Beranda > Akoe dan.... > Akoe dan Bunda Emma..

Akoe dan Bunda Emma..

MabeskosmaR 27 menjelang 28 Feb 2011..

Malam ini mulai larut.. teringatku akan sebuah janji, kado kecil buat si Bunda yang hari ini berulang tahun. Hanya coretan tanganku yang menurutnya enak dibaca dan megang banget.. Thanks Bunda atas apresiasinya.. Tanpa hisapan rokok, aku bertekad untuk merampungkan bingkisan ini.. Dirimu kan yang paling rewel akan kurusnya tubuhku..

Hari itu, 3 Juli 2006, pagi begitu cerah di seputaran Cimanggis, tepatnya di Cisalak. Masih kuingat, baju biru yang sampai kini masih kusimpan, dan ternyata masih fit dengan ukuran badanku. Ah.. ternyata besar fisikku tak banyak berubah sampai detik ini.. Baju biru yang mengantarku berkeliling di seputar area kerjaku untuk berkenalan dengan staff di sana, tentu saja dibalut jas lab putih seperti waktu praktikumku. Yach! Sahabat.. Aku bekerja mulai hari itu.. Banyak kenalan baru, walau butuh seminggu untuk menghafal wajah dan nama lengkap mereka satu persatu..

Masih di hari yang sama, menjelang siang, barulah aku dikenalkan pada sosok ibu asisten managerku. Cantik dan keibuan.. itulah gambaran yang tertangkap oleh bola mataku kala itu. Dan tralalala.. aku ternyata seruangan dengan ibu itu (yang kelak kupanggil Bunda.. ya.. bunda keduaku). Seperti kepompong, yang tak tahu mana utara, timur, barat, dan selatan.. apalagi tenggara dan tiga mata angin lainnya.. Yupz.. karena itu adalah tempat kerja pertamaku (sampai detik ini) dimana aku belum ada pengalaman sama sekali.. dan Ibu itu.. adalah alasan coretan ini kubuat sebelum berganti hari ke Senin yang padat lagi..

Bunda..

Hari pertama kerja dan sampai detik ini, mungkin sudah sejuta tanya yang kulontarkan padamu dan lebih dari sejuta jawab kudapat dari bibirmu. Begitu total dan sabarnya kau menjawab dan memberikan tambahan wawasan untukku.. Tentang kerja, hidup, cita, dan cintaku.. Walau tak sekaku kalimat pertamamu saat dengan logat daerah kuperkenalkan diriku.. Namun kalimat demi kalimat berikutnya begitu lembut dan sungguh menata hidupku hingga sekarang.. Berat ternyata saat tiba-tiba mendapat sesuatu yang tak pernah terbincangkan sebelumnya, dan dirimu bisa melewatinya dengan sempurna..

Bunda..

Pelan-pelan kau ajarku tuk merangkak, berdiri, berjalan (kadang jatuh dan kau bangunkan lagi), berlari, dan aku percaya suatu saat aku bisa terbang tinggi.. seperti ucapmu di sore saat ultah pertamaku di ruangan itu. Kau yang pertama menepuk bahuku saat ku rapuh dan mengaduh.. Tak menyakitkan karena itu tepukan penyemangatmu. Kau yang pertama menatap tajam mataku agar aku meredakan emosiku yang meninggi hanya karena remeh temeh yang tak perlu.. Kau yang menyentilku agar aku belajar lebih keras lagi dalam arungi hidup ini.. Karena kau percaya tak ada yang tak mungkin selagi niat dan usaha tlah berpadu..

Bunda..

Andai kau tahu, dirimu orang pertama yang kupeluk dan kutumpahkan derai air mata saat kudapat status permanenku.. Orang pertama yang menjadi tempat ku meminta saat tak berpunya.. Yang paling awal tahu akan kehidupan cintaku dan wanita-wanita di kehidupanku.. tidak pula bunda pertamaku.. Yang cantik, yang manis, yang baik, yang seksi, pun pernah kau urun nilai.. Hahaha, asal jangan sebut nama ya Bun.. inisial ajjaaahh… Kamu Bun.. yang sering menyentilku dengan pertanyaan klasik itu.. dan membuatku kelu (hahahaha..) Dirimu adalah yang lebih dulu mengerti akan kemajemukan hidup keluargaku, walau tak semua kau tahu.. Setidaknya aku membiarkanmu mengetahui agar kau bisa pegang diriku.. Bukan, bukan membebanimu.. tapi mempercayakan perkembanganku kepada seseorang yang aku yakin bisa jadi panutanku. Bukan politikus, bukan artis, tokoh agama, olahragawan, atau tokoh terkenal lainnya, tapi dirimu Bunda.. yang bisa memberikan kasih nan tak kunjung padam.. Aku berani bertaruh, lebih separuh orang di sekelilingmu akan menulis hal yang sama denganku.. Aku menyayangimu..

Bunda..

Aku tahu kau akan berderai air mata kalau terus kutarikan jemari ini.. Cukuplah, setidaknya ada kado untukmu selain kue ultah dan nyanyian happy b’day tahun lalu.. Kado terindah mungkin cucu kelimamu di bulan ini.. Hemh.. Izinkan aku memiliki semangatmu, terlepas dari peliknya liku hidupmu, aku sungguh  mengagumimu…

Cikande 27 Februari 2013.. selepas shift malam..

Bunda.. tulisan di atas adalah dua tahun yang lalu… lama juga ya Bun.. dan sekarang Puji Tuhan aku boleh menempati posisi sama sepertimu di waktu itu. Tapi tentu saja harus banyak belajar membumi dan mengasihi. Ehm.. masih sama juga Bun, kali ini belum ada yang bisa kukenalkan kepadamu. Sebab memang tidak ada.. tapi sutra-lah.. pasti kesempatan itu akan datang. Kali ini Bunda merayakan ultah nun jauh di sana sehingga tak ada lagi kejutan yang bisa ananda hadirkan (mana mampu beli tiket ke London)..  Selamat ultah.. semoga sehat dan bahagia selalu dan setia dengan pekerjaan barunya,, momong cucu getu.. Usia baru semoga semakin mampu memperkaya kehidupan rohani dan mendekatkan pada Ilahi. Itu kan tujuan Bunda sewaktu pensiun dulu? Tenang.. rileks.. tanpa dikejar batch record ataupun closing.. Biarlah nanda yang sekarang mewarisinya.. mewarisi betapa pribadimu masih dikenang harum dan membumi.. God Bless You…  Bunda Emma Hermawati…

bunda emma

Iklan
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: