Beranda > Akoe dan.... > Akoe dan Si Kecil Penantang Maut..

Akoe dan Si Kecil Penantang Maut..

Malam mulai menjelang ketika si MC (Merah Centil )motorku aku pacu meninggalkan mess pabrik untuk weekend kali ini. Masih ingat dalam benakku dua hari yang lalu kala Jumat akan berganti Sabtu. Untuk mengambil jalan yang relatif simpel maka aku harus melewati jalanan di kawasan industri sebelah kawasan tempat pabrikku berada. Maklum jalanan di kawasan industri tersebut jauh lebih bagus daripada kawasan industri pabrik tempatku bekerja (kalau ‘pabrikku’ tar dikira nyang punye pabrik dech..).

Asyik menikmati mulusnya jalan eh tiba-tiba aku memelankan laju si MC karena ada anak kecil yang sedang termenung di samping sebuah motor butut, setidaknya menurutku, karena tinggal rangkanya doang. Aku menepi dan menghampiri si bocah yang kutaksir baru usia 11an tahun. “Ngapaen dek? Mogok motormu?” tanyaku padanya. “Rantainya putus bang, ada kunci gak?” sahutnya sambil balik nanya. Kulirik sekilas si MC dan seolah dia mengedipkan mata tanda setuju, lalu balasku padanya “Ada, bentar abang ambilin, tapi cuma kunci standar looh”. Si bocah tersenyum dan berujar “Tenang aje bang, guwe kan Macgever..” Aku geli sedikit saat mendengar lafalnya mengucapkan salah satu tokoh  detektif swasta rekaan yang dulu ngetop di layar kaca.

Bergegas kuambil sekantong kunci di dalam perut si MC dan kutambahkan obeng, tang jepit, dan senter kecil yang selalu ada di ransel kumal yang setia menemani setiap perjalananku. Ya Tuhan.. bener-bener takjub aku seketika. Di bawah bantuan penerangan dari senter kecil yang aku pegangi, si bocah benar-benar seperti tokoh rekaan yang dia ucap barusan. Tangannya lihai memainkan tang, obeng, dan kunci pas standar yang aku pinjamkan. Ketok , jepit, congkel sana sini dan tralalalaaaaa… gak sampai 10 menit rantai yang putus sudah tersambung dan motor siap jalan. Gila.. bisa muntah darah seharian kayaknya kalau aku yang diminta mengerjakan..

Tapi dasar bocah, tengilnya ada aja, saat kukeluarkan rokok untuk mengatasi dinginnya malam di salah satu sudut jalan kawasan industri itu, dia minta sebatang untuk dihisapnya juga. Walau agak kaget, aku beri pula sebatang dan fasih sekali gaya merokoknya. Saat kutanya dan kukejar kenapa dia ada di situ malam-malam dan sendirian, jawabannya makin membuatku tercengang. “Lagi narik bang, pas ngetest eh rantainya putus..”. Walaah narik apa lagi nich.. Becak pa odong-odong? Karena masih kukejar dengan berondongan pertanyaan, dia mengajakku untuk mengikutinya.

Dengan mengekor motor yang suaranya berisik yang ditunggangi si bocah, kami melesat menyusuri jalanan hingga hampir ke akhir jalan menuju jalan raya Jakarta Merak. Alamak.. kami menuju sekumpulan ABG yang berkumpul di tepi jalan dengan motor aneka ragam. Karena badanku yang kecil, mereka ternyata sangat menerima kedatanganku. Hemh… bocah kencur juga mungkin pikirnya. Obrol punya obrol dengan mereka, baru ku ketahui bahwa si bocah adalah joki motor-motor mereka untuk nge-trek di sepanjang jalan itu. Tentu saja melawan kelompok lain yang kulihat berkumpul di beberapa titik seputar area tersebut.

Gila ni bocah.. Aku yang hendak pamit tiba-tiba tertahan saat ada seseorang (masih ABG juga) yang menghampiri sambil menuntun motor yang sama bututnya (baca : tinggal kerangka doang tanpa body dan sayap). “Woi.. nopek ada gak yang nyawer sama si Jambret guwe?” ujar si empunya motor. Satu ABG yang ada di kumpulan tempatku ngobrol nampak maju melihat kondisi motor yang dituntun dan segera menyahut “Nopekgo dah dansa sama si Bawel, rebes?”. Si penuntun mengangguk setelah mengamati si Bawel yang ditunjuk (ternyata motor yang tadi rantainya putus). Tak lama si Coki, panggilan untuk bocah yang tadi pertama kali kujumpai, nongol lagi, kali ini pakai slayer diikatkan di kepalanya dan sarung tangan balap. Keren juga gayanya walau pakai kolor kotak-kotak dan sandal jepitan. Hahaha..

Ternyata percakapan di atas adalah transaksi untuk mereka beradu cepat dengan motor masing-masing. Tak berapa lama, motor berdampingan dengan pengemudinya, si Coki versus ABG yang badannya lebih gede tiga kali lipat. Ya ampuuun, dari kerumunan orang yang mau nonton, ada seorang dara manis berpakaian seksi, tanktop plus celana pendek mini yang muncul sambil memegang bendera. Aku dari mupeng jadi hampir ketawa saat melihat bahwa yang dibawa adalah bendera simaphore, yang menjadi keahlianku dari SD sampai SMA saat menggeluti dunia Pramuka. “Readyyyy… “ teriak si dara sambil memutar acak bendera (aku sampai bingung itu sandi terjemahannya apa ya.. hahaha) dan ketika si dara menurunkan bendera ke jalan, kedua motor meraung dan melaju kencang.

Tak berapa lama, mungkin lima menitan, nampak motor sudah berbalik arah di ujung jalan dan gilanya tanpa lampu dinyalakan (la iya lah.. kan dah dibilang di awal tadi motor butut.. gerutuk si MC kepadaku). Ternyata yang sampai finish, melewati si dara adalah si Coki dengan si Bawelnya. Heuuuuft.. si MC melotot padaku ketika aku ikut tepuk tangan seolah tidak setuju dan mengajakku pergi. Karena banyaknya ABG yang larut dalam keramaian menyambut  hasil balapan liar barusan, akupun ngeloyor pergi. Saat pelan-pelan memacu MC di tengah banyaknya ABG, tiba-tiba ada sepeda kecil beserta penunggangnya yang mengiringiku. “Makasih bang tadi kuncinya..” ternyata si Coki. “Sama-sama Cok, ciee.. dapet berapa nich jagoan?”. “Ceban ni bang, lumayan, biasanya goceng doang, guwe pulang dulu bang, besok sekolah nih.. makasih rokoknya ya.. Abang gundul cakep deh..”. Glegaaarr!! Mau marah, ketawa, kaget, dan ngumpat jadi satu karenanya, tapi si Coki langsung ngebut pakai jumping segala meninggalkanku.

Hemh.. sepanjang jalan aku merasa gak nyaman banget. Rasanya pikiran melayang dan bluup!! Ilang semua di benakku.. Akhirnya aku putuskan tuk berhenti di sebuah warung asongan untuk beli kopi anget biar pikiran tenang.

Sahabat.. aku juga punya adik laki-laki, dulu juga seneng banget ngebut pake motor dan nge-trek juga. Tapi itu dulu saat dia STM.. sekarang rasanya sudah tidak, entah benar atau.. Tapi si Coki ini looo.. Buseet dah, penantang maut benar bukan? Demi goceng atau ceban.. dia ngebut pakai motor orang yang kondisi rantainya baru putus. Walau tangannya lincah bukan kepalang, cepat pengerjaan, tapi betulkah rantai itu sudah kuat? Apakah juga dipasang klem pengaman sambungan rantai? Bagaimana kalau tadi ada apa2? Nasib Si Coki? Kalau motornya rusak? Kan bukan pemiliknya yang bawa? Kalau ketangkep polisi yang lagi patroli? Gimana nasib sekolah Coki dan para ABG yang terlibat? Aku mungkin juga bisa ketangkep kayaknya..

Sahabat.. hampir sejam aku menenangkan diri. Lalu saat mengetikkan coretan ini, aku sambil berselancar ke dunia maya dan menemukan banyak coki-coki lain di bumi pertiwi ini. Ada Coki yang mengais sampah di tumpukan menggunung limbah area Bantar Gebang, ada Coki yang kalau sekolah harus meniti terjalnya tepi sungai dan melewati jembatan gantung yang hampir putus bahkan menyebrangi sungai yang dalam, masih ada Coki yang nyopet dan ngutil di pasar, dan sebagainya. Semuanya menantang maut.. Masygul rasanya jika kubandingkan dengan masa kecilku yang walau tidak berlebih tapi lebih baik daripada Coki demi Coki yang kuceritakan di atas. Akh.. di akhir tegukan kopi angetku, aku hanya berharap agar Indonesia segera berubah, pemerintahnya makin peduli dan sayang rakyatnya, sehingga Coki tak lagi menantang maut untuk mencari sesuap nasi dan menjalani masa kecilnya. Sebaliknya, ada dunia masa kecil yang indah bagi anak-anak Indonesia.. Amiin..

Sahabat.. lindungi adik, anak, kerabatmu yang masih seusia Coki ya.. Jangan biarkan menantang maut..

kalau yang ini berani nyawer berapa ya??

Iklan
  1. Maret 23, 2012 pukul 1:57 PM

    taruhan Sob.. sampe tuwek si MC sampeyan gw jamin ga bakalan ngalamin putus rantai..
    gw jamin!!! ^_^

    • Maret 27, 2012 pukul 10:00 PM

      @pemerhati.. pastinya sob.. sampai kiamat juga nggak.. hehehehe

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: