Beranda > Menikmati Pekerjaan Ala DP > Memimpin dengan Kasih Sayang..

Memimpin dengan Kasih Sayang..

Umur boleh tua.. tetapi saya masih ingat bahwa hari ini (14 Februari) diperingati sebagai hari kasih sayang di perbagai belahan dunia. Meski ada beberapa yang melarang untuk merayakannya tapi tak jadi soal karena memang yang namanya kasih sayang tidak selalu di hari ini kan? Tetapi setiap hari.. bahkan jika mau lebih CETAR.. ya setiap hembusan nafas kita karena Tuhan juga menyayangi kita di tiap udara yang kita hirup dan lepaskan sepanjang hidup. Saya lantas tersadar untuk membuka kembali satu jejaring sosial yang saya deaktivasi dengan warna baru.. No status, no Galau, no Picture gak penting.. hanya wadah untuk berbagi kasih melalui coretan-coretan saya meski bisa langsung ditemukan di blog sederhana yang saya miliki.

Tepat kali ini, di tengah rinai gerimis yang menggagalkan acara saya untuk sekedar menikmati makan malam di luar kawasan industri tercinta, saya justru ingin berbagi tentang pekerjaan yang saya geluti dan nikmati setiap hari. Yang saya maksud adalah bagaimana untuk memimpin dengan kasih sayang.. loh biasa ya? Hemh.. biar saya urai sedikit agar terlihat luar biasanya.

Memimpin dengan kasih sayang mengandung dua kata “kasih” dan “sayang”. Kasih.. tentu saja saya denotasikan saja sebagai memberi dan tak harap kembali bagai sang surya menyinari dunia.. hehehe. Saya juga pernah coretkan di blog ini.. Sedangkan SAYANG? Akan saya urai jadi tiga kata..

SA.. Sapa

Seorang pemimpin ideal masa kini bukanlah tipikal mereka yang gila hormat atau disapa duluan.. Pengen bukti ya Jokowi, Dahlan Iskan, atau Ahok. Cobalah menyapa bawahan, kolega, atau atasan sahabat lebih dulu. Ssst.. nikmati keterkejutan mereka jika sahabat belum mempraktekannya sebelumnya. Ulangi secara konsisten setiap hari.. setiap saat.. dan rasakan bahwa tanpa diminta akan tercipta budaya saling sapa yang hangat. Apa sih istimewanya menyapa? Bagi saya.. menyapa mengandung makna sebagai AWAL dari hitungan jam kerja kita. Sapaan yang ramah, sopan, benar, dan hangat akan membuka kran diskusi, sharing, keluhan, masukan, dan evaluai terhadap kerja kita hari itu. Semuanya terasa lancar dan mengalir hingga tak terasa bel pulang berdentang lebih cepat. Bisa dibandingkan kok dengan apabila kita mengawali hari kerja kita dengan DIAM seribu basa. Efeknya.. kebalikannya.. menit demi menit waktu kerja terasa berat dan lama.. Jadi berilah SAPA..

YA.. Kaya

Kaya tidak perlu harus dengan uang dan materi. Sebagai pemimpin kadangkala bukan karena kita cerdas luar biasa tetapi seringkali karena kita lebih dahulu ada di tempat kerja itu atau kita pernah belajar menjadi pemimpin dari pada bawahan atau sub ordinat kita. Yah.. itu yang saya alami karena saya bukan termasuk pemimpin karena kecerdasan atau kejeniusan saya. Tetapi dulu saya diberi kekayaan berupa wawasan, ide, kepandaian komunikasi, analisa masalah, dan sederet ilmu leadership lainnya. Nah.. tidak ada salahnya jika saya juga memberi kekayaan pada mereka yang saya pimpin. Loh.. gak takut mereka lebih pandai dan cakap? Hehehe.. rejeki dan semuanya Tuhan yang atur kok. Saya meyakini bahwa dengan memberi kekayaan tersebut maka saya akan belajar lagi, mengevaluasi dan menerima evaluasi, bertukar ilmu dengan mereka, mempermudah diskusi tanpa ada jarak yang renggang, dan terakhir menciptakan pemimpin lain yang lebih mumpuni. Minimal dapat cipratan nama.. Didikan siapa sih si A? kok cakap betul dalam memimpin.. hehehe. Ingat coretan saya tentang kaya SIKSA? Kasih aja deh..

ANG.. Tenang..

Menjadi pemimpin harus bisa memberikan ketenangan pada yang dipimpin. Jika bekerja dalam ketenangan maka niscaya semua pekerjaan akan berjalan dengan baik. Eits.. ingat bahwa TENANG tidak identik dengan DIAM. Tetapi poin yang saya tekankan adalah ketenangan seorang individu dalam menghadapi pekerjaannya baik sedang dalam masalah, tekanan, batas waktu atau deadline, dan sebaliknya dalam keberhasilan dan kesuksesan. Untuk menciptakan bawahan kita tenang, kita perlu kasih lagi dengan beberapa hal yang akhirannya –ang juga.

Senang (keceriaan dan sukacita dalam bekerja, misal dengan joke-joke ringan yang segar, kalau saya kadang berbau mesum hehehe). Menang (puji bawahan jika memang pekerjaannya memuaskan dan mencapai sasaran bahkan minta maaf jika memang kita keliru atau terima kasih jika kita diingatkan). Rangsang (beri tantangan untuk meningkatkan performa mereka, tapi beri juga penghargaan akan prestasi mereka). Tiang (jadilah back up dan sandaran atas setiap langkah mereka asal sesuai dengan koridor yang disepakati dan beri suntikan semangat agar mereka tetap gigih dalam bekerja). Pandang (beri bawahan cara berpikir ke depan dengan kerangka yang jelas agar setiap hasil kerja mereka bisa bermuara pada tujuan yang jelas).

Sahabat.. jika diibaratkan dengan pencak silat, maka SAYANG adalah jurus dasar seorang pemimpin, sedangkan lainnya yang aku cantumkan adalah jurus kembangannya. Selanjutnya pasti bisa sahabat tambah lagi dengan kembangan yang lain.. Selamat memimpin dengan kasih sayang..

(hanya dari pengalaman pribadi, boleh dicoba, boleh pula dijadikan bahan evaluasi)

Iklan
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: