Beranda > PLUS plus > Post Graduated Syndrome..

Post Graduated Syndrome..

 Sahabat..pernah dengar istilah Post Power Syndrome (PPS)? Yang secara mudah bisa dikatakan satu kelainan kalau tidak boleh dibilang penyakit yang menghinggapi seseorang pasca berhenti dari pekerjaan atau jabatannya. Bisa karena pensiun atau justru karena diberhentikan dengan hormat atau dengan siap grak eh.. maksudku dengan tidak hormat.  Yang jelas dari semula biasa beraktivitas kemudian tiba-tiba tidak ngapa-ngapain ternyata bisa membuat orang mengalami penurunan ambang emosi, cepet naik pitam tapi gak cepet turun pitam, mudah darah tinggi hingga sampai kejang-kejang atau ayan..dan ah.. lupakan saja ya.. Saya takut sekian dari sahabat justru pakarnya sindrom ini sebab saya cuma corat-coret ngawur..

Tapi saya ingin menulis sindrom lain..namanya Post Graduated Syndrome (PGS) atau sindrom setelah lulus. Ups, lirak-lirik dikit..kedip-kedip dan andaikata sudah ada istilah lain ya maaf.. tapi boleh terus nyoret-nyoret ya.. (secara ini blog saya sendiri hihihi..). Istilah di atas saya dapatkan dari pengalaman dua adik saya yang baru lulus kuliah. Satu adik sepupu, satu adik ketemu gendud (daripada ketemu gede sich). Okay..

Hampir sama kejadiannya, setelah diawali SMS lalu dilanjut telponan sampai kuping panas pulsa nipis. Namun karena lebih dulu bekerja maka saya bisa berkoar-koar dan sambil semangat empat lima memberi wejangan walau di akhir obrolan ternyata hape saya sudah basah kuyup karena ada yang ikut muncrat. Tapi meski entah didengerin atau justru hapenya di loud speaker dan ditinggal pipis..ternyata saya berhasil menemukan formula untuk mereka yang baru lulus dan takut atau galau menghadapi dunia kerja. Mau tahu?

Nih dia.. sebagai new comer di dunia kerja pasti didera kegalauan, kegamangan, keraguan, kecemasan, dan bahkan ketakutan tingkat akut atau kronis. Galau karena lamaran tidak direspon sama empunya alamat lamaran dan gamang karena jika dipanggil apakah mampu lolos dari sederet tes yang harus dijalani. Ragu akan pilihan yang ada dan fasilitas yang ditawarkan dan cemas jikalau yang kita putuskan tidak sesuai dengan harapan.. Harapan kita sendiri, orang tua, atau beberapa yang menyayangi kita (pacar? banyak amaat.. hahaha). Puncaknya takut bahwa kita tidak mampu untuk masuk dan menikmati dunia kerja dibandingkan semasa menempuh pendidikan. Mau apa tinggal minta.. meski tidak semua dituruti tetapi yang jelas belum dari kocek sendiri. Tapi yakinlah bahwa saat kita kerja pun kita masih dimungkinkan untuk minta ke ortu kok.. setidaknya itu pengalaman saya sebab belum tentu kita akan bisa berdiri di atas kaki sendiri secepat itu.

Nah, bagi kamu atau siapapun pembaca yang tengah berada di kondisi seperti coretanku di atas, ada baiknya melakukan hal-hal sebagai berikut. Pertama, jadikan pengalaman buat anak cucu dengan memilih tempat studi yang memiliki persiapan khusus (katakanlah pelatihan) menjelang masuk dunia kerja. Misalnya saja seperti civitas saya yang dulu (promosi..) yaitu Universitas Sanata Dharma khususnya jurusan Farmasi lanjut ke program apoteker yang melakukan simulasi ujian masuk kerja semacam rekrutmen hingga tes wawancara yang terakhir kabarnya diselenggarakan di depan semua peserta pelatihan. Hemh.. minimal nyicil ayem karena nggak parno lagi dengan ujian masuk kerja kan? Kedua, selama kuliah jalinlah network seluas-luasnya utamanya dengan kakak tingkat atau teman SMA yang sudah bekerja. Tujuannya sih gak selalu koncoisme kok.. tapi lebih untuk mendapatkan gambaran dunia kerja yang tak jarang menuntut kita untuk keluar lintasan atau berbeda dengan bidang ilmu yang sedang kita tekuni. Ketiga, rajin ikut seminar dan kursus lah.. jadi wawasan semakin luas dan ilmu bertambah komplit atau  kalau kantong kempes cukup nonton media massa yang berisikan polah orang-orang sukses seperti Jokowi, Ahok, Bob Sadino, dan sederet tokoh lainnya.

Eits.. itu kan jika sedang di masa studi.. kan lagi ngomongin PGS yah.. Okey, untuk yang tidak sempat melakukan ketiga langkah di atas dan saat ini sudah lolos eh lulus studi, tetap ada caranya kok. Pertama, kumpulkan empat kata ajaib yaitu TIDAK, PERLU, TAKUT, BISA..

Kedua, biasanya kita suka gamang dan cemas karena merasa TIDAK mempunyai keahlian yang mumpuni setelah lulus.. TIDAK ada harapan untuk dapat pekerjaan yang sesuai.. TIDAK ada yang mau menolong dan diajak sharing.. nah, gantikan kata tersebut dengan kata PERLU belajar, diskusi, dan bertanya kepada mereka yang sudah lebih dulu bekerja. Dengan ini saya yakin bahwa pikiran kita akan terbuka lebih lebar sedikit (gak usah banyak dulu..) untuk mantap menyongsong tes pertama jika dipanggil oleh satu tempat kerja. Ketiga, hilangkan rasa TAKUT.. semisal TAKUT gagal, tidak sesuai, kekecilan gaji atau kegedean tanggung jawab, dan sejenisnya dengan kata BISA. Dalam dunia kerja, yang gagal BISA untuk diulang atau diperbaiki. Yang tidak sesuai, kekecilan, kegedean BISA diubah menjadi yang ideal dengan selalu belajar dengan prinsip long life learner alias belajar sepanjang usia. Ingat kan? Saat tua pun kita harus belajar menggunakan gigi palsu dan berjalan menggunakan tongkat? Nah.. permainan menukar kata ini ajaibnya tak kalah dahsyat dengan ilmu hipnosis untuk membakar semangat kita.

Yakin bisa hanya dengan permainan kata? Coba deh gabungkan keempatnya.. jadinya? TIDAK PERLU TAKUT BISA.. Sahabat, disadari atau tidak, selama ini bukan ketidakmampuan kita yang membatasi hidup melainkan ketakutan (simak kata tokoh Raju dalam film 3 Idiot saat tes wawancara). Kita takut untuk bisa jujur terhadap diri sendiri.. Kita acapkali takut untuk bisa melalui semua ujian dan cobaan dengan kemampuan kita padahal selalu ada jalan dari si pemberi ujian. Kita sering takut untuk bisa mengatakan YA dan TIDAK tepat pada saatnya. Jadi tidak perlu takut untuk bisa.. Bisa menulis lamaran dan CV yang baik dan menjual, bisa melalui semua ujian masuk kerja, bisa menjalani dunia kerja dan bekerja dengan SAKTI (Sungguh-sungguh, Anti Korupsi, Tekun, dan Ikhlas), bisa mengubah semuanya menjadi lebih baik dengan selalu belajar, dan bisa bersyukur atas semua yang kita dapatkan.

Jadi.. tuliskan empat kata  ajaib di kalender, diary, tembok kamar (ups jangan..), yang penting di hatimu agar PGS-nya cepat udahan. Eh.. nakal dikit nih.. PGS kan identik sindrom setelah lulus.. ehm.. lulus pacaran alias putus juga PGS kan? Ya.. mirip-mirip juga sih pengatasannya (walau saya tidak menjamin 100% karena…..). Okey, Happy weekend ya..

Iklan
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: