Beranda > Polahku Teranyar.. > Geliat Cinta di Pekatnya Kawasan Kerja..

Geliat Cinta di Pekatnya Kawasan Kerja..

Sepulang kerja hari ini aku sempatkan untuk maen bola bersama operatorku di kampung sekitar kawasan industriku. Walau ngos-ngosan tapi puas juga karena bisa salurkan hobi olahraga. Aje gile kalau seminggu full tanpa olahraga.. bisa mateng stress kerja. Pulang dari lapangan dan nongkrong sejenak di tempat operatorku hari sudah menjelang malam, akupun memilih rute yang tidak sama dengan keberangkatanku karena jalanan itu kini rawan dengan perampokan atau tepatnya pembegalan motor. Hemh.. masih jiper juga guwe, sudahlah.. aku memilih mampir dulu belanja di minimarket di sudut Cikande.

Lirak-lirik di minimarket dengan gadis manis yang masuknya bareng denganku tak terasa menambah berat keranjang belanjaanku, biar lamaan saling liriknya.. ah dasar pria.. Tapi karena mengingat isi dompet di tanggal tua, mau tak mau harus segera menghentikan kecentilanku di tempat itu. Setelah selesai transaksi dengan mbak kasir kaburlah aku pulang. Karena pilihan ruteku, aku melewati  kawasan industri  tetanggaku. Semoga masih ingat coretanku tentang si kecil penantang maut. Aku pastinya hafal liku2 jalanan di kawasan ini karena aksesku keluar masuk peradaban (begitu kami mengistilahkan kalau keluar mess pabrik untuk belanja).

Namun ach.. malam ini aku centl sekali, walau hanya bercelana pendek, kaos oblong, dan sandal jepit plus belum mandi, ku ingin mengamati fenomena pekatnya malam di kawasan ini. Hemh.. bukan rahasia umum kalau jalan di kawasan industri yang gelap menjadi tempat muda-mudi berpacaran. Tanpa tunggu waktu aku belokkan si Merah Centil ke satu gang yang paling gelap dan katanya paling rame buat pacaran. Deg-degan juga karena baru pertama aku melakukan kegilaan ini. Hitung-hitung pengalaman lah..

Aduh, ternyata kalah cepat.. lapak sudah rame dan banyak pelanggan. Saat kuhentikan si Centil di posisi agak di tengah gang, tentunya di pinggir jalan, sudah banyak pasangan muda-mudi yang parkir. Yeah.. BINGO.. aku dapat momen yang kuingin. Setelah menyalakan sebatang rokok, mataku pun mulai jelalatan ke sekitar tempatku berhenti. Meski gelap, aku dapat menghitung bahwa lebih dari sepuluh motor di gang itu. Ehm.. tolong mejem dikit yah, bayangin apa yang kulihat. Ada yang sedang pangku-pangkuan, ada yang saling pelukan, ketawa-ketiwi sambil acak-acak rambut, ada pula yang diem-dieman. Ups.. ada yang kepergok mataku sedang ciuman dan wow.. ada yang lebih berani lagi. Astaganaga.. Bro.. Sist.. Nggak ada tempat yang lebih asyik neh?

Sahabat.. agak ser-seran juga darahku disuguhi pemandangan yang beraneka tadi. Salahku juga sih kecentilan, ujungnya malah bingung sendiri. Aku gak suci-suci amat dan aku hanya menganggapnya sebagai penyimpangan kebebasan berekspresi dari kawula muda. Umumnya kudengar mereka ini juga pekerja pabrik di sekitar kawasan ini bahkan ada pula yang memang bukan dari daerah sini. Apa pendapatmu? Aku gak berani menilai lebih lanjut ah.. Yang jelas, ada geliat cinta di balik pekatnya kwasan kerja ini. Dan ternyata jika sedang surfing, ada pula fenomena yang sama di beberapa fly over, kolong jembatan, supermarket, lapangan olahraga, dan beberapa tempat keramaian lainnya.

Sahabat.. apakah kau menemukan fenomena yang sama di sekitarmu? Apa penilaianmu.. Yah, bebaslah semaumu. Soalnya opini setiap orang pasti berbeda bukan? Aku malam itu dengan tubuh yang agak capek, bau pula, menyelesaikan rokokku yang ketiga, menghentikan jelalatan mataku,  dan berkata.. “Dah malem neng, nyari bakso yuk..” ajakku pada si gadis manis di minimarket yang kebetulan mau ngekor dan nangkring di jok si Merah Centil. Ehemmm.. Dua jam berlalu dari kejadian itu, dan aku selesaikan coretan ini selama 30 menit sambil menikmati Indonesian Idol.. Malam Sahabat..

Iklan
  1. pras
    Juni 11, 2012 pukul 11:41 AM

    survey po kowe sik jogo lapak bro?? hahaha

    • Juni 15, 2012 pukul 2:47 AM

      aku yo melu.. liat aja paragraf terakhirnya.. hehehehe

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: