Beranda > Polahku Teranyar.. > Syarat Jatuh Cinta.. Ala-ku Sendiri..

Syarat Jatuh Cinta.. Ala-ku Sendiri..

Hari menjelang siang tentunya saat langkah gontaiku memasuki mess setelah semalam begadangan shift malam. Namun apa lacur.. mata seolah tidak takluk juga malah jelalatan menyapu isi kamar yang baru saja kumasuki. Terlebih binarnya seperti bertambah ketika melihat tumpukan buku yang baru saja kubeli kemarin di sudut kota Depok. Satu buku sudah kubaca, buku apa lagi ya? Ehm.. tanganku gak sinkron dengan hati dan benak nampaknya karena tiba-tiba di tanganku sudah ada satu buku bersampul kiyut dengan judul Syarat Jatuh Cinta.. Aih, apa-apaan ini, jiwa STMJ-ku (Sudah Tua Masih Jomblo.red) serasa berontak, jangan ini ah.. masak abis begadangan mau bercinta-cinta.. hehehehe.

Tapi itu cuma sebentar sebab beberapa detik kemudian aku sudah nangkring di atas kursi bakso dalam ruang dapur mess. Secangkir kopi, dua bungkus wafer, dan sebungkus rokok sudah menemaniku (mohon jangan ditiru untuk yang terakhir ini) untuk menemani waktu baca mendadakku. Memang disaput juga rasa penasaran tentang isi buku ini sehingga adik tingkatku yang jago futsal dan laku keras ama cewek (daripada dia nangis badai kalau aku sebut Arjuna-nya fakultasku dulu di Jogja) sibuk promo buku ini melalui media apa saja. Ah.. pasti ada hubungannya sama si pengarang deh, pasti sama yang cowok kan? Jiaaah.. kalau dia baca tulisan ini pasti tambah nggerung-nggerung.. Tenang bro.. aku doakan berhasil deeeh..

Tepat pukul 09.30 waktu Cikande, Banten, aku mulai ‘melahap’ novel setebal 237 halaman plus halaman-halaman tetek bengek karangan Marin Josi dan Purba Sitorus ini. Dan setelah berganti tempat ke kamarku karena si teteh yang suka bantu bersih-bersih mess sedang beraktivitas di dapur maka tepat pukul 10.50 kurampungkan novel remaja ini. Hemh.. benar ternyata kata si Marin yang notabene adik tingkatku waktu kuliah bahwa aku gak perlu tissue karena akan tertawa dan senyum-senyum setelah membaca novelnya. Cerita dan alurnya menarik, diselingi humor yang cerdas, dan tralalaa.. si Marin dan Purba sangat smart menyelipkan beberapa artikel tentang sedot lemat, menu diet, creambath, hingga puisi bahasa Londo sehingga novel ini jauh dari kata membosankan. Thanks tentunya ya non dan bro.. karena menambah pengetahuanku juga.

STOP!! Sayangnya aku bukan tukang buat resensi buku, sehingga kalau aku teruskan dengan membahas isi buku takutnya membuat kecewa si pengarang karena ngawur jadinya. Aku juga pengen yang lain beli sendiri agar bisa membaca, menginterpretasi, dan menikmati makna dari Syarat Jatuh Cinta yang ada di novel ini apalagi klimaksnya di halaman terakhir (237), berdansalah dengan pikiranmu dan layangkan tebakan jitumu di sana, jawaban pastinya ada di buku kedua atau ketiga sepertinya (semoga akan ada.. Amiiin). Jempol buat kalian berdua (Marin.. mohon kasih tahu si Purba ya..). Dua hal yang aku akan ungkap sedikit, pertama adalah inisial nama Asta dan Alana yang sama-sama APP. Ini tidak mengingatkanku pada Aksi Puasa Pembangunan tapi melontarkan ingatanku pada mantanku dulu karena inisialnya sama-sama ADP, beda tipis yah.. Kedua, mau nanya, si Fio kira-kira cinta gak ya sama Asta ? Siapa tahu di buku berikutnya misal Syarat Pacaran kalian bisa tuliskan cowok idola si Fio.. sebab sahabat, si Fio ini ibarat kata adalah sahabat yang sejati.. Ada di saat senang maupun susah dan kayak kencing dalam kolam renang, biar gak terlihat tapi hangatnya selalu terasa. Pengen banget punya sahabat kayak gitu yang buanyaaak.. soalnya aku juga dah punya hehehee..

Baik, tanpa mengganggu ide utama penulis, tiba-tiba aku pengen share saja pengalamanku setelah mencincang buku ini dalam waktu kurang dari dua jam. Topiknya tentu sama, syarat jatuh cinta… dan aku punya tiga syaratnya, ada yang punya lebih..?? monggo alias silakan.. Yuk disimak…

PERTAMA, BERHARGA..

Jelaslah, jatuh cinta.. tidak hanya kepada lawan jenis, bisa kepada suatu komunitas, suatu benda, suatu paham, satu idola dan lain-lain pasti harus bersyarat bahwa yang kita cintai itu berharga. Benar! Akan ada sisi subyektifitas dalam artian penilaian kita akan berbeda dengan yang lain sebab berharga di mata kita belum tentu sama berharganya di mata orang lain. Tapi tenang, namanya mencintai itu hak asasi kan, jadi kalau memang nilainya gak sama, masalah buat Anda??.. Piss…

KEDUA, PERLU PENGORBANAN..

Tanpa harus mengharapkan dicintai, repot soalnya kalau setiap jatuh cinta harus dibalas dengan mencintai, perlu pengorbanan dalam kondisi ini. Sebentar.. kalau tidak setuju kalimatku barusan, coba bayangkan jika ada cowok yang jatuh cinta pada skill bermain bola Ronaldinho, naaaah.. repot kan kalau si Ronaldinho juga harus jatuh cinta sama si cowok itu.. Back to the second point, pengorbanan diperlukan karena untuk melakukan sesuatu selalu ada harganya. Mengutip tulisan Anthony Dio Martin dalam bukunya Mental Detox, bahwa perlu Kerja Ekstra yang merupakan gabungan dari Kerja Keras dan Kerja Cerdas untuk mewujudkan apa yang sedang kita inginkan. Maksudnya? Ayooo baca sendiri dong bukunya.. Contoh gampangnya ya antri untuk dapat konsernya SU-JU, ada yang berpanas-panas ria, ada yang titip temen, ada yang lewat koneksi ‘dalem’ dan sebagainya.. ujungnya ya perlu berkorban juga baik waktu, pikiran, dan uang untuk lembaran tiket konser si boys band idola kan?

KETIGA, HARUS LOGIS dan RASIONAL

Nah.. karena kita manusia biasa, maka syarat jatuh cinta terakhir  menurutku adalah yang kutulis barusan. Kenapa? Jika di dalam keyakinanku, ada Yesus yang mau disalib untuk menebus dosa umatNya. Tapi Dia adalah Putera Allah, jadi kita tidak bisa menirunya di kehidupan sekarang, kalaupun ada mohon koreksi pernyataanku ya.. Di novelnya Marin dan Purba ada si Fio sahabat sejati Alana yang menghadirkan nuansa logis nan rasional dalam setiap pertemanan mereka di sela usaha Alana yang sedang jatuh cinta. Kalau saya, karena bertambahnya usia ada pengalaman demi pengalaman saat mencintai, maka ada pengalaman plus beberapa sahabat yang membuat saya masih bisa berpikir logis dan rasional walau jujur kadang-kadang masih ‘buta’ juga saat ada di kondisi tersebut. Seperti gambar di coretan ini yang ada background tuts keyboard si Aspire, butuh pemikiran untuk merangkai huruf jadi kata, kata jadi kalimat, kalimat jadi paragraf atau bait, dan seterusnya.. Kalau kamu?? Ssst.. jawab dalam hati saja, temukan syarat jatuh cinta yang lain untukmu sendiri ya… Yang tiga barusan biarlah untukku saja.. Selamat menjelang siangmu sahabat..

Iklan
  1. Agustus 13, 2012 pukul 2:47 PM

    Waw! ternyata mas DP mengupas tuntas semuanya ya….
    saya jadi malu malu dot com dan terharu biru dangdut rasanya.. hehehhe
    yang jelas, menurut saya, Alana ini adalah representasi dari hampir sebagian wanita. Dan kalau cinta mana bisa dipaksa, iyaa kan?
    Yang ingin aku tonjolkan juga sebetulnya salah juga kalau menilai Asta suka sama Alana karena fisik. Asta pada awalnya tidak kenal Alana, makanya Asta ‘enggak doyan'(emangnya makanan ya!)
    Tapi justru sebetulnya, Asta dan pria-pria kebanyakan jatuh cinta pada kepribadian seorang wanita. Alana walaupun gendut dan hanya untuk memenangkan taruhan rela berjuang mengalahkan dirinya.
    Siapapun pasti akan luluh melihat apa yang alana lakukan.
    Inti pesannya sih, Asta mencintai Alana karena kepribadiannya….She is beautiful from her heart not from her fat.
    Karakteristik Fio tanpa disangka menjadi kuat karena selalu muncul pada setiap halaman, dan….makasih juga untuk idenya tentang Fio.
    Ada banyak kacamata untuk melihat segala sesuatu… dan aku suka bingkai kacamata mas Dian!
    Never stop to share!

    • Agustus 14, 2012 pukul 8:04 AM

      hohohoho.. maaf baru bales ya mariin.. itu cuma coretan ngawur kok, tapi yang jelas ditunggu untuk next-nya. Cinta itu sungguh ‘membebaskan’.. dari semua batas dan bahkan sebenarnya dari syarat. Tapi saat akan saling mencintai atau kerennya ‘pacaran’.. barulah ada syaratnya.. hehehe

      • Agustus 14, 2012 pukul 8:25 AM

        iyakah? memang apa syaratnya selain restu orang tua? (oops! udah kesebut satu ya?!)
        hehehehehehe

      • Agustus 14, 2012 pukul 3:51 PM

        @mariin.. banyaaak.. yang jelas beda kelamin… hihihhi

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: