Beranda > Mengenang Masa Silam > Kalau dipikir-pikir.. Guwe Emang Brandal…

Kalau dipikir-pikir.. Guwe Emang Brandal…

Badan lelah, capek, ngantuk berat.. tidak membuat mata ini pengen terpejam sedikitpun. Nyoba berseluncur di DuMay (belakangan aku baru tahu bahwa kata ini adalah akronim dari Dunia Maya) dan iseng melihat jadwal film di bioskop, yah kalian pasti tahu apa nama situsnya kan? Sebenarnya geli juga kenapa mesti ngeliat jadwal film, toh di Cikande aku juga bisa hemat untuk tidak mengeluarkan uang guna menikmati film-film yang sedang tayang. Bukan hemat atau pelit sih.. tapi karena letak bioskopnya juaauuuh, harus menyeret si merah centil selama satu  jam menuju Cilegon (lokasi TKP terdekat). Tapi.. ya biar saja, biar gak ketinggalan banget dengan celoteh teman-teman di jejaring sosial yang menyampaikan status sedang atau sudah nonton film ini dan itu.

Yap, singkat cerita mataku mulai melototin tuh situs film dari atas ke bawah, kanan ke samping, kadang order ke si tikus untuk klik sana dan klik sini. Perhatianku tertumbuk ke film Brandal Brandal Ciliwung yang di resensinya menceritakan tentang persahabatan lima sahabat penghuni bantaran kali Ciliwung. Kayaknya wajib nonton nih.. minimal bajakan atau download-annya deh. Sebab kalau dipikir-pikir sedari kecil sampai seuzur ini, aku paling seneng bikin gerombolan.. ya bolehlah dikatakan brandal di manapun aku tinggal. Mulai dari Brandal Mbul Tambi (SMP) Brandal Mabeskosta , Brandal Asrama(SMA), Brandal Sapen, Brandal Simbok, Brandal Mbah Mardi, Brandal Wirata, Brandal Farmasi (kuliah), Brandal Pangkah (KKN), Brandal Mabeskosmar, Brandal DePe, Brandal Futsalholic, Brandal Brafo, dan sekarang Brandal Cikande saat ada di dunia kerja. Banyak juga yah.. asal jangan bikin Brandal Jepit aja deh.. Atau justru Brandal Cinta??

Brandal biasanya identik dengan kenakalan dan kebandelan.. Tapi yang aku maksud di sini adalah BRANi dianDALkan.. Ya, Puji Tuhan aku dikaruniai Tuhan dengan orang-orang dan sahabat yang luar biasa di sekelilingku. Mereka yang benar-benar ada saat susah maupun senang serta saling menyediakan bahu untuk bersandar, menguatkan, dan meringankan setiap beban. Mereka.. yang membuatku menitikkan air mata kala menahan rindu bila lama tak bertemu. Mereka.. yang sungguh tulus untuk menerima  aku apa adanya, lengkap dengan kekurangan dan kelemahanku.

Itulah BRANDAL versiku.. bagaimana denganmu??

Iklan
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: