Beranda > Menikmati Pekerjaan Ala DP > Awalnya Hanya Habit alias Kebiasaan.. Ujungnya?? Hegh.. Terserah Anda..

Awalnya Hanya Habit alias Kebiasaan.. Ujungnya?? Hegh.. Terserah Anda..

Hanya hasil potret iseng memang.. dan rasanya gambar atau kondisi sejenis lazim ditemui dimanapun. Yach.. aku tak sengaja mengambil gambar di satu sisi pabrikku yaitu tempat finger print. Satu mesin kecil yang tertempel di tembok untuk absensi karyawan dan dilengkapi dengan jalur teralis besi untuk karyawan saat melakukan aktivitas perdana di awal masuk dan pulang kerja.

 

Nah, pasti sahabat juga sering menjumpainya bukan.. di loket transportasi umum, di depan kasir bank, di depan wahana hiburan, dan tempat-tempat lain yang menginginkan budaya antri dan tertib untuk dilaksanakan. Saat ramai pengguna memang akan cenderung tertib.. Tapi bagaimana jika sedang sepi. Apa yang akan sahabat lakukan? Tetap ikuti jalur?.. Memotong jalur?.. atau bahkan cari jalur tercepat meskipun itu arah yang berlawanan? Menurutku itu hanya soal habit alias kebiasaan kita masing-masing. Wuah.. kenapa?

Sederhana memang, hanya tentang bagaimana kita mematuhi aturan main. Namun efeknya ternyata luar biasa besar sahabat.. Dalam satu contoh kecil, ada satu karyawan yang saat ramai ikut antrian tetapi saat sepi dia ternyata memilih absen dari arah berlawanan.. Hemh.. untung belum kena jepretan kameraku.

Sahabat.. letak masalahnya ada di diri kita masing-masing, dimana letak kebiasaan kita menyikapi peraturan atau tatanan di sekitar kita. Golongan pribadi yang benar-benar disiplinkah kita? Golongan disiplin sambil liat-liat situasi (hehehe..) atau justru golongan yang slonong boy atau slonong girl, melakukan semuanya tanpa memperhatikan tatanan yang berlaku. Nah.. jika yang golongan pertama, yakinlah bahwa Anda tidak akan dianggap gila karena mengikuti lorong antrian walaupun sepi, mungkin hanya cibiran sesaat tapi selanjutnya mereka yang tadinya mencibir akan terdiam, berdecak, dan mengangkat jempol untuk Anda. Jika golongan kedua.. Hohoho.. awas, sepandai-pandainya tupai melompat, akan jatuh jua. Apa coba jadinya jika Anda melakukan potong kompas jalur saat sepi dan atasan Anda tiba-tiba melintas? Kenaikan jabatan, gaji, status, dan penilaian akan tersendat lho.. Kalau Anda golongan ketiga, STOP baca artikel ini, dan tarik nafas dulu lalu ucapkan pelan “Aku ingin berubah jadi lebih baik..” karena golongan ini pasti banyak bergesekan bahkan berbenturan dengan teman, rekan kerja, relasi bisnis, dan semua aspek dalam kehidupannya.

Sekarang coba renungkan tentang tatanan memulai sebuah pekerjaan yang harusnya dimulai dengan doa. Sudahkah kita memulainya dengan benar? Apakah kita hanya berdoa setelah semua pekerjaan selesai dan berhasil, sebaliknya menggerutu menjadi kidung jika rencana kita gagal? Atau.. kita baru berdoa jika mengalami kesulitan? Nah inilah “ujung” yang kumaksud di judul coretan kali ini. Jika kita setia terhadap tatanan, apapun bentuknya, pastilah kita akan beroleh hasil yang minimal. Ingatlah pelajaran matematika, dalam soal essay.. jawaban salah tetapi langkah dan rumusnya benar, tetap akan dinilai kan? Walau sayang.. sekarang banyak yang menggunakan tipe soal pilihan ganda. Tapi tak apa, harus tetap dihitung.. jangan model hitung kancing baju atau ngelirik jawaban teman.. Minimal kalau salah, ada nilai “hebat” tentang kebiasaan jujur dalam pribadimu. Selamat pagi sahabat…

Iklan
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: