Beranda > Akoe dan.... > Akoe dan Budaya Vote… Sebuah Penghargaan dan Wujud Menghargai..

Akoe dan Budaya Vote… Sebuah Penghargaan dan Wujud Menghargai..

Sahabat.. Rasanya ada dua SMS ataupun BBM bernada ajakan memilih yang kerap menghiasi layar hape maupun bebe kita akhir-akhir ini.  Pertama mengenai himbauan memilih Agnes Monica untuk menjadi Worldwide Act Asia Pacific on MTV Europe Music Award 2011 seperti terulas di link sahabat yang satu ini. Yang kedua adalah ajakan untuk memilih Komodo sebagai salah satu Keajaiban Dunia Baru. Rasanya saya tidak sekaliber beberapa orang yang di blognya bisa mengulas kedua hal di atas dengan rapih, tuntas, mendalam, dan semoga berimbang. Saya hanya tertarik untuk menuliskan coretan tentang budaya ajakan voting yang rasanya akan booming ke depannya. Bisa saja topiknya beragam, mulai dari ajakan memilih artis terseksi, terbahenol, pria macho, pria idaman, presiden terbaik, dan sebagainya.

Jujur saat saya menerima ajakan via SMS, twitter, atau BB, rasanya kok terpaksa ya.. Malas sebenarnya mengetik deretan abjad dan mengirimkannya ke nomor tertentu, serta merelakan bahkan hanya Rp. 1,- yang berkurang dari jumlah pulsa saya. Tapi karena yang mau dipilih ada bau-baunya dengan negeri saya tercinta, ya.. nasionalisme saya tergerak. Hahaha.. saya tertawa geli setelah membaca lagi kalimat barusan. Ternyata semangat nasionalisme tidak lagi hanya mengikuti upacara di Hari Besar Nasional, tetapi bisa juga lewat mengikuti voting.

Satu hal yang saya petik dari budaya vote yang saya prediksikan akan mengemuka di waktu mendatang adalah suatu ‘PENGHARGAAN’. Yap.. makna dari vote semacam ini adalah penghargaan atas prestasi, keberadaan, kepopuleran, dan berbagai hal yang baik atau unggul dari ‘sesuatu‘.. Jiaah.. pake istilahnya Syahrini. Bisa itu manusia, hewan, tempat, instansi, budaya, dan banyak lagi yang lainnya. Rasa menghargai tersebut lalu diarahkan kepada keberpihakan atas apa yang kita hargai. Waah.. kalau saya jadi yang di-vote, kira-kira tentang apa ya.. karena kayaknya hanya keburukan dan kekurangan yang saya punya. Tapi.. ada juga kok yang dipilih karena kekurangannya.. Misal Pesepakbola dengan Wajah Terjelek, Artis yang paling Kasar, dan sebagainya. Jadi barangkali saya bisa dipilih untuk atasan terusil kali..

Semua kembali ke kita sendiri.. bagaimana kita menghargai diri sendiri dan ‘sesuatu‘ di sekitar kita. Semakin kita bisa menghargai, maka semakin kita akan dihargai pula.

Iklan
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: