Beranda > Menikmati Pekerjaan Ala DP > Belajar dari Kejadian Toilet… Bahwa Yang Besar.. Selalu Berawal Dari Yang Kecil dan Sederhana..

Belajar dari Kejadian Toilet… Bahwa Yang Besar.. Selalu Berawal Dari Yang Kecil dan Sederhana..

Pagi mulai menyapaku hari ini melalui keinginan untuk buang air kecil yang membuatku harus terbangun dan ngibrit ke kamar mandi hingga lupa mengunci pintu toilet. Alhasil di tengah ‘perjuangan’ tiba-tiba harus panik menahan dan mengunci pintu karena terdengar derit putaran engsel yang menandakan ada orang lain yang akan menggunakan kamar kecil tersebut. Ah.. dasar pelupa.. Namun walau pelupa, aku mengambil hikmah bahwa kita tidak boleh mengabaikan hal-hal yang menurut kita sepele dan tidak ada artinya karena itu  akan menjadi dasar bagaimana kita menyikapi hal besar yang harus kita hadapi. Kejadian di toilet pasti akan berujung malu jika toilet berhasil dibuka dan orang lain melihatku sedang curhat (nguCURin yang HAngaT..). Ini sama dengan kehidupan, dimana orang harus bisa menjaga rahasia agar tidak dipermalukan atau tanpa sengaja mempermalukan orang lain..

Aku jadi teringat pula bagaimana  tatacara penggunaan sarung tangan karet untuk produksiku dikoreksi. Untuk memperoleh sarung tangan baru, seorang operator harus menukarnya dengan sarung tangan bekas yang dia pakai sebelumnya. Awalnya aku sedikit protes, berapa sih harga sepasang sarung tangan bekas? Tapi ternyata ada makna dibalik semua itu.. Dengan menukar perlengkapan bekas, berarti  ada rekonsiliasi atau penghitungan kembali atas modal yang dikeluarkan perusahaan. Menariknya.. jika sarung tangan saja hilang tak berbekas, bagaimana kita bisa dipercaya  untuk hal-hal yang lebih berharga lainnya? Sungguh.. ternyata yang bernilai.. bisa berawal dari yang menurutku tak bernilai dan sederhana..

Setelah coretanku ini, tentu aku harus bersiap untuk bekerja lagi hari ini. Saking getolnya bekerja, kuakui bahwa kadang aku melupakan awalan sempurna untuk setiap aktivitas kita sebagai makhluk Tuhan yang beragama. Apa itu? Yach.. sebuah doa. Menjelang kerja, sarapan dan sesudahnya, mau tidur atau saat bangun, akan bepergian dan setelah sampai di tujuan, dan masih banyak aktivitas lainnya. Semuanya.. selalu diawali dengan hal kecil  yang tak perlu waktu lama, yakni berdialog dan mengucapkan syukur atas segala anugerah  kepada Dia yang empunya hidup kita. Rasanya memang selalu ada yang kurang dan menyimpang.. jika aku jarang berdoa..

Pun demikian halnya saat memulai aktivitas kerja di keseharian kita. Dalam hal ini, tak ada yang pernah tahu, akan seperti apa cerita kerjaan kita di hari ini kan? Apakah menjadi hari terbaik, atau jadi hari terburuk yang kita alami. Namun kita tidak sadar bahwa sebuah senyuman, yang mudah dilakukan (kecuali saat sakit gigi atau sariawan) mamu mengubah semua yang akan kita hadapi ke arah yang lebih baik dan minimal mendekati yang kita ingin dan rencanakan. Menyunggingkan senyum saat bertemu atasan, bisa menyakinkan beliau bahwa kita siap untuk hari ini dan dalam kondisi prima sehingga arahan dan delegasi pekerjaan akan beliau lakukan dengan baiknya. Di kesempatan lain, senyuman kecil selama sepersekian detik terhadap bawahan kita misalnya.. akan membuat mereka merasa ‘disapa dan diperhatikan’ sehingga bekerja lebih rajin dari biasanya dan menghasilkan output yang luar biasa.

Bagaimana dengan gajian? Hohoho.. pasti gaji kita sekarang yang deretan nol nya banyak juga berawal dari nominal yang kecil bukan? Semuanya pasti berawal dari kepercayaan perusahaan kepada kita dan diawali dari hal-hal yang sepele pula. Mulai dari absensi kita, ketepatan waktu kita saat menghadiri meeting, atau hasil pekerjaan kita mulai dari administrasi, kecepatan dan kebenaran penyelesaian laporan, hingga produktivitas kerja. Yakinlah.. apa yang kita peroleh itu berawal dari kepercayaan managemen kepada kita yang diawali dari hal-hal kecil yang biasa kita kerjakan.

Akhirnya.. di pagi yang semakin terang, aku mulai berpikir tentang diriku sendiri. Aku yang sekarang ini.. berawal dari pertemuan sperma Bapakku dan sel telur Ibuku yang keduanya berukuran sangat kecil. Namun karena kesempatan dan anugerah yang luar biasa, dalam hitungan bulan dan hari dapat berubah bentuk menjadi sosok janinku di dalam perut Ibu. Dalam waktu berikutnya lahir dan tumbuh berkembang sampai detik aku menuliskan coretan ini. Mengalami kejadian demi kejadian kecil yang membesarkanku hingga pagi ini. Aku tak akan.. dan tak boleh melupakan itu semua. Jikalau aku menjadi seseorang yang ‘besar’ nanti.. Aku tahu bahwa aku berawal dari sesuatu yang kecil, sehingga tak boleh mengabaikan mereka yang ‘kecil’ di sekitarku..

Hanya pelajaran kecil yang kupetik hari ini sahabat, bagaimana denganmu??

Iklan
  1. November 14, 2011 pukul 10:22 AM

    Yes, wise keep it up

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: