Beranda > Polahku Teranyar.. > Episode Cinta 10 Menit.. Aku Padamu Dela…

Episode Cinta 10 Menit.. Aku Padamu Dela…

Sebenernya gak yakin untuk nulis coretan ini.. Pertama, sahabat sekaligus mas yang paling reseh kalau aku nulis cinta-cintaan pasti reseh! (si tronyok). Kedua, aku tak ingin menyaingi istilah yang aku hadiahkan ke abang ganteng tandem kerjaku (kalau dia agak lama-an sebab 15  menit). Tapi sudahlah.. sebab seperti coretanku yang lalu, menulis salah satunya adalah menggalau tanpa … So, nikmati kisah cinta 10 menitku aja deh..

Waktu menjelang pagi kemarin, saat kapal ferry yang aku tumpangi untuk menyebrangkan aku dan si Merah Centil hampir merapat di Bakauheni setelah bertolak dari Pelabuhan Merak. Aku yang sengaja menikmati geladak  kapal, tiduran manis di ranjang sun bathing (ajiiiib..) mulai mengucek mata ketika semburat mentari mulai menguak bongkahan awan.  Abis kucek mata, spontan minum air kemasan dan cuci muka sekalian dech. Tapi alamak.. perasaan satu jam yang lalu masih ada beberapa sosok yang turu mengisi deretan ranjang sun bathing. Kemana mereka ya? Dasar eduuuun.. ternyata jaket, celana, dan tas ransel kumalku sedikit basah. Rupanya gerimis makanya pada ngabuuur.

Well.. seperti biasa, setiap bangun tidur, maka sebatang rokok DP langsung terselip di bibirku. Setengah hidup menyalakan api di tengah tiupan angin geladak yang cukup kencang, ekor mataku menangkap sosok makhluk halus di sudut geladak. Owh.. insting lelaki rupanya.. nampak seorangg gadis cantik dengan rambut terurai yang kerepotan menata rambutnya sembari berulangkali menjepretkan ponsel ke arahnya. Wow.. rutinitas narsis rupanya. Tapi apes.. (walau buntutnya untung).. Dia menangkap basah aku yang tengah memperhatikannya. Sok gentle.. biasanya aku yang buru-buru alih pandang kali ini tetap menatapnya dan tersenyum. Finished!! Pikirku kala itu..

Sambil masih di RSB (ranjang sun bathing), aku menatap sudut lain geladak kapal, biar gak dikira kagum akan cantiknya si gadis. Tapi sompreeet.. sudut lain isinya cowok-cowok kumel, sudut lainnya isinya bapak dan ibu yang tengah ngobrol, dan sebelum sempat kulihat sudut lain tiba-tiba si gadis berada di hadapanku. Alamak!! Cantik kali.. otakku berpikir cepat menaksir usianya duapuluhan tahun (minimal kalau luput ya 29 khan? Hehehe..). Bang, boleh minta tolong?” ucapnya memecah ketololanku karena menatapnya dari ujung kaki ke ujung yang lain.. “Boleh..” sahutku cepat tanpa menunggu pintanya karena tangannya menyodorkan ponselnya ke arahku dengan modus kamera yang masih aktif. Kalian pasti juga tahu maksudnya kan?

Si gadis memintaku mengabadikan dia dan momen pagi itu di geladak kapal. Hemh.. kalau bisa sulap tentunya aku rubah ponselnya jadi ponselku. Beberapa jepretan di beberapa sudut tempat kami menghabiskan sisa penyeberangan di Selat Sunda mengakhiri momen indah (menurutku pagi itu..). Setelah itu dia menawarkan diri untuk gantian jika aku pengen foto, tapi kutolak soalnya aku fitur NARSIS-ku sedang tidak aktif. Harap maklum tampangku yang pas-pasan gak bisa asal jepret dalam semua kondisi, apalagi bangun tidur. Aku hanya mengulurkan tangan untuk meminta ucapan terima kasihnya dengan bertukar nama. Woits.. namanya Dela, dari Jakarta mau ke Palembang, dia naik mobil umum dari tempat saudaranya di Cilegon.

Tambah gak karuan pagi itu karena si Dela ikutan duduk di RSB sampingku yang kosong walau sedikit basah. Ngobrol ngalor ngidul sebentar termasuk ceritaku kalau kali ini pulang ke Lampung Timur pake motor. Halaah.. biasanya juga pake apa sih Bos.. (teriak si Merah Centil kalau dia denger scene ini..).

Belum sempat lebih jauh berkenalan termasuk pekerjaan, tempat tinggal di Jakarta, keperluannya ke Palembang, alamat saudaranya di Cilegon, nomor ponselnya, atau statusnya (penjahat banget ya..). Si cantik Dela sudah pamit mau ke bawah karena sirine kapal merapat sudah terdengar. Setelah dia pergi akupun bergegas dan pengumuman pun terdengar bahwa kapal akan sandar di dermaga IV Pelabuhan Bakauheni. Haduh.. Jauh nich kayaknya.. Dela sudah hilang dari benakku saat mau turun ke arah parkiran motor di dek bawah ketika tiba-tiba.. Dia ada di depanku lagi sambil ngos-ngosan. Usil benakku kala itu jangan-jangan ni bocah turunan hantu kayak di Twilight yach! Soalnya bisa muncul tiba-tiba..

“Abang naek motor sendirian kan? Aku numpang ampe Pasar Bakau ya bang.. Soalnya jauh kalau dari dermaga IV” pintanya sambil memelas. “Ok, wani piro ??” sahutku sambil tersenyum nakal. Padahal pengennya jawab “Boleeeeeh.. Kemana aja boleeeh.. Gratiiiissss…”. Lebay.. sebab gak ada helm buatnya lho, bisa-bisa keluar pelabuhan udeh ketilang Pak Polisi. Tanpa menunggu lama kami berdua lalu turun ke arah dek bawah setelah satu pukulan kecilnya mendarat di bahuku karena celetukan wani piro barusan. Beuh.. melewati deretan truk demi truk diselingi siulan dan deheman para kenek dan sopir karena si Dela yang ngekor di belakangku rasanya malah bangga. Kampreeet.. siapa sih dia? Emang pacar guwe? Nyampe di tempat si Merah Centil (motorku) ngumpet, aku lantas mempersiapkannya biar si Nona bisa nyaman mbonceng. Maklum, gerimis membuat jok si MC agak kotor. Sambil ngelap jok laksana terdengar bisikan si MC lirih.. “Nemu dimana Bos? Mau dibungkus nih? Enak amat di atas beduaan, guwe pengap di sini..”. Tak kujawab bisikan itu daripada aku ntar agak gila kayak si Gosonk dengan Alpha-nya. Untung MC gak ngambek dan rewel saat dipanaskan walau tanyanya tak terjawab.

Singkat kata MC telah ready, Non Dela juga dah nangkring, dan sungguh iseng kulirik bentar jam di ponselku 06.38 terbaca kala itu. Lalu kami berdua pun mulai keluar kapal dan di tengah gerimis kecil meninggalkan dermaga IV. Tak ada perbincangan antara kami namun sepanjang perjalanan itulah batinku tersiksa!! Bagaimana tidak, Dela dengan santainya memeluk pinggangku, menyandarkan kepalanya di pundak dan oooaaalllaaah Gustiiii.. Ini layaknya aku boncengin pacarku (zaman dulu..). Udara segar di seputar pelabuhan ini rasanya tak lagi bisa kunikmati karena dadaku sesak. Puah! Macam anak kemaren sore yang boncengin cewek saja.. Tapi ada flirting kali ini.. Nyetrum kalau kata Liza temen kuliahku dulu. Si MC kali ini berteriak “Biasa aja kalee Boooos”.

Sumpah! Ingin kuminta PT. Pelni memanjangkan lagi jalan antara dermaga IV dan Pasar Bakau kala itu. Mau bensin sampai habis pun aku jabanin dah. Tapi ah.. rasanya cepat sekali laju si MC, padahal di speedo hanya terlihat jarum di skala 30 saja. Bahkan ayunan tangan Pak Polisi untuk mengingatkan helm bagi pembonceng pun tak terlihat jelas olehku karena ngayal Pasar Bakau sudah pindah ke arah Tanjung Karang kalau perlu deket Jembatan Ampera sekalian. Tapi itu hanya ingin karena bisikan si Dela membuyarkan kenikmatan imajinasiku bahwa sudah sampai di Pasar Bakau. Agak enggan kuhentikan laju si MC dan menepikannya di pinggir jalan. Dalam hitungan detik kunikmati momen indah dari Dela, ucapan terima kasih, cium tangan, dan senyuman manis sebelum seperti saat bertemu secepat kilat dia sudah masuk mobil travel yang kusendiri tak tahu kemana arahnya. Dan begonya.. seperti ilang momen segera kumelaju lagi setelah melihat su mobil travel berlalu dengan Dela di dalamnya. Ciiittt.. Aku rem mendadak si MC karena ponselku bergetar. Ajaib jika Dela yang menyebabkan tuh ponsel bergetar, ah ternyata sms dari temanku. Dan akupun mulai nge-gas lagi diiringi ejekan si MC sepanjang perjalanan.. “Berapa Bos nomor hape-nya, dah punya cowok belum, biasanya langsung dapet nomer lho.. dan seterusnya”. Huuuuft.. Dela.. Dela.. sungguh singkat perkenalan kita. Tepat sebelum coretan ini kubuat, setelah beberapa belas jam berlalu dari momen pagi itu, kubuka lagi pesan tadi pagi dari temanku yang menghentikan laju si MC, kulihat jam pesan, alamak 06.48!! Berarti 10 menit episode itu berlangsung. Persetan mau namanya benar Dela atau tidak, mau ke Palembang atau Papua, mau beneran manusia atau bukan.. mau ketemu lagi atau nggak… Tapi aku padamu Dela… 10 menit saja..

Iklan
  1. Bapakne chapile
    Mei 18, 2012 pukul 6:07 AM

    Mau tau nama panjangnya? Se”dela”bae Sepuluhmenitkirakirawati…

    • Mei 19, 2012 pukul 9:05 AM

      hahahaa..bapakne chapil sudika emang bisa bae…

  2. gita
    Mei 19, 2012 pukul 10:42 PM

    ahay,,,,,masku ini ada 2 aja….jadi berapa no HPnya ????hahaha

    • Mei 20, 2012 pukul 12:52 AM

      Nomor hape-nya udah aku kasih via BBM yuaaa…

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: