tanpa pikir panjang aku langsung anggukkan kepala tanda setuju dan diberi waktu satu minggu untuk persiapan lagu. Ehm jangan berpikir kok lama banget.. soalnya acaranya cuma di hari Minggu dan itu berarti tujuh hari yang akan datang dari tawaran mbak cantik itu kan..

Pulang gereja langsung surfing ke gud*nglagu.com buat cari apa yang akan kunyanyikan (tepok jidat.. kayaknya zaman segitu belum kenal internet deh). Hahaha.. pulang gereja ya main bola sama temen-temen lah. Lagu yang akan kunyanyikan ternyata baru muncul tepat tujuh hari kemudian saat ditanya Ibu di perjalanan menuju radio dimana aku mau menanggapi tawaran Mbak Tina.

“Mau nyanyi apa Mas..” kata Ibu sambil tetap konsen mengendarai si BMW (bebek merah warnanya) punya Pak Boz.

“Apa ya bu.. Pok Ame Ame.. eh.. Semir Sepatu aja..” jawabku.

“Apa? Semir Watu? Hahaha.. Watu (batu.red) kok disemir to mas..” tukas Ibu serius.

“ooooh sepatu bu.. es e se.. pe a pa.. te u tu…, dudu watu..” sungutku

(jadi ketahuan kalau dialog  sebenarnya pakai bahasa Jawa deh).

 

Sampai di Radio Surya Gita Paramartha alias SGP, langsung dikenalkan dengan Mas Darma temannya mbak Tina. Letak stasiun radio SGP ini diapit beberapa sekolahan mulai dari SD, SMP, SMEA, dan SMA. Sehingga menurutku akan lebih OK kalau ada ekskul siaran radio, siapa tahu bisa sekaliber Farhan, Asri Welas, Vincent, dan lain-lain. Aku juga masih ingat ada kotak atensi alias kotak yang berisi request lagu dan salam, rasanya kalau sekarang mending pakai BBM, twitter, atau telepon langsung ke penyiarnya deh. Tak menunggu lama aku langsung masuk ruang siaran dan memakai ear phone yang meski gede tapi pas di kepalaku. Maklum, kepalaku lumayan big size alias bendol (hahaha..). Ibu nampak tersenyum melihat kondisiku dan kerianganku kala itu. Dan setelah bercuap-cuap sebentar mengenalkan diriku, maka Mbak Tina pun lantas mempersilakanku menyanyikan lagu Semir Sepatu yang sekarang ini coba kucari di internet kok gak ada ya baik lagu maupun syairnya? Hadeuh.. waktu itu aku hanya sering dengar di radio sih.. jadi tidak tahu siapa pencipta dan judul persisnya.. Kalau ada yang tahu, beginilah bagian reffrein lagu tersebut..

Sepatu semir sepatu.. itulah kerjaku..

ku kan pulang ke desaku bila terkumpul uang..

Tunggulah ibuku.. Tuhan bersamamu

Tunggulah adikku.. kau kan bersekolah

Semuanya lancar, membanggakan, karena suaraku yang memang bening waktu itu. Kalau sekarang sih super duper kacrut hahaha. Semua tertawa dan acungkan jempol padaku hingga satu peristiwa yang membuat Ibu susah mau senyum atau malu.. Bermula dari pujian Mbak Tina akan suara dan laguku kemudian aku diminta kirim salam buat siapa.. Standar saja aku kirim buat Bapak, Ibu (sambil ngelirik Ibu yang masih senyum bangga), Adik (padahal masih bayi), Mbah Kung, Mbah Uti, Pak Uwo, dan Mbok Uwo (sepasang orang tua Bapak Ibu). Nah kemudian masalahnya datang dari Mbak Tina juga sih.. yang mancing dengan “ayo siapa lagi?”.. dan tahukah sahabat.. aku mengambil sesuatu dari saku celanaku.. dan ternyata sehelai kertas yang berisi daftar nama dari teman-teman bahkan tetangga, bapaknya temanku, guru-guru SD ku, teman-teman guru Bapak dan Ibu, dan ya ampyuuun bahkan tukang bakso keliling dan es puter pun aku kirimin salam.

Mulai dari Kang Kasdi, Kang Kadet, Kang Kasmin, Kang Mino,…, Lek Warno, Pakde Wasdi, Om No, Bulik Yun,…, Pak Parmin, Pak Joko, dan banyak lagi padahal sebagian besar tidak punya radio atau tidak dalam jangkauan siaran SGP waktu itu. Setelah mulutku berbusa membacakan list panjang tersebut.. Mbak Tina nampaknya menghela nafas dan kuakui beliau sabar sekali mendengar deretan salam hangatku yang mungkin tidak akan dapat disaingi siapapun sampai komandan penghuni tetap acara lalala yeyeyeye di satu TV swasta sekarang ini. Kenapa? karena saat kulirik Ibu nampak senyum dan wajahnya jadi aneh.. padahal Ibu kukenal sabar juga menghadapiku kala itu.. hahahaha..

Sahabat.. selepas acara memang ulahku menjadi trending topic di SGP dan gereja, kalau di kampung sih nggak soalnya tidak ada yang mendengar suaraku waktu itu. Unik memang karena Ibu tidak tahu bahwa aku meyiapkan daftar penerima salam dan sungguh sampai sekarang akupun juga tidak mengerti kok bisa timbul ide seperti itu ya.. Jika ingin diambil pelajaran pastinya ada.. Dalam hidup kadangkala kita membuat keputusan atau ide yang di luar pikiran atau kemampuan kita. Sebisa mungkin diolah dan dikendalikan secara bijak agar tidak salah arah.. Sedapat mungkin tetap dikonsultasikan dengan orang yang mungkin lebih berwenang atau berkompeten agar dalam pelaksanaannya tetap selaras dengan aturan. Dan secepat mungkin lakukan evaluasi jika mulai salah arah atau menyimpang dari seharusnya..

Kini setelah puluhan tahun terlupa, aku coba search Stasiun Radio yang kumaksud di mbah G*ogle. Ternyata bangunannya lebih OK dan sudah berubah ke frekwensi FM. Dan memang ada website-nya pula dimana puji Tuhan aku masih bisa melihat wajah Mbak Tina dan Mas Dharma (semoga mereka berdua yang dulu kutemui di radio ini). Penasaran? Meski Mbak Tina sekarang memakai jilbab tetapi aku masih ingat garis wajah cantiknya.. Terima kasih Mbak Tina, mas Dharma dan SGP (link-nya di sini) yang telah memberikan pengalaman pertama dan terakhirku untuk nyanyi di radio.. Semoga Tuhan membalas kebaikan kalian berdua dan SGP lancar jaya mengudara..

suasana siaran SGP FM, dikutip dari www.radiosgpfm.com

suasana siaran SGP FM, dikutip dari http://www.radiosgpfm.com

Iklan
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: