Beranda > Akoe dan.... > Akoe dan Operatorku : Kok Kerja Terus Sih Pak.. Kapan Hepi nya???..

Akoe dan Operatorku : Kok Kerja Terus Sih Pak.. Kapan Hepi nya???..

Judul coretanku di atas sering sekali kudengar, terutama akhir-akhir ini, dari beberapa bawahan dan operator di departemenku. Ya cewek.. ya cowok.. Yang muda maupun tua.. Sambil senyam senyum meledekku karena saking getolnya kerja, kadang sudah jam pulang pun aku masih terlihat mondar-mandir di lingkup area kerjaku (catat : kadang memang benar cuma mondar-mandir kok! haha). Atau tak jarang melihatku masih berkutat di depan laptop walau sudah pulang ke mess yang letaknya sepelemparan batu dari area pabrik. Padahal bagiku semua wajar.. karena kadang aku juga bisa pulang kerja langsung tepar atau berangkat dan pulang tepat waktu.. Ah jangan-jangan mereka terlalu lebay..

Pernah suatu sore, kurenungkan kalimat itu, mencoba iseng aja dengan deretan kata yang sebenarnya ambigu antara mengajak, meledek, memuji, mengingatkan? ah entahlah..  Yang jelas butuh beberapa batang rokok DP untuk membuahkan ide mencoretkan ini dalam blog yang sederhana ini. Hanya berpulang.. kembali.. ke tiap kita pribadi..

Aku jelas hepi.. (baca : senang), kalau tidak mana mungkin aku masih berkeliaran dan beraktivitas di tempat ini. Dan catat.. aku juga pasti gak kerja terus, karena aku dibatasi dengan jam shift-ku, dan tentu saja staminaku to? Kalau sambil kerja bisa hepi, kenapa tidak? Check status FB, twitter, atau BBM teman-teman.. Apakah sudah memulai kerja hari ini dengan ke-hepi-an? Share saja status BBM ku pagi ini selalu semangat pagi.. seperti yang pernah kutulis dalam coretanku sebelumnya. Kalau masih memulai pagi dengan umpatan atau hujatan, masak iya.. akan melewati hari ini dengan keberhasilan atau kepuasan? Dengan ucapan syukur saja kita masih kadang apes atau sial, padahal menurut Tuhan itu adalah cobaan, dalam menjalani hari ini. Itu satu pemikiranku dalam sekali hisapan rokok..

Tapi, di kepulan asap batang rokok yang lain, aku memikirkan tentang bagaimana menikmati suatu pekerjaan atau jerih payah kita selama ini. Yah.. perlu hepi juga kok. Ada sebagian dari kita yang lupa lho.. Setelah gencar bekerja, bahkan semakin membengkaknya rekening di berbagai bank, kita tidak pernah sampai pada suatu titik dimana kita harus STOP  sesaat. Stop? Kenapa… Untuk melihat dan memetakan kembali posisi kita ke dunia sekitar. Tak boleh jika berjalan hanya memandang ke atas, tak boleh jua menunduk.. harus ada keseimbangan dalam berjalan menjalani hidup, antara memandang ke atas, melihat ke bawah, menatap lurus ke depan, sesekali menengok ke belakang, atau mengedarkan pandangan ke sekeliling kita. Intinya saat keseimbangan itu bisa kita raih, maka setiap langkah kita akan semakin mantab dan terarah..

Tabungan masih sedikit, karir masih tersendat, rumah masih ngontrak.. saatnya kita perlu melihat beberapa tokoh yang sukses atau teman-teman seangkatan yang sudah mak nyuss. Dengan demikian kita akan termotivasi untuk bisa mengikuti langkah sukses mereka.

Rekening menggunung, perlu juga untuk refreshing dan belanja untuk memenuhi hasrat yang mungkin belum terpenuhi karena sibuk kerja, ambil cuti untuk traveling atau backpacker, menyumbang ke panti asuhan atau menyisihkan dana untuk pembangunan tempat ibadah, dan yang lebih spektakuler tentu berinvestasi atau membuka  usaha sendiri. Tak selamanya harus jadi seorang pekerja bukan? Suatu ketika jadilah si pemberi kerja..

Nah.. di hisapan terakhirku pada batang ketiga, aku mulai memikirkan lagi bagaimana untuk mempertahankan hepi yang tidak diketahui operatorku. Dalam selayang pandang, mereka tentu melihat ku sibuk bekerja saja, tanpa tahu bagaimana aku menikmati waktu. Menulis, backpacker, kumpul keluarga, futsal, karaoke, donor darah, dan sederet kegiatan lain bisa kulakukan di akhir pekanku, bahkan saat waktu kerjaku. Tak perlu tunggu waktu untuk menikmati hidup dan hasil kerja kita. Satu cerita usang bagaimana seseorang meninggal dan menulis wasiat tentang dia yang hanya mau dikuburkan dengan baju bagus yang dibelinya beberapa waktu yang lalu, tentunya mengingatkan kita bahwa jangan sampai waktu membunuh kita. Membunuh.. dan dengan kejamnya tak memberi kesempatan kita untuk menikmati apa yang sudah kita punya.

Sahabat.. sudahkah kalian hepi hari ini..

Iklan
  1. Oktober 21, 2011 pukul 3:11 PM

    hehehe seringnya ngomel nie aku DP….tapi tetep semangat pastinya….yang penting hidup nie dinikmati aja kan…..:D
    btw aku gak main di twitter, bojoku sing aktif…dan dia mengakuisisi acount tante yahya karena sering diejekin temen2nya…hehe

    • Oktober 22, 2011 pukul 12:52 AM

      @bu yuli.. makasih bu, sudah berkunjung ke blog saya.. Kalau untuk kebaikan, kenapa harus takut untuk ngomel hehehe..

  2. Oktober 22, 2011 pukul 3:50 PM

    Udah saya pasang pasang! Thnks

    • Oktober 25, 2011 pukul 12:58 AM

      @adesepele.. thanks ya sob…

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: