Beranda > Menikmati Pekerjaan Ala DP > Ayo belajar menjadi Pemimpin 5M…

Ayo belajar menjadi Pemimpin 5M…

Hujan baru saja menyergap kawasan kerjaku kala pergantian hari. Ditemani secangkir kopi moccacino yang masih hangat sehangat otakku. Entah kenapa terkenang satu SMS dari leader bawahanku di suatu siang..

“Menurut Pak Dian, gimana kinerja saya di mata bapak, dimana letak kekurangan saya? Walau saya sadar  masih banyak kekurangan..”

Satu SMS yang cukup menggugah rasaku karena baru sehari kuadakan briefing tentang arti sebuah keterbukaan kepada leaderku. Dan leader yang satu ini cukup cepat merespon tawaranku dengan inisiatifnya sendiri. Kami pun berbalas pesan dan kuselipkan beberapa arahan di dalam setiap balasanku. Kubuka kembali deretan SMS berbalas itu dan aku menghela nafas karena dalam satu pesanku aku menuliskan mengenai kriteria pemimpin menurutku sendiri yaitu Pemimpin 5M..

Menurut pikiran ngawurku, seorang pemimpin yang baik memiliki ciri 5M dalam kesehariannya.. Apa sajakah itu?

MENDENGARKAN..

Pemimpin haruslah mau mendengarkan setiap masukan, usulan, laporan, dan bahkan kritikan dari manapun juga. Kata mendengarkan lebih dari mendengar karena dalam hal ini penekanannya pada kemampuan untuk menerima suatu informasi secara seksama dan fokus. Jika hanya mendengar saja mungkin tidak menyimak dan masih sebatas pasif. Sebaliknya saat mendengarkan, ada unsur kesengajaan dan bersifat aktif. Pemimpin yang mau mendengarkan, akan lebih bisa membuat rangkuman, analisa, dan akhirnya berbuah satu keputusan atas setiap problem yang dihadapi.

MENGARAHKAN..

Jika tahap mendengarkan sudah dilewati, maka  pemimpin akan bisa menunjukkan ke arah mana keputusan yang diambil.  Dia akan memberikan saran dan evaluasi atas keputusan yang barangkali dibuat oleh bawahannya dalam kewenangannya sebagai atasan. Arahan kadangkala menjadi  jawaban atas kesulitan yang  tengah dihadapi bawahannya atau justru unit / departemen yang dipimpinnya. Pemimpin yang baik pastinya mampu bertindak cepat dalam situasi kritis sekalipun.

MEMBAGIKAN..

Selalu ada batasan dalam kemampuan seseorang.. dan di saat inilah seorang pemimpin harus bisa melihat potensi anak buahnya. Dia harus mampu membagikan kewenangan pada setiap bawahan sesuai porsi mereka. Dia juga harus bisa membagikan tugas-tugas rutinnya untuk melatih setiap orang di bawah supervisinya. Selain sebagai training, juga sebagai persiapan dan seleksi untuk orang-orang yang mungkin layak untuk menggantikannya saat dia naik pangkat, pindah kerja, atau pensiun. Pemimpin yang baik akan dilihat dari bagaimana dia memberikan sentuhan dan pola regenerasi yang baik. Ingat, pemimpin yang baik adalah mereka yang mampu melahirkan pemimpin-pemimpin yang baik pula. Hal ini terdeskripsi dengan seringnya membagikan ilmu yang mereka punya terhadap bawahannya.

MELAYANI..

Menjadi seorang pemimpin haruslah bisa melayani, baik dalam hubungan ke atas, sejajar, atau ke bawah. Butuh suatu totalitas karena dalam kapasitasnya sebagai pemimpin berarti dia dipercaya untuk membawa sebuah kelompok ke arah yang diinginkan oleh managemen atau konsumen usahanya. Pemimpin yang melayani dalam kesehariannya akan penuh dengan pemahaman akan kelompoknya, mempunyai visi dan misi yang tepat dan jelas, serta memiliki strategi yang jitu dan cermat dalam mencapai targetnya. Butuh kerelaan untuk melayani daripada dilayani karena dengan membudayakan sifat melayani, bawahannya pun akan merasa diperhatikan dan dihargai. Apa contohnya? Seperti yang diungkap olehTony Barnes berdasarkan teori Kaizen, jika bawahan bingung akan sesuatu.. pemimpin harus bisa menjelaskan, pun bila bawahan tidak tau cara mengerjakannya maka harus diberi pelatihan, dan andai bawahan mencapai suatu target bahkan melebihi, maka berilah mereka penghargaan.

MENGAYOMI..

Sifat terakhir ini akan jarang dimiliki oleh seorang pemimpin yang memandang kedudukannya sebagai suatu kekuasaan. Hanya akan ditemui pada pemimpin yang memandang posisinya sebagai suatu titipan. Jika berkuasa, maka dia akan cenderung untuk memaksakan kehendak, mendapat respek, atau melakukan ketidakadilan. Di sisi lain, pemimpin yang menganggap mendapat titipan akan berusaha menjaga dan merawatnya dengan baik. Melindungi dari goncangan atau pengganggu, menyimpannya dalam suatu tempat yang semestinya dan sekali waktu membersihkannya dari debu yang menempel. Mengayomi lebih ke arah menjadi pelindung, peneduh, pencair ketegangan, tempat curcol (curhat colongan), atau menjadi penengah dalam perselisihan.

Yach.. akupun ingin menjadi Pemimpin 5M seperti yang kucoretkan di atas, bagaimana denganmu sahabat??

Iklan
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: