Beranda > Polahku Teranyar.. > Kala si Kepo Kena Batunya…

Kala si Kepo Kena Batunya…

Pagi belum kunikmati betul siang ini karena nonton bola di TV dan saling bergantian karena kadang BLUP!! aku tertidur dan terjaga lagi (tahu kan maksudnya..). Humh.. sampai pagi menjelang setelah drama adu pinalti antara Inggris kontra Italia yang dimenangkan si Negeri Pizza karena kegagalan duo Alay ups Ashley, aku belum bisa tertidur juga. Tepat saat si kantuk melanda, mulai mempersiapkan peraduan, tiba-tiba ada karyawan yang tergopoh-gopoh mendatangi mess tempatku bermukim sebab ada karyawan lain yang sakit. Berpikir cepat karena aku kebetulan jadwal masuk siang, tanpa pikir panjang untuk cukur kumis dan brewok-ku, aku langsung ambil kunci motor, helm, tak lupa hape dan dompet lalu tancap gas meninggalkan pabrik menuju klinik terdekat.

Wajah kumel, ngantuk, laper, makin tambah kucel karena agak jengkel sebab dokternya sedang mandi. Tapi hanya sesaat ternyata.. sebab saat si dokter muncul yang ada wuaooow.. Dokter itu masih muda, kutaksir 25 tahunan, wanita (jelas.. ngapain guwe tulis di coretan ini), suaranya enak dan wajahnya.. cantik dengan kacamata minus ber-frame hitam. Tapi yang bikin bergetar adalah liontin salib yang dikenakannya, wah.. ini guwe bangeeet (dasar STMJ.. maaf ya..). Sejenak aku teringat akan dokter muda di Jakarta sana andai kalian masih ingat coretanku tentangnya. Semua yang aku tuliskan di kalimat awal paragraf ini hilang.. dan berubah 180 derajat walau aku tetap brewokan, belum mandi, dan kumal hehehe..

Nasib baik ternyata belum menyapa karena karyawan yang kubawa harus dirujuk ke rumah sakit yang peralatannya lebih lengkap daripada klinik di satu kawasan industri tersebut. Yaah, jadi gak bisa lama2 deh sama si dokter. Tapi karena aku punya tanggungan si karyawan yang sakit maka kami berdua melesat lagi pakai motor ke satu rumah sakit rujukan si dokter cantik. Dasar penasaran, sampai rumah sakit, aku masih sempat telepon ke klinik untuk dapet info mengenai kondisi terakhir karyawanku sebagai bekal untuk ketemu dokter rumah sakit. Siapa lagi yang kutelepon kalau bukan si dokter cantik. Kok tahu namanya? Ya iyalah.. kan baca surat rujukannya. Centilku kumat, maka di akhir pembicaraan aku tanya kemana si dokter gerejanya.. Ooh.. ternyata dia biasa gereja di satu kompleks perumahan elit kawasan Cikupa.

Cukup? Belum… baru deh kepo guwe muncul. Tak tik tak tik, aku search namanya di Google dan tralala… Aku mendapatkan dua temuan menarik tentang si dokter. Pertama tentang hilang HP-nya jaman kuliah di Kota Lumpia, dan kedua tentang seseorang yang memendam rasa padanya tapi si dokter ternyata sudah MENIKAH dan PUNYA ANAK.. gubraaaaaak!!  Dunia sesaat terasa gelap.. beneran.. cuma sesaat aja kok (bohong.red), abis itu ya ketawa dan senyam senyum sendiri sampai detik kutuliskan coretan ini. Itulah cerita sendu si kepo… (kepo : Knowing Every Particular Object : serba ingin tahu).

Sahabat.. tak perlu kuteruskan betapa remuk redam, hancur berkeping-keping perasaanku saat ini (lebay.. hehehe). Itu cuma cinta sesaat, setelah mandi dan ingin tahuku terpenuhi ternyata sudah hilang kok.. Tapi ada satu hal yang menarik tentang sifat serba ingin tahu a.k.a. kepo. Dalam porsi yang wajar, ini akan menjadi nilai plus bagi suatu individu karena hidupnya akan menjadi dinamis dan penuh tantangan. Namun dalam porsi berlebihan, contohnya ya guwe.. kadang akan menjadi nilai minus atau minimal menjadi boomerang bagi si kepo itu sendiri. Ambil contoh satu karyawan yang ingin tahu gaji semua teman2nya.. mau tahu urusan atasannya.. mau tahu kehidupan pribadi sekretaris bossnya dan sebagainya. Dalam kesehariannya, pasti si karyawan akan menjadi pribadi yang banyak nanya, Sok Kenal Sok Dekat, over PD, penuh tanya selidik dan segala hal yang mengganggu aktivitas rekannya yang lain. Puah!! Pasti pernah menemukannya bukan? Nah kalau yang jadi boomerang misalnya karena keingintahuannya.. dia harus berurusan dengan beberapa orang atau atasan yang tidak suka atau tidak senang dengan kelakuannya. Misal.. tertangkap basah mencuri data pribadi karyawan di HRD atau bagian payroll, kepergok sedang nguping pembicaraan atasan, atau contoh lainnya..

Sahabat.. kepo itu boleh, tapi porsi wajar, jangan double atau nambah.. kenapa gak boleh? Karena sakiiiit.. kalau sampe kena batunya.. Happy Monday yah..

Iklan
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: