Beranda > Polahku Teranyar.. > AWAN Project.. Terima kasih Bapak Ibuku..

AWAN Project.. Terima kasih Bapak Ibuku..

“Aku masih.. Seperti yang dulu..”

Sebaris lagu lama itu seakan mengalun jika aku pulang ke rumah Bapak Ibu di desa kelahiranku.  Entah menyindirku.. atau menjeratku dalam kenangan masa kecil bersama keluarga. Rumah yang sahabat lihat di bawah ini, memang sederhana, dari papan, dan kalau di-pel malah hanya membuat aku atau adik dimarah sama mereka. Lho? Jelas lah.. soalnya lantainya masih tanah.. jadi cuma ngotorin kain pel dan mbecekin aja. Tapi.. dulu waktu ku masih balita, rumah itu adalah juara pertama untuk rumah sehat di desaku. Giliran sekarang, sangat gampang mencari rumah masa kecilku, masuk saja jalan Sri Kresna di pinggir Jalan Raya Sribhawono-Panjang, cari aja rumah yang masih papan. Hihiihi.. itulah rumahku.

 

Di dalam rumah itu, ada ranjang bapak ibu yang sering aku buat sebagai tank perang bersama adikku dengan bermodalkan tumpukan bantal dan guling serta beberapa senapan mainan. Di dalamnya juga ada kamar kami berdua saat belajar ‘pisah ranjang’ dari bapak ibu. Tak lupa ruang tamu yang berhiaskan tiga lembar gambar kawanan kucing yang dibeli sejak ku kecil. Beberapa sudut rumah juga menyimpan kenangan manis  bagaimana aku suka menari kuda lumping, atau si bungsu yang kehilangan alis dan bulu matanya saat kami main petasan bambu. Hemh.. juga protesnya si bontot kala semua perabotan hanya bertuliskan namaku sebagai tanda, akhirnya Bapak mengalah dan memberi tanda dari gabungan nama kami.

Awalnya hanya kelakar biasa, bahwa aku belum akan menikah sebelum rumah masa kecil ini dipugar. Canda yang dibalas bapak dengan ungkapan wani piro?…” ternyata jadi serius saat kuingat jumlah tabunganku setelah memutuskan berhenti kerja dari tempat gawe yang dulu. Dan akhirnya, tercetuslah AWAN Project” sebagai tanda terima kasih kami terhadap bapak Ibu. Terima kasih untuk apa?

Tentu saja terima kasih atas segala ketidakpedulian mereka terhadap fisik rumah dan hanya memikirkan bagaimana kami dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang setinggi-tingginya. Atas kepasrahan mereka terhadap genting yang harus diganti karena pecah dan bocor tapi uang gaji sudah dikirim ke Jogja tempat mereka kredit sawah (baca : menyekolahkan anak).  Atas dinding papan yang semakin berlubang tapi uang untuk menggantinya dipakai untuk menengok kami di kost-kostan. Atas semua gengsi yang mereka pendam dalam dalam jika melihat bagaimana rumah ini paling jelek di antara rumah tetangga. Terakhir atas keengganan mereka merepotkan anak-anaknya sehingga project ini pun masih patungan kami dan mereka.

Yach akhirnya tanggal ini, 1 November  2011, AWAN project pun dimulai. Rumah mungil yang permanen buat mereka berdua. Melindungi dari panas dan hujan yang mungkin selama ini mengganggu siang malam mereka. Pengganti rumah masa kecil kami yang indah.. Dimana kami dibesarkan dengan kasih sayang kemajemukan yang luar biasa hebat. Dan sampai detik ini masih kuat dan kokoh dijalani.. dan pasti akan sampai mati. Aku hanya berdoa semoga rencana ini diberkati Tuhan, demikian juga pastinya kuharap dari si prentil adikku. Terima kasih Tuhan, Bapak Ibu Adik, dan juga tempat kerjaku yang lama dan yang baru. Dan Natal nanti.. aku bisa bernyanyi.. “Aku kini.. Tak seperti dulu..” Amin.

Notes : AWANAan dan waWAN (nama kecil kami berdua).

Iklan
  1. November 2, 2011 pukul 10:12 PM

    boleh tahu, ini lokasinya dimana?

    • November 3, 2011 pukul 6:08 PM

      Mas Gajahpesing, ini di desa Sripendowo, Kec. Bandar Sribhawono, lampung timur. Anda juga dari Lampung? Terima kasih sudah mampir ke blog ini. Saya tautkan blog Anda ke blog simpel ini ya..

  2. Cahaya
    November 3, 2011 pukul 6:04 PM

    Sip Sip An…. semoga project berjalan lancar,Amin

    • November 3, 2011 pukul 6:09 PM

      Makasih Noer.. Aku rasa dirimu juga sudah nglakuin untuk rumah bapak ibu di lampung kan?

  3. November 13, 2011 pukul 12:05 AM

    woww.. proyek besar… pake Panc*ran Sewu sebagai kontraktornya Sob?
    btw.. sekarang udah dapet Page Rank dari google yak.. ^_^

    • November 13, 2011 pukul 9:42 AM

      Hahaha.. kalau kontraktor yang itu mana tahan soob.. ngeri biayanya.. Page Rank Google nurunin yang Alexa ya..?

  4. November 28, 2011 pukul 11:40 PM

    kalo PR Google makin gede makin bagus..
    tapi kalo Alexa angkanya kecil yang keren..
    kayanya begitu.. maklum orang awam juga… (_ _!!)

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: