Beranda > PLUS plus > Tiga Nol

Tiga Nol

Sepi memang malam ini, sudah menjadi jamak rasanya melewati pergantian usia dalam kesendirian, tidak hanya dalam konteks pasangan tetapi memang saya lebih suka untuk berdiam di kamar, berdevosi karena selalu dalam bulan Maria (satu adat istiadat agama yang saya anut), menarik nafas dalam-dalam dan mensyukurinya serta mengevaluasi pencapaian saya di usia baru.. Rasanya lebih hidup memang jika dibarengi kecupan mesra pasangan di kening dan kedua pelupuk mata.. hehehe..

Tiga Nol.. bukan skor pertandingan terakhir antara Dortmund dan Barca… bukan pula judul lagu yang terakhir saya ciptakan.. atau nama tempat yang mengasyikkan. Tiga nol adalah usia saya yang baru dimana targetnya sebelum usia ini sudah mengucap ikrar perkawinan di altar suci. Namun Tuhan rupanya punya rencana lain.. sebab proyek 30 Hari Mencari Cinta (21 April-21 Mei) pun juga kandas karena si Cupid tiba-tiba resign dan akan mengadukan saya ke Komnas HAM karena saya paksa untuk menembakkan panah cintanya ke seseorang yang telah berpunya.. Untungnya semua bisa diselesaikan secara kekeluargaan meski si Cupil eh Cupid mengajukan syarat untuk saya lebih teliti dan bijak lagi memilih sasaran tembak.. deuh gati..

Lantas apa pencapaian saya? Hemh.. yang terbaru mungkin jabatan dengan job desc seabreg yang menantang dan mendewasakan saya. Kalau dibilang terbaik tentu bisa ke luar negeri di 2008 dan 2009, menikmati perjalanan dengan wong ndeso lainnya (Widi dan Aji), terpenjara di pesawat selama belasan jam, yang tadinya hanya berawal dari mimpi.. Ya, itulah pencapaian terhebat meski judulnya “dinas luar” yang hanya bisa diimbangi dengan keluyuran saya atas biaya sendiri ke Pulau Dewata, Bumi Borneo, dan Negeri Laskar Pelangi..

wong ndeso - with Widi - Taman Stuttgart - pengujung 2008

wong ndeso – with Widi – Taman Stuttgart – pengujung 2008

Aji-Aku-Martin - Karlsruhe - Medio 2009

Aji-Aku-Martin – Karlsruhe – Medio 2009

Namun pagi ini saya sadari bahwa pencapaian terbesar saya di kepala tiga ini adalah bisa membahagiakan keluarga meski belum menikah.. Bisa ada dan menikmati keriangan dan canda tawa dengan si bontot dan Pak Bos serta Bu Bos.. Meski tak jarang kerikil-kerikil kecil perselisihan dan ketidakakuran ada di tengah-tengah kami. Keluarga yang lain adalah dimana aku berada.. Dalam keluarga beberapa Om dan Bulik seolah sebagai anak tertua.. Keluarga Mabeskosta, Antaxena, Wirata, Kost 52, hingga MabeskosmaR yang dari tidak kenal hingga menjadi saudara.. Keluarga pabrik di Cimanggis dan Cikande dimana terkadang dianggap sebagai karyawan lama saat diolok-olok karena melupakan momen-momen yang terjadi jauh sebelum saya ada di kedua tempat itu.. dan keluarga-keluarga partner kerja yang sampai mengangkat saya menjadi bagian dalam kehangatan mereka..

Tiga Nol.. akan menjadi satu titik baru dimana saya harus lebih bijak dan dewasa serta efisien dalam memanfaatkan waktu yang tersisa. Dan tak pernah memang saya sesali puluhan tahun yang saya lalui meski banyak salah dan keliru di dalamnya. Semua saya maknai sebagai perjalanan hidup dan modal refleksi pagi ini untuk mencari apa yang sebenarnya Tuhan rancang bagi saya. Ya, selain filosofi hidup ibarat tukang parkir, saat ini saya sedang meresapi bahwa Tuhan selalu memberi jawaban berupa “kesempatan” dalam setiap doa yang kiranya dapat saya ubah menjadi “pilihan”..

Dia memberikan kemudahan bekerja dan kesempatan karir yang harus saya tanggapi dengan pilihan untuk deal atau no deal. Dia tak lupa menghadiahkan kesempatan untuk bisa dekat dengan wanita yang kiranya dapat saya tanggapi dengan pilihan kepada siapa hati ini akan tertambat. Banyak lagi lainnya dan utamanya Dia juga menganugerahkan kesempatan untuk tetap bernafas sampai coretan ini akan berakhir untuk menguji pilihan saya bagaimana memaknai dan mewarnai detik demi detik hidup saya selanjutnya..

Sahabat.. menarik memang untuk menikmati Tiga Nol saya dalam suatu kepasrahan agar kuasa-Nya selalu berada dalam diri saya. Merendahkan hati saya, mendewasakan pikiran, dan berani hidup dan bersaksi dalam nama-Nya.. Semoga Tuhan beserta saya.. dalam kegagalan, keberhasilan, dan setiap kejadian hidup yang selalu menyimpan makna..

Iklan
  1. Mei 21, 2013 pukul 1:06 PM

    Kapan kawin? *salah takon*

    • Mei 29, 2013 pukul 11:15 PM

      tepat.. salah takooon.. kapan nikah? lebih pas, tepat, dan jlebb..
      kalau kapan kawin? hegh…

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: