Beranda > Akoe dan.... > Akoe dan si Mbois plus Si Betina, serta Pak Pol..

Akoe dan si Mbois plus Si Betina, serta Pak Pol..

Cerita agak lama nih.. sebulan yang lalu. Satu cerita perjalananku dengan si merah centil yang kali ini setuju untuk bercinta sepanjang Serang-Tangerang. Gak pake ambeg-ambegan lah.. Kami melaju dengan santainya sembari waspada dengan lubang-lubang menganga di sepanjang jalan dalam rangka perbaikan. Maklumlah bukan pengantin baru.. jadi kalau ada lubang mesti dihindari. Kalau pengantin baru? Hehehe.. masak harus kutulis jawabnya di sini.

Tepat di satu pertigaan besar sekitar Balaraja, antrian panjang terlihat menghadang laju kami berdua. Sedikit agak berdiri mengangkangi si centil, kulihat ternyata hanya tiga deret lampu merah kuning hijau yang membuat orang dan kendaraannya ‘kalah’ dan harus berhenti. Ya terang aja.. namanya juga lampu lalu lintas, selain urusan keselamatan diri jika tidak mematuhinya, keselamatan dompet pun kadang juga dipertaruhkan bila melanggarnya. Tahu kan kenapa? Wkwkwkwkwk…

Antrian makin mendekat pada si penyebab antri.. kalau sekilas menghitung, si hijau menyala 20 detikan dan si merah menyala 70 detik lebih lama. Hemh.. karena ini pertigaan sepertinya ada yang salah setting nih, apalagi kali ini di tengah body si tiang lampu tri warna itu tertulis “LURUS IKUTI LAMPU”. Ngomong-ngomong mau ngikut sampai mana ya.. wong lampu itu masih tetep aja angkuh di situ nyegatin yang mau lewat..

Ugh.. hampir 20 menit akhirnya nyampai di deretan depan deh.. minimal siap tancap gas saat si balon eh lampu hijau berkedip manja. Dasar lajang.. meski bawa si centil, tetep aja lirak lirik cari yang lebih kinclong. Hee..  akhirnya tanpa mempedulikan sungut si centil, mataku tak berkedip menatap dua makhluk halus (baca : cewek) di atas ya ampyuuuun.. motor Kaw***ki Tinja eh Ninja warna merah ngejreng. Jempol dua.. Yang depan rambut panjang pakai helm, terlihat betina sekali sambil mbleyer2 gas si Ninja. Aksinya ini membuat si centil keder sepertinya.. Sedangkan yang belakang rambutnya sedikit mbois (baca : cepak jabrik) bawa kaos doang dan celana jeans, cantik mancung dan putih mulus yang terlihat dari bahu dan kuduknya yang sedikit terbuka (giliran yang kayak gini kok gak perlu pakai kacamata ya.. beda jauh dengan situasi mataku kalau lagi meeting dan melototin presentasi di dinding).  Sekilas mereka kayak The Perawan dah. Apalagi tepat persis di depanku.. Andai saja.. #ngelamun…

Tiiin.. tiiin… Dua kali bunyi klakson kecil nan nyaring membuyarkan lamunanku. Lirik ke kanan ada Pak Pooool.. Yap, satu sosok tinggi besar berseragam POLRI di atas motor Sho*un persis di samping kanan si centil. Hemh, ada yang gak beres nih.. kayaknya si Pak Pol melihat ketidakwajaran atau katakanlah pelanggaran sampai harus membunyikan klaksonnya. Ups!! Iya.. si mbois cantik gak pake helm.. Kulihat ke depan, si mbois menepuk-nepuk pundak si betina pemboncengnya. Yakin banget dia sudah noleh ke belakang tuh.. Ehm.. pasti.. pasti.. dan yak.. Bruuuuum.. tiba-tiba si Ninja Merah melesat tanpa menunggu lampu hijau menyala. Aiiih kabuuur ni ye.. Tak berapa lama sisi kananku kosong juga karena si Pak Pol juga melesat mengejar mereka.. Si Centil tampak pengen ikut.. Tapi otak warasku masih bisa mengerem hasrat si centil.. Kalau kemudian Pak Pol-nya malah ganti ngejar kami karena si Ninja tak tertandingi dengan Sho*un-nya? Alamat rogoh dompet  dooong..

Sahabat..  ternyata motor keren, wajah cantik dan body aduhai, tidak menjamin selamat dari yang namanya peraturan lalu lintas. Coba kalau ternyata si mbois dan betina ketangkep. Rasanya tidak cukup senyum manis yang menyelesaikan masalah bukan? Begitulah kita dalam hidup ini.. Semua akan mental jika sudah berhadapan dengan PERATURAN. Pameo kuno jika PERATURAN dibuat untuk dilanggar!! Coba kalau berani.. Mau nyusul mereka yang korupsi terus ketangkep? Eits.. mau berkilah bahwa banyak yang korupsi, pemerkosa, pembunuh, dan sejenisnya yang masih berkeliaran dan bebas?? Jangan salaaaah.. Ntar juga ketangkep di akhirat sono. Apalagi kalau inget lagunya Chrisye yang judulnya Ketika Tangan dan Kaki Berkata?? “Berkata tangan kita.. Tentang apa yang dilakukannya.. Berkata kaki kita.. Kemana saja dia melangkahnya ..”. Soo… berat tidaknya PERATURAN di sekelilingmu, percayalah bahwa itu dibuat untuk menjamin suatu keteraturan, kenyamanan, dan banyak hal baik lainnya. Nah kalau PERATURANNYA tidak adil dan tidak baik untuk kita?? Ada yang salah tuh kayaknya.. pindah rumah, pindah kerja, pindah departemen, pindah area, dan pindah ajaaa.. asal jangan pindah agama, pindah jenis kelamin, dan pindah alam ya.. Semangat…

Iklan
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: