Beranda > Akoe dan.... > Akoe dan Sahabat.. ibarat secangkir kopi jahe hangat..

Akoe dan Sahabat.. ibarat secangkir kopi jahe hangat..

Malam merangkak.. coretan kali ini memang masih berkaitan dengan coretan sebelumnya saat mendapat kesempatan untuk singgah di kota Malang di sela dinas luarku. Dalam perjalanan menuju kotanya Aremania tersebut aku lantas memiliki ide untuk menghubungi satu sahabat karib yang kebetulan berdomisili di sana meski bekerja di Surabaya. Siapa dia? Cowok pastinya.. sebab kalau cewek takut jadi gosip kan bukan muhrimnya hehehe.. Yap dia adalah mas bro Antonius Ladoangin aka Dolphin aka Niush Item eh Niush Gede. Ya, karena dulu satu kelas bareng saat kuliah di Jogja dan bernama panggilan sama maka dibedakan menjadi Niush Kecil untukku dan Niush Gede untuknya meski seringnya dipanggil Niush Item (tambah manis juga boleh..). Sosok yang kusegani karena kecerdasannya, kecakapannya dalam bergaul, kejujuran dan ketulusannya, serta ciri khasnya memanggilku “cilek” alias si kecil dalam logat Adonara plus Jawa yang ngangenin. Nih dia wujudnya.. Manis kan? Meski kalau kami berdua bertemu maka ibarat lubang sama kuncinya.. Klop!! Klop usil dan jahatnya hahahaha..

..kalau dua Niush bertemu..

..kalau dua Niush bertemu..

Terang saja aku memilih untuk bertemu kangen dengannya meski ranjang empuk di Hotel Harris di kawasan Perumahan Riverside Malang siap mendekapku selepas menempuh jalanan nan panas dari Panda’an ke Malang. Bagiku bertemu sahabat selalu seperti menyambung kembali jembatan di hidupku. Dan setelah menyelesaikan makan malam di Taman Indie nan romantis di tengah Perumahan Araya (semoga tidak salah) akupun bertemu di lobby hotel dengan Mas Bro Niush Gede. Ngobrol sedikit dan ngerjain teman-teman lama untuk pamer kebersamaan kami maka kami meluncur untuk menghangatkan badan di tengah dinginnya kota Malang malam itu ke sebuah kedai STMJ (Susu Telor Madu Jahe) di kawasan Belimbing. Tak berapa lama secangkir STMJ untuknya dan segelas kopi jahe untukku plus sepiring pisang bakar cokelat menemani obrolan kami.

..eksotisme RM Taman Indie..

..eksotisme RM Taman Indie..

..satu sudut pandang di Taman Indie nan ajiib..

..satu sudut pandang di Taman Indie nan ajiib..

hotel terekomendasi di Malang

hotel terekomendasi di Malang

..satu sudut tongkrongan di Belimbing..

..satu sudut tongkrongan di Belimbing..

Ngomong-ngomong tentang kopi, sebentar ya.. ijinkan aku menikmati segelas kopi instant tanpa jahe yang mulai menghangat di samping si Aspire yang sedang kuperkosa tuts demi tutsnya. Srupuuuut…

Oke.. lanjut.. secangkir kopi jahe hangat memacu gairahku malam itu untuk semakin mengenal kota asal klub Arema dan Persema itu. Mobil mas bro pun bergegas meninggalkan parkiran kedai STMJ Glintung dan mulai menelusuri sudut kota. Mulai dari kawasan Universitas Brawijaya yang malam itu masih ramai dengan mahasiswa mahasiswi yang memanfaat beberapa sudut hotspot kampus. Keluar dari kawasan kampus langsung bertemu beberapa tongkrongan khas anak muda mulai dari lesehan, angkringan, dan kedai kopi serta berbagai sudut yang oke punya. Waaah.. rinai hujan justru makin menghangatkan darahku sehingga kupaksa si mas bro untuk melanjutkan keliling kota.

Sahabat.. meski lama tidak bertemu namun kami seolah tidak berbatas jarak dan waktu. Dengan sabar mas bro menerangkan tentang kota yang dihuninya mulai dari Hotel Tugu yang penuh kisah mistis sehingga diramaikan oleh para wisatawan mancanegara setiap harinya hingga MATOS atau Malang Town Square yang merupakan pusat keramaian kota. Tak lupa juga tentang tradisi Malang Tempo Doeloe atau Festival Malang Kembali dimana satu kawasan di jalan Ijen akan ditutup dan disulap seperti kota ini jaman dulu lengkap dengan bangunan, makanan, dan dandanan para pesertanya. Sayang sekali jika keindahan festival ini kabarnya akan ditiadakan.. (maksudnya karena saya belum pernah mengikutinya.. hehehe).

Kehangatan obrolan kami.. laksana secangkir kopi jahe hangat di kedai STMJ Glintung. Kopi dengan kandungan kafeinnya menandakan sahabat sebagai sosok yang menyegarkan dan menimbulkan semangat. Seorang sahabat yang baik bisa menimbulkan rasa candu bagi kita untuk selalu bersama dan berbagi dalam segala hal. Sedangkan jahe yang didominasi kandungan zingeron yang rasanya pedas sungguh mewakili sosok seorang sahabat sebagai penghangat suasana dan menciptakan rasa nyaman. Selain itu jahe juga perlambang sahabat yang bisa menjadi obat dalam sakit dan keterpurukan kita, pedasnya menyadarkan dan mengevaluasi kita saat terjatuh, dan antioksidan-nya melindungi kita dari hal-hal buruk di setiap perjalanan hidup. Saat digabungkan dalam secangkir kopi jahe?

Hemmh.. segera sajikanlah untuk semua sahabat di sekelilingmu.. Dan kehangatan dalam kebersamaan yang akan kalian teguk bersama.. dalam setiap hembusan nafas meski terpisah jarak dan waktu..

srupuuuut...

srupuuuut…

Iklan
  1. Mei 8, 2013 pukul 8:26 AM

    Mas Nius yang klo maen bola bisa jadi bek sendirian… *sudut pandang anak 2004*

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: