Beranda > Pelajaran Hidoepku > Nyatanya Aku Masih Kecil..

Nyatanya Aku Masih Kecil..

Segelas cangkir teh.. sengaja kubuat sedikit pahit di siang hari ini. Berulangkali kuputar gadget kesayanganku.. ke kanan, ke kiri, kadang kuletakkan di meja dapur mess yang mulai berdebu tepat menjelang istirahat siang pabrik tempatku bekerja. Terasa biasa memang.. walau tak seresah pikiranku beberapa hari ini. Berawal dari peristiwa di akun jejaring sosialku..

Aku ingat persis kejadian seminggu yang lalu itu.. saat sebuah komen muncul seolah menohok ulu hatiku. Komentar dari seorang mantan bawahanku yang sudah tidak bekerja lagi. Mengatakan bahwa (aku) hanya bekerja di belakang meja dan makan gaji buta, cari muka kalau ada bos saja.. ANJRIIT.. Sebegitukah diriku..?? Saat kubalas untuk menanyakan apakah yang dia maksud diriku, lama sekali tidak ada balasnya. Aku lantas mulai melihat profilnya dan ternyata statusnya pun seolah-olah sedang “menyerangku”.. O’o.. apa yang terjadi saudara-saudara..

Lantas aku mulai mengingat lagi.. Rasanya tidak ada masalah personal antara kami berdua. Semuanya baik-baik saja.. menurutku tentunya, entah menurutnya. Tetapi memang kuamati bahwa rerata komentarnya justru out of topic! Entah pada statusku, link yang kuunggah, foto, atau bahkan notes yang kubuat. Sampailah aku pada suatu kesimpulan yang sampai detik ini aku inginkan SALAH.. bahwa anak ini membenciku. Selanjutnya apa? Langkah konyol yang kubuat tentu bisa ditebak..

select comment.. edit.. delete! Search profile.. BLOCK THIS PERSON..

Lantas semuanya mengalir begitu saja hingga ingatan akan sebuah tweet dari @kata2bijak menyentuhku.. Jika Anda belum matang untuk dikritik, maka Anda terlalu muda untuk dipuji. Aku re-tweet tulisan itu sebenarnya sebelum kejadian itu dan yah.. aku terlalu muda untuk dipuji, belum siap menerima kritik meski umurku hampir mendekati kepala tiga. Siapa tahu memang benar apa yang dikatakannya terlepas itu ditujukan kepadaku atau tidak bahwa ya itulah aku di mata orang lain. Hanya di belakang meja, makan gaji buta, dan CARI MUKA.. (amit amit sebetulnya). Pepatah lama bilang bahwa suara yang benar terkadang berasal dari balik punggungmu alias penilaian orang lain.

Sepeminuman teh sambil menanti katering, aku bergegas mendekam di kamar dan bercinta dengan si Aspire.. Di tengah cepatnya ketikan jemariku, ringtone si gadget berbunyi dan terdengar suara khas Anggun C. Sasmi yang berjudul “TAKUT”. Tapi hanya penggalannya saja yang aku jadikan ringtone..

Dan kutanya pada diri sendiri
Ya sambil senyum bercermin
Ternyata memang masih kecil

Sahabat.. ternyata aku masih kecil. Bukan hanya fisikku yang memang mungil tetapi hatiku juga masih kerdil. Pikiranku masih terbungkus ego tak mau dinilai salah padahal setiap orang di sekelilingku berhak menilaiku menurut mereka bukan? Lucu juga hanya karena komentar seseorang yang belum ada justifikasi atau klarifikasi dari yang bersangkutan, sudah aku putuskan untuk menguncinya dalam list BLOCKED PERSON. Dan piciknya ini kulakukan di tahap usia dimana aku harusnya sudah matang dan bijak..

Sahabat.. apakah pernah kalian lakukan hal yang sama sepertiku? Menutup maaf untuk mereka yang menyakiti dan mengkhianati? Membekal dendam dan sakit hati bagi mereka yang mencela, mengolok, dan memfitnah? Merancang pembalasan bagi orang yang menjatuhkan dan membenamkan kalian dalam kegagalan.. Sudahlah.. lupakan itu semua.. Mulailah untuk siap dikritik dan tidak lagi menjadi anak kecil.. Bagaimana dengan langkahku selanjutnya? sudah sudah.. selamat menikmati siangmu..

kecile

Iklan
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: