Beranda > Menikmati Pekerjaan Ala DP > Tiga Kata Sakti yang Sukar Terucapkan.. Maaf, Tolong, dan Terima Kasih..

Tiga Kata Sakti yang Sukar Terucapkan.. Maaf, Tolong, dan Terima Kasih..

Awal 2012.. hari pertama aku habiskan dengan istirahat total di mess pabrik.. Sendirian.. Karena semua penghuni mess sudah pulang ke keluarganya masing-masing untuk merayakan tahun baru. Aku memilih untuk begadangan sehari full jaga pabrik. Nggak tahu kenapa.. kali ini aku ingin merayakan tahun baru sendirian.. Mungkin karena terbiasa merayakan dengan berhura-hura sehingga tahun  ini disadarkan untuk kembali menilik kehidupanku sendiri.

Sore ini di mess masih dilingkupi suasana mendung.. ditemani segelas kopi luwak dan rinai hujan yang mengalun aku mulai bercengkrama dengan suara ketikan keyboard. Terasa sepi memang.. tetapi tenang dan damai untukku. Ah.. aku ingin bercerita tentang kejadian kemarin.. tentang team briefing yang aku lakukan di unit kerjaku.

Suara serak sisa ocehanku masih ada sampai sore ini, karena mulai Jumat subuh sampai Sabtu malam beberapa sesi briefing kulakukan. Briefing spesial karena rasanya baru kali ini dikenalkan ke unit kerjaku. Briefing akhir tahun 2011 yang berisi evaluasi kinerja Team sepanjang tahun lalu dan harapan untuk tahun berikutnya. Ada tiga “kata sakti yang sukar terucap” yang kuselipkan dalam ocehanku kepada anggota team yang jumlahnya ratusan orang. Apa itu?

Yang pertama tentu MAAF.. jika ada keputusan, tindakan, perkataan, dan perilaku dari kami selaku pimpinan yang kurang berkenan atau menyebabkan sakit hati bagi team kami. Satu kata ini memang sudah terucapkan oleh kita. Sebab mengakui kesalahan bagi sebagian orang kadang merupakan “kesalahan atau aib” bahkan haram untuk dilakukan. Puah!! Itu sombong bin egois kan? Sebagai manusia tentu kita punya kesalahan karena kesempurnaan hanya milik Dia yang menciptakan kita.

Kata berikutnya adalah TOLONG.. Aku mewakili pimpinan meminta tolong kepada setiap anggota team untuk semakin meningkatkan kinerja dan mengevaluasi diri pribadi dan team secara keseluruhan. Kinerja untuk tahun mendatang dan evaluasi untuk setiap kekurangan dan kesalahan yang telah dilakukan sepanjang tahun 2011. Satu lagi adalah minta tolong agar semua memiliki semangat belajar yang tinggi agar selalu lebih baik dari sebelumnya. Kiranya hal ini akan menjadi bekal untuk menghadapi tahun 2012 yang penuh tantangan sekaligus peluang baru. Sahabat.. kadang karena kekayaan,  usia, dan posisi, kita melupakan untuk menyelipkan satu kata ini dalam setiap intruksi atau perintah kita. Padahal dengan kata TOLONG.. makna disuruh atau dipekerjakan bisa terasa lebih halus dan berarti bagi si penerimanya.

Kata sakti terakhir adalah TERIMA KASIH. Ya.. terima kasih karena tanpa mereka, pabrik tempatku bekerja tentu tidak akan sebesar dan sepesat sekarang. Dari awal tahun yang mesinnya cuma hitungan jari, sekarang sudah melebihi jumlah jari kaki dan tanganku. Biar kata uang banyak kalau tidak ada unit pekerja di lapangan tentu saja semua project tidak akan bisa dilaksanakan. Kata terakhir ini biasanya sulit diucapkan oleh mereka yang mabuk kekuasaan dan tinggi hati. Bahkan aku pun kadang kala lupa mengucapkannya pada si pemberi hidup. Padahal, setiap kali bangun pagi patutlah TERIMA KASIH kita panjatkan karena hari itu berarti kita masih diberikan kesempatan hidup oleh-Nya.

Yach.. saat berdiri di depan mereka yang bersila di ruangan kerja, atau kala ku berdiri di kursi kantin tempat mereka kukumpulkan, aku melihat rasa PUAS dan HARAPAN dari semua anggota team. Aku puas karena semua team bisa mendapatkan momen ini di akhir tahun. Rasanya semakin bersemangat lagi aku untuk lebih TOTAL lagi dalam kerja sama team ini. Harus bisa dan pasti bisa..

Malamnya akupun berdamai dengan keegoisanku untuk mengevaluasi kehidupan pribadi dan pencapaianku sepanjang 2011. Mulai dari pahit getirnya cinta, kenaikan jabatan, pindah kerja, hingga rumah kecil untuk bapak ibu di penghujung tahun seperti yang kucoretkan di bulan lalu. Di akhir doa setelah countdown 2011  usai, kutiup sebatang lilin yang menerangi ruangan kamar tempat intropeksi diri  dan lantunan doaku pada-Nya.

Rinai hujan sore  ini berhenti.. rasanya aku cukupkan dulu untuk sore ini. Saatnya beres-beres kamar dan mess tercinta. Selamat tahun baru 2012.. Semoga sukses selalu untukmu sahabat..

Iklan
  1. Januari 7, 2012 pukul 12:30 AM

    Betul Gan, ketiga kata itu sepertinya memang sepele, tapi terkadang memang sangat sulit untuk menerapkannya.

    • Januari 8, 2012 pukul 2:01 PM

      Minimal belajar satu-satu gan.. salam kenal

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: