Beranda > PLUS plus > Coretan Terakhir di bulan Juli 2012.. Ketika Kasih Takkan Pernah Bisa Terbalaskan..

Coretan Terakhir di bulan Juli 2012.. Ketika Kasih Takkan Pernah Bisa Terbalaskan..

Huuuft.. What a perfect Saturday for me.. setidaknya setelah rencana mudik yang begitu mendadak di akhir minggu ini bisa kulaksanakan. Beruntung cuaca kemarin pagi begitu bagus sehingga aku bisa menikmati perjalanan pulang ke Swarnadwipa dengan selamat sentosa (mudiknya bertiga dong.. dengan Slamet dan Sentosa). Ombak tenang di Selat Sunda plus bisa menikmati gigitan kecil ikan-ikan Gara Ruffa di atas kapal Ro-Ro JATRA I turut mewarnai kisah pulangku. Aku yakin si ikan pasti mabok laut setelah menggigiti sel-sel kulit mati di kakiku hehehe..

Mudik kali ini membawa tiga misi sekaligus.. Pertama, mengenalkan laptop dan teman-temannya kepada bapak ibu karena ada uji kompetensi guru SD secara online di awal Agustus ini. Kedua, apalagi kalau bukan tentang si calon menantu. Ketiga, baptisan keponakanku Noel yang makin hari makin menggemaskan. Nah, coretan kali ini tentang misi pertama sajalah.. yang kedua dan ketiga biar kusimpan sendiri sajo..

Siang yang terik cukup teratasi dengan hembusan bayu nan sejuk di rumah masa kecilku. Itulah yang mungkin membuat bapak ibu sangat bersemangat untuk belajar mengenal si Aspire pacar lamaku. Mulai dari menghidupkan dan mematikannya hingga berselancar di dunia maya mencari bahan ujian dan simulasinya. Tapi yang paling seru adalah saat teman-teman si pacar lama yang juga kuperkenalkan. Mulai dari mouse yang disebut ‘tikus’, modem yang dengan semena-mena dipanggil ‘bodem alias martil besar’ oleh bapak, dan flashdisk yang dengan gampangnya dinamakan ‘plesdis….aiih plisdeh’ . Juga beberapa perangkat lain yang membuatku terpingkal geli karena sebutannya diplesetkan. Semuanya membuat kami bertiga larut dalam keriuhan hingga akhirnya kusudahi karena jam tidur siang sudah memanggil.

Setelah buka puasa, semangat belajar bapak ibu ternyata masih membara. Kami lanjut lagi dengan simulasi ujian online dimana aku berperan sebagai pengawasnya. Kali ini lebih seru karena kadang aku iseng menutup si laptop karena mereka terlalu lama membaca dan memilih jawaban sehingga serempak bilang.. “Mas.. mas.. matek letope…” hahahaha.. Belum lagi kalau jika kutinggal ke ruang lain dalam rumahku dan mereka salah pencet sehingga harus di re-load dan akibatnya harus mengulang dari awal. “Haduuuh.. tambah mumet iki” serempak terdengar kalimat itu dari bibir mereka. Belum lagi jika cursor terlalu ke atas atau ke samping dan mereka repot mengoperasikan si tikus atau berpindah memakai touch pad agar tidak terlalu ribet menggerakkan si tikus. ‘Waduh mas.. keju tangane..’ kata bapak.. (keju : pegal/capek). Bayangkan sahabat.. bagaimana kalau si tikus dengar, pasti si keju bakal dimakan tuh.. lalu si tikus dipukul pakai bodem hehehehe..

Sahabat.. entah kenapa tidak ada rasa jengkel atau gusarku saat mengajari bapak ibu. Yang ada hanya mataku yang berkaca-kaca membayangkan bagaimana rasanya mereka dulu mengajariku makan, buang ingus, berjalan, bicara, cebok, dan sederet kegiatan yang tak ku tahu sebelumnya. Pasti jauh lebih menjengkelkan dan menjemukan. Ini belum seberapa.. mereka mengajariku dengan penuh kasih, apalagi jika kuingat tingkahku dulu yang sering mengompoli pesawat radio (dan kayaknya sengaja deh.. karena tiap lihat radio langsung kunaiki dan kupipisin.. wadeeew…). Atau saat aku dengan santainya jalan-jalan pakai celana dalam bapak sampai ke rumah tetangga saat merecoki Ibu yang sedang menyeterika, bikin malu ajaaah.

Sahabat.. Hari ini mungkin aku merasa hebat dan pintar dibanding bapak-ibu..Tapi itu saat ini, kelak.. Aku akan tahu apakah aku akan sehebat dan sepintar mereka dalam mendidik buah hatinya.. Untuk menjadi ‘lebih‘ dari orang tuanya..Ternyata hanya sedikit kasih mereka yang hari ini coba kubalas, dan itupun belum seujung kuku rasanya. Karena kasih mereka sepanjang masa.. Mau bukti? Nanti malam saat ku tidur pasti ada Ibu yang menyelimutiku atau Bapak yang dengan lembut membangunkanku karena akan menemaninya sahur. Sungguh, kasih mereka tidak akan pernah terbalaskan.

Nah.. coretan ini akan menjadi coretan terakhirku di bulan Juli karena si yayang Aspire untuk sementara akan kutinggal di rumah untuk mereka belajar lebih lanjut. Katanya sih ada yang mau mengajari, gadis pula.. Ah, semoga.. semoga… Hus! Ngarep mulu.. jadi teringat saat kuberikan foto cewek yang sedang dekat denganku. Mereka kompak berkomentar, “wis, jangan lama-lama.. tar keburu sadar dari khilafnya..” Asyeeeem… Semoga si Aspire dan teman-temannya bisa membantu bapak ibu untuk menyelesaikan Ujian Kompetensi Guru dengan hasil maksimal. Dan aku? Nyanyi lagunya ST 12.. “Cari Pacar Lagheee…”.

Belajarnya dah kayak rumah makan masakan Padang.. RM. Siang Malam..

Iklan
  1. Juli 29, 2012 pukul 12:20 PM

    wah…padahal yg ditunggu, cerita ttg calon menantu je….:D

    • Juli 29, 2012 pukul 12:50 PM

      Wah bu.. Banyak yang request.. Agustus deh..

  2. Agustus 21, 2012 pukul 10:43 PM

    nanananana.. itulah kasih sejati orang tua..

  1. Agustus 21, 2012 pukul 2:08 PM

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: