Beranda > Akoe dan.... > Akoe dan Anak Kecil si Kuli Malam…

Akoe dan Anak Kecil si Kuli Malam…

Malam mulai berganti pagi ketika kutinggalkan pabrik tercinta sebab jam kerja telah usai. Tiba di gerbang gudang angkut barang, aku melihat beberapa anak kecil (walau badannya melebihi besar badanku), berkumpul di depan truk2 yang akan memuat barang jadi untuk dikirim ke gudang distributor. Aha!! Itu ada si jabrik.. Kali ini dia memakai sarung. Aku masih ingat seminggu yang lalu Ia kujewer karena merokok di area pabrik. Waktu itu ketika kutanya besok sekolah apa nggak, dia jawab lagi libur karena buat UN (dia masih SD). Kali ini apa lagi alasannya ya??

“Malem.. Nggak pada sekolah nih besok? Kok masih di sini?” selidikku..
“Hampura pak.. Saya jangan dijewer lagi yah, kan gak ngrokok, ni lagi nunggu bola Barca Chelsi sambil nguli.. Lumayan buat bantu orang tua”.
“Besok gak ngantuk kalau sekolah??” Kejarku pada mereka..
“Ngantuk pak, tapi kan buat beli buku uangnya..” Sahut mereka hampir serempak.
Aih.. Mataku nanar melihat wajah2 polos yang mulai mengantuk itu.. Kuingat beberapa lembar lima ribuan di sakuku dan kubagikan dengan maksud buat tambahan beli buku.
“Jangan buat beli rokok ya..”
“Nuhun pak.. Pasti buat beli buku..” Jawab mereka sambil ditimpali sorakan “huuuu..” dari kuli2 lain yang lebih tua dan minta bagian juga. Aku kasih senyum aja buat mereka hehehe..

Tigapuluh menit berlalu dari kejadian itu, aku kini di mess, mainan gadget ini, menikmati secangkir kopi dan beberapa rokok ‘DP’. Tak ada yang spesial sampai kudengar suara ‘bak bik buk’ tanda loading barang dimulai lagi. Artinya tubuh2 kecil yang kusapa tadi mulai bergerak lincah mengambil, melempar, menangkap, dan menata barang2 siap jual dari palet2 ke dalam truk. Aduh gusti.. Hatiku seakan teriris..

Sahabat.. Ini tulisan pertamaku di blog ini setelah vakum sebulan lebih karena pantang Paskah. Dan malam ini.. Aku terhenyak karena ironi ini. Aku dengan santainya menunggu pertandingan semifinal kedua liga Champions di dapur mess yang hangat. Sedangkan mereka.. Si kuli-kuli kecil itu bermandi peluh di dingin pagi untuk berburu rupiah. Aku tak yakin mereka akan nonton bola karena jadwal loading sampai subuh. Aku juga tak percaya uang mereka akan buat beli buku karena yang kutahu sebagian juga menjadi tulang punggung keluarganya. Rokok? Pasti.. Karena di luar pagar pabrik pun mereka masih merokok dengan dahsyatnya.

Sahabat.. Pagi ini Tuhan menyapaku melalui mereka.. Mengajakku untuk bersyukur akan apa yang telah kupunya. Karena Dia sadar, aku tengah meragukannya.. Menginginkan yang lebih dari sekarang Dia titipkan padaku padahal mungkin ‘belum saatnya‘ ku beroleh lebih. Sedikit senangku adalah kala bisa berbagi rejeki dengan mereka. Walau.. Aku masih menyesalinya.. Kenapa??

Apa yg kulakukan adalah membagikan ‘ikan‘ bukan ‘kail dan umpan‘. Harusnya aku tahu data mereka, memberikan les gratis untuk pelajaran mereka dan memberikan kehidupan sebagaimana seorang anak bertumbuh semestinya. Tapi akh.. Di usiaku sekarang ini, ternyata aku belum bisa.. Aku tak mampu berbuat lebih dari apa yang barusan kulakukan. Jangan tiru aku sahabat.. Kamu lebih baik dan lebih bisa berbuat lebih daripada itu. Dan aku yakin.. Kelak akupun bisa lebih dari itu.. Memberikan ‘kail dan umpan‘ kepada sesama yang kekurangan.. Amiiiin..

Iklan
  1. Mei 1, 2012 pukul 7:56 PM

    Hi, everything is going nicely here and
    ofcourse every one is sharing facts, that’s truly excellent, keep up writing.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: