Beranda > PLUS plus > Keluar Lintasan? Gak usah takut.. (Pia Crispy Dacoz)

Keluar Lintasan? Gak usah takut.. (Pia Crispy Dacoz)

Malam sahabat.. Semoga weekend-mu kali ini menyenangkan.. ceria dalam keluarga atau di tengah teman-teman yang saling mendukung. Atau.. masih berkutat dengan pekerjaanmu? Apapun itu enjoy aja deh.. nikmati saja sebagai dinamika kehidupan.

Akupun juga begitu adanya.. Sabtu ini walau OFF dari jadwal jaga lembur tetapi Tuhan memberi kesempatan untuk tetap bekerja mendampingi operator-operatorku dan beberapa staf departemen lain untuk Medical Check Up di Tubagus Angke Jakarta Utara. What a day.. membelah jalanan sepanjang Serang-Jakarta di tengah angkot yang kami sewa untuk menghemat biaya. Tahu sendiri kan ini tanggal berapa? Hehehehe.. Biarpun kecil yang dibuat namun besar manfaatnya bagi yang membutuhkan..

Puji Tuhan, dengan dukungan semua partner kerjaku dari mulai pendataan karyawan, nganterin ke check point, koneksi dengan pihak klinik, dan sumbangan dana untuk meringankan sewa angkot, akhirnya test dapat selesai dengan lancar adanya. Great Team.. Thanks.

Ah.. aku sedang di lintasan.. menjadi seorang apoteker cetakan Sanata Dharma yang humanis. Dulu kupikir aku akan keluar dari lintasan, masih inget coretanku tentang bagaimana kembali ke lintasan? Cekidot di sini deh. Namun pertanyaannya? Bagaimana saat keluar lintasan? Tidak menekuni lagi profesi ke-apoteker-an? Apakah semua berakhir?

Ternyata tidak.. Banyak yang juga berhasil di luar profesi apoteker yang disandang, bahkan sangat berhasil. Semuanya bisa.. asalkan dilakukan dengan sungguh dan dari hati.. Seperti apa yang dilakukan oleh satu Ibu muda (apoteker  juga) yang merupakan rekan kuliahku semasa di Jogja, namanya Vica. Melepaskan jabatan apotekernya pasca menikah, memang sempat bekerja di satu gerai obat-obatan, tapi banting stir ke agen tiket pesawat Matras Dewata (maaf kalau salah ya bu..) dan sekarang.. menapak kesuksesan dengan usaha di bidang makanan kecil.

Pernah lihat gambar di atas? dulu aku tidak menyangka bahwa sajian kue pia dan pie nan menggoda tersebut lahir dari tangan si Ibu muda yang dulunya akrab dengan mortir dan stemper. Begitu mempesona dan setelah kemarin aku rasakan? Aku harus bilang WOW.. Uenaaak tenan dan bikin ketagihan. Yach.. dari tangan vica dan teamnya, berdasarkan resep warisan keluarga, lahirlah kue pia dan pie Crispy Dacoz yang langsung muncul di mbah Google saat kita ketikkan deretan nama Pia Dacoz. Macamnya? Aaah.. lihat di website re-sellernya aja ya..

Sahabat.. apa yang aku takutkan sekarang? Bukan lagi takut keluar lintasan.. Tetapi takut tidak mampu mewadahi banyaknya ide di benakku untuk mengikuti jejak Vica sahabatku. Meretas asa di luar lintasan dan kalau bisa masih pula berada di lintasan. Tuhan tidak tidur sahabat.. karena selagi niat kita sungguh, semangat selalu tangguh, dan networking kita OK, Dia pasti bukakan jalan.. Halangan pastinya ada? Andai kutanya Vica pun pasti ada jatuh bangunnya untuk menciptakan karya yang lezat dan ngangenin, ada hambatan dalam memasarkannya, dan ada tantangan untuk mempertahankan pelanggan. Namun.. saat kita berserah pada-Nya untuk membimbing, tak ada yang mustahil.. Jayalah Pia (Pie) Crispy Dacoz… Dan selamat juga buat Vica-Vica lainnya.. yang keluar lintasan.. semoga sukses dan menginspirasi yang lainnya.

 

Iklan
  1. September 23, 2012 pukul 7:09 AM

    kadang memang kita enggan keluar dr zona nyaman kita. Salut untuk Vica! Pastinya dl mengalami perang batin untuk meninggalkan profesinya.. Mgkn Nius lupa..knp Pia buatan Vica (seorang apoteker) enak?? Karena dia bisa mencampur bahan2nya secara homogen…he3.. Sukses buat kita semua!

    • September 23, 2012 pukul 9:57 PM

      MFLA juga pastinya mbak Eni…

      • September 24, 2012 pukul 5:14 PM

        tahu jg bahan2 yg compatible dan yg incompatible…. 🙂

  2. Mamanya Tyas
    November 5, 2012 pukul 10:12 AM

    Berharap semoga suatu hari saya juga bisa keluar lintasan.
    coz I think pharmacist is not the way of life (hahahaa… kejeblos nang farmasi critane)

    • November 5, 2012 pukul 2:27 PM

      @mamane tyas..trus meh di kue atau rajutan?

  1. Februari 9, 2013 pukul 11:15 AM

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: